Dalam bisnis persediaan, kontrak pembelian yang mengantisipasi permintaan masa depan dan kenaikan harga bahan, serta kontrak penjualan yang mengantisipasi penurunan harga jual dapat terjadi. Dalam situasi ini, risiko muncul ketika pasar bergerak berlawanan arah, sehingga perlu membedakan antara persediaan yang terkait dengan kontrak penjualan dan yang tidak terkait.
-
-
Sistem Manajemen Produksi di Indonesia
Prioritas utama dalam industri manufaktur adalah peningkatan produktivitas dan kepatuhan terhadap tenggat waktu. Memahami perbedaan antara biaya produksi,…
続きを見る
Yang dipelajari dari artikel ini
- Dalam bisnis persediaan, kontrak jual beli yang mengantisipasi permintaan masa depan dan fluktuasi harga sangat penting.
- Untuk manajemen risiko, perlu membedakan antara persediaan yang terkait dengan kontrak penjualan dan yang tidak terkait.
- Pada saat kontrak pembelian bahan, nomor kontrak penjualan harus dihubungkan dan dikelola dalam sistem manajemen persediaan.
- Posisi long dikelola sebagai barang yang belum memiliki kontrak penjualan yang pasti pada saat penerimaan.
- Pabrik Jepang di Indonesia menggunakan sistem yang memberikan nomor S/O berbeda untuk manajemen posisi long.
Kontrak Penjualan dan Pembelian
Dalam bisnis persediaan, kontrak pembelian yang mengantisipasi permintaan masa depan dan kenaikan harga bahan, serta kontrak penjualan yang mengantisipasi penurunan harga jual dapat terjadi. Ini mirip dengan waran dalam perdagangan saham. Ketika posisi beli dan jual bergerak berlawanan arah dengan pasar, risiko muncul. Untuk mengelola risiko ini, perlu membedakan antara persediaan yang terkait dengan kontrak penjualan dan yang tidak terkait.
Untuk membedakan ini, pada saat kontrak pembelian bahan, yaitu saat penerbitan P/O, perlu mengaitkan dengan kontrak penjualan (nomor S/O) dan mengelolanya dalam sistem manajemen persediaan bersama dengan nomor penerimaan.
Long dan Short
Barang yang belum memiliki kontrak penjualan yang pasti pada saat penerimaan dicatat sebagai posisi long, dan nomor S/O dialokasikan ketika kontrak penjualan telah dipastikan. Untuk mengelola posisi ini, diperlukan dua fungsi dalam sistem.
- Pemberian nomor S/O saat penerimaan
- Pemberian nomor S/O untuk persediaan posisi long setelah penerimaan
Fungsi kedua dapat diimplementasikan dengan memisahkan posisi long dan lainnya berdasarkan lokasi dalam pergerakan persediaan.
Contoh: Di pabrik Jepang di Indonesia, sistem yang memberikan nomor S/O berbeda saat penerimaan dan saat kontrak penjualan dipastikan telah diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi manajemen posisi long.
Poin Penting: Dalam manajemen posisi long, penting untuk memberikan nomor S/O pada tahap yang berbeda saat penerimaan dan setelah penerimaan.
Pertanyaan Umum | Manajemen Risiko Bisnis Persediaan
Berikut adalah ringkasan dari pertanyaan yang sering muncul terkait isi artikel ini.
Bagaimana cara mengelola risiko dalam bisnis persediaan?
Dalam bisnis persediaan, kontrak jual beli yang mengantisipasi perubahan permintaan dan harga bahan di masa depan terjadi. Untuk manajemen risiko, perlu membedakan antara persediaan yang terkait dengan kontrak penjualan dan yang tidak terkait. Ini membantu mengurangi risiko ketika pasar bergerak berlawanan arah.
Apa itu posisi long?
Posisi long merujuk pada barang yang belum memiliki kontrak penjualan yang pasti pada saat penerimaan. Barang-barang ini akan diberikan nomor S/O ketika kontrak penjualan telah dipastikan. Dalam manajemen posisi long, pemberian nomor S/O yang tepat dalam sistem sangat penting.
Bagaimana nomor S/O dikelola?
Nomor S/O dikelola dengan mengaitkannya dengan kontrak penjualan pada saat kontrak pembelian bahan. Dengan memberikan nomor S/O yang berbeda saat penerimaan dan saat kontrak penjualan dipastikan, sistem manajemen persediaan dapat dikelola secara efisien. Pabrik Jepang di Indonesia telah mengimplementasikan sistem ini.

