Kontrak Sewa Modal yang Disusutkan sebagai Aset Sewa

2016/08/27

ジャカルタの夜景

Sewa operasional sama seperti menyewa aset perusahaan leasing secara substansial, sedangkan sewa modal (dari perspektif perusahaan leasing disebut sewa pembiayaan) = penjualan dan sewa kembali adalah aset sewa milik sendiri sehingga terjadi biaya penyusutan, dan setelah masa sewa berakhir, aset tersebut dialihkan ke aset utama.

Sewa yang Dikelola oleh Sistem Manajemen Aset Tetap

Contoh sederhana menerima layanan dengan uang orang lain adalah...

  • Perusahaan rental mobil di Bali menyewakan Avanza dengan supir kepada wisatawan secara tidak spesifik.
  • Pembayaran buku yang dibeli di Amazon dengan kartu VISA menjadi pembayaran tertunda yang ditanggung oleh VISA.
  • Perusahaan Jepang di Jakarta membuat kontrak sewa dengan perusahaan leasing untuk membeli Inova baru dan membayar biaya sewa selama kontrak 3 tahun.
  • Menggunakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dari BCA untuk mendapatkan pinjaman dan membayar cicilan selama 15 tahun.

Avanza yang disewa sebagai mobil rental adalah aset perusahaan rental, buku yang dibeli dengan kredit adalah aset konsumen, Inova baru dari kontrak sewa adalah aset perusahaan Jepang (BPKB = Buku Pemilik Kendaraan Bermotor disimpan oleh perusahaan leasing), dan rumah yang dibeli dengan KPR adalah aset konsumen.
Sistem manajemen aset tetap memiliki tiga fungsi berikut:

  1. Manajemen aset tetap
  2. Manajemen akun sementara konstruksi
  3. Manajemen sewa

Jika Inova baru disewa sebagai mobil perusahaan, itu menjadi sewa operasional jika dicatat sebagai biaya, tetapi menjadi sewa modal (dari sisi perusahaan leasing disebut sewa pembiayaan) jika merupakan pembayaran aset sewa yang merupakan aset tetap. Dari ketiga fungsi tersebut, yang dikelola oleh fungsi manajemen sewa dalam sistem aset tetap adalah sewa modal.

Mengalihkan Aset melalui Sewa Kembali untuk Mengurangi Beban Pemeliharaan

Sewa kembali adalah menjual aset bisnis dan tetap menggunakannya sambil membayar biaya penggunaan kepada pembeli, dengan tujuan utama mendapatkan uang tunai dari penjualan. Namun, dengan mengalihkan kepemilikan aset, kewajiban pemeliharaan aset juga dapat dialihkan.
Misalnya, perusahaan telekomunikasi milik negara, Indosat, membangun menara sinyal di berbagai pulau di Indonesia. Dengan membangun menara sinyal lalu menjualnya ke perusahaan khusus pemeliharaan dan menyewanya kembali, mereka dapat mengalihkan beban pemeliharaan dan fokus pada bisnis utama mereka.

Penghematan Pajak dan Pengendalian Pengeluaran Tunai melalui Sewa Modal

Dalam sewa operasional, menyewa aset perusahaan leasing dengan membayar biaya sewa memungkinkan pengeluaran besar ditekan dengan mengubah aset menjadi biaya, tetapi pada dasarnya sama seperti menyewa mobil.
Sebaliknya, dalam sewa modal (penjualan dan sewa kembali), aset perusahaan tidak dijual tetapi dialihkan menjadi aset sewa. Berbeda dengan utang jangka pendek (A/P) yang harus diselesaikan dalam waktu singkat, utang sewa dapat dikurangi dalam jangka panjang. Dengan demikian, tanpa menimbulkan pajak pertambahan nilai (PPN-out) dari penjualan ke perusahaan leasing, pengeluaran besar saat pembelian mesin dapat ditekan.
Karena dicatat sebagai aset sewa di sisi pabrik, biaya penyusutan terjadi. Setelah masa kontrak sewa selesai, aset tersebut dialihkan ke aset tetap perusahaan, tetapi karena ini bukan pembelian (dari sisi perusahaan leasing bukan penjualan), pajak pertambahan nilai (PPN-in) tidak timbul.
Misalnya, mesin dengan masa penyusutan 10 tahun seharga Rp1.000.000 disewa selama 3 tahun. PPN-in 11% sebesar Rp110.000 saat pembelian tidak termasuk dalam jumlah sewa.
(Saat Kontrak Sewa)

  • Pembelian Mesin
    PPN-in 11% tidak termasuk dalam jumlah kontrak sewa.
    (Debit) Plant & Machinery 1.000.000    (Kredit) Lease A/P 1.000.000
    (Debit) PPN-in 110.000           (Kredit) A/P 110.000
  • Jumlah Kontrak Sewa
    Bukan penjualan, jadi PPN-out 11% tidak timbul.
    (Debit) Lease asset 1.000.000    (Kredit) Plant & Machinery 1.000.000

(Pembayaran Bulanan)
Jumlah kontrak sewa mesin adalah Rp1.000.000, tetapi jumlah pembelian sebenarnya lebih rendah, dan selisihnya dapat dipisahkan sebagai bunga pembayaran saat membayar biaya sewa.

  • Pembayaran Biaya Sewa (1.000.000 ÷ 3 ÷ 12)
    (Debit) Lease A/P 27.777        (Kredit) Bank 27.777
  • Biaya Penyusutan (1.000.000 ÷ 10 ÷ 12)
    (Debit) Depreciation 8.333        (Kredit) Accumulated depreciation 8.333

(Setelah Masa Kontrak Sewa Berakhir)

  • Pengalihan Aset Sewa menjadi Aset Tetap
    Bukan pembelian, jadi PPN-in 11% tidak timbul.
    (Debit) Plant & Machinery 1.000.000        (Kredit) Lease asset 1.000.000

(Pembayaran Bulanan)

  • Biaya Penyusutan
    (Debit) Depreciation 8.333        (Kredit) Accumulated depreciation 8.333