{"id":94471,"date":"2019-07-20T22:54:55","date_gmt":"2019-07-20T15:54:55","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/cost-calculation\/"},"modified":"2025-03-19T16:11:27","modified_gmt":"2025-03-19T09:11:27","slug":"cost-calculation","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/cost-calculation\/","title":{"rendered":"Perbedaan Metode Perhitungan Biaya yang Diadopsi oleh Sistem Manajemen Produksi"},"content":{"rendered":"<p>Sistem yang mengadopsi metode pencatatan berkelanjutan, di mana jurnal dihasilkan setiap kali ada penerimaan atau pengeluaran sehingga nilai evaluasi aset persediaan dalam akuntansi dan manajemen persediaan tersinkronisasi, dan sistem yang mengadopsi metode tiga bagian (metode perhitungan persediaan), yang menghitung biaya produksi dengan mengurangkan persediaan akhir bulan dari persediaan awal bulan dan biaya yang terjadi dalam bulan tersebut, akan dijelaskan perbedaan metode perhitungan biayanya dengan memisahkan biaya variabel dan biaya tetap.<br \/>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/managemen-biaya\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Production Costing di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-2-150x150.jpg\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u306e\u539f\u4fa1\u7ba1\u7406\u30b7\u30b9\u30c6\u30e0\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-2-150x150.jpg 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-2-100x100.jpg 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Production Costing di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di pabrik-pabrik tipe produksi massal seperti produsen komponen roda dua dan roda empat yang banyak ditemukan di Indonesia, terdapat beberapa proses manufaktur. Menghitung biaya pengolahan untuk setiap proses dan mengakumulasikannya ke produk disebut sebagai perhitungan biaya komprehensif (process costing). Dalam hal ini, biaya tenaga kerja dan biaya overhead manufaktur yang dicatat oleh bagian akuntansi pada akhir bulan akan dialihkan ke aset inventaris dan dialokasikan. Sebaliknya, di pabrik produksi pesanan individu yang bersifat satu-satunya, perhitungan biaya individu (job order costing) digunakan untuk mengumpulkan biaya berdasarkan nomor pesanan atau nomor proyek. Dalam kasus ini, biaya tenaga kerja dan biaya overhead manufaktur dicatat &#8230; <\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t<\/p>\n<h2>Tentang Fungsi Perhitungan Biaya pada Sistem Bisnis<\/h2>\n<p>Sistem bisnis (ERP) seperti Microsoft Dynamics atau Sage Accpac, yang sering diimplementasikan di Indonesia, mengadopsi metode pencatatan berkelanjutan yang secara otomatis menghasilkan jurnal akuntansi saat pencatatan kinerja produksi atau input aktual.<br \/>\nDalam hal ini, biaya variabel seperti biaya bahan langsung dicatat sebagai biaya bahan langsung dengan mengalikan harga satuan yang diperoleh dari metode masuk pertama keluar pertama (FIFO) atau metode rata-rata bergerak dengan jumlah input aktual.<br \/>\nSelain itu, biaya tetap seperti biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead produksi juga dicatat sebagai biaya tenaga kerja langsung atau biaya overhead produksi dengan menetapkan tingkat alokasi standar pada daftar komponen (BOM) dan mengalikannya dengan jam kerja aktual atau waktu operasional aktual.<br \/>\nKemudian, selisih antara jumlah aktual yang ditetapkan pada akhir bulan perlu dibagi secara manual antara biaya produksi bulan tersebut (biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead produksi) dan persediaan akhir bulan.<br \/>\nMetode perhitungan biaya yang menekankan kecepatan laporan dengan menghubungkan persediaan dan akuntansi secara real-time ini sebenarnya disebut perhitungan biaya aktual, tetapi di lapangan operasional sering disebut sebagai penggunaan biaya standar.<br \/>\nSebaliknya, pada sistem yang mengadopsi metode tiga bagian, di mana jurnal akuntansi tidak dihasilkan saat pencatatan kinerja produksi atau input aktual, biaya produksi dihitung dengan mengurangkan persediaan akhir bulan dari persediaan awal bulan dan biaya yang terjadi dalam bulan tersebut. Dalam metode ini, harga satuan biaya variabel dihitung dengan metode rata-rata total, sementara biaya tetap aktual diakumulasikan per pusat biaya. Tingkat upah aktual (atau tingkat alokasi aktual) dihitung dengan membagi jumlah tersebut dengan total jam kerja langsung aktual atau jumlah produksi aktual per pusat biaya, lalu dilakukan perhitungan akumulasi.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Biaya tenaga kerja langsung aktual per unit = Tingkat alokasi aktual (tingkat upah aktual) \u00d7 efisiensi (jam kerja aktual)<\/li>\n<li>Biaya overhead produksi aktual per unit = Tingkat alokasi aktual<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam perhitungan biaya standar, kebutuhan bahan dihitung dengan menguraikan BOM berdasarkan jumlah produksi produk yang direncanakan, dan harga satuan biaya variabel produk dihitung dengan mengalikan harga satuan bahan dari data master.<br \/>\nAnggaran biaya tetap yang diakumulasikan per pusat biaya dibagi dengan total jam kerja langsung yang direncanakan atau jumlah produksi yang direncanakan per pusat biaya, yang dihitung melalui ekspansi waktu BOM, untuk menghitung tingkat upah standar (atau tingkat alokasi standar).<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Biaya tenaga kerja langsung standar per unit = Tingkat alokasi standar (tingkat upah standar) \u00d7 efisiensi (jam kerja standar)<\/li>\n<li>Biaya overhead produksi standar per unit = Tingkat alokasi standar<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2>Metode Perhitungan Biaya per Elemen Produk<\/h2>\n<p>Berikut adalah ringkasan bagaimana biaya produksi produk yang dihasilkan melalui tiga tahap proses produksi\u2014tahap pertama, tahap kedua, dan tahap ketiga\u2014diakumulasikan berdasarkan elemen biaya sesuai dengan metode perhitungan biaya.<br \/>\n<span class=\"st-mymarker-s\">Pada sistem metode pencatatan berkelanjutan, perhitungan biaya aktual dilakukan secara real-time,<\/span> <span class=\"st-mymarker-s\">sedangkan pada sistem metode tiga bagian, perhitungan biaya aktual dilakukan secara batch setelah proses penutupan bulan akuntansi selesai, dan perhitungan biaya standar dilakukan sebagai bagian dari akuntansi manajemen berdasarkan rencana produksi produk periode berikutnya dan anggaran biaya tetap.<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%; height: 452px;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%; background-color: #000000; text-align: center;\"><span style=\"color: #ffffff;\">Elemen Biaya<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 25%; background-color: #000000; text-align: center;\"><span style=\"color: #ffffff;\">Metode Perhitungan<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 25%; background-color: #000000; text-align: center;\"><span style=\"color: #ffffff;\">Langkah Perhitungan<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 25%; background-color: #000000; text-align: center;\"><span style=\"color: #ffffff;\">Rincian<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 191px;\">\n<td style=\"width: 25%; height: 191px;\">Biaya Tenaga Kerja Langsung<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 191px;\"><strong>Metode Pencatatan Berkelanjutan<\/strong><br \/>\nTingkat upah per item BOM \u00d7 jam kerja aktual<br \/>\n<strong>Metode Tiga Bagian (Aktual &#038; Standar)<\/strong><br \/>\nJumlah jurnal akuntansi atau anggaran dialokasikan ke proses langsung<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 191px;\"><strong>Aktual<\/strong><br \/>\nTingkat upah dihitung dengan membagi biaya tenaga kerja langsung yang diakumulasikan per proses dengan jam kerja langsung aktual.<br \/>\n<strong>Standar<\/strong><br \/>\nJumlah produksi yang direncanakan dihitung dari ekspansi BOM berdasarkan rencana produksi produk, lalu dikalikan dengan efisiensi (perhitungan ekspansi waktu) untuk menghitung jam kerja langsung yang direncanakan.<\/p>\n<p>Anggaran biaya tenaga kerja langsung yang diakumulasikan per proses (pusat biaya) dibagi dengan jam kerja langsung yang direncanakan untuk menghitung tingkat upah.<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 191px;\">Biaya Tenaga Kerja Langsung Tahap Ketiga<\/p>\n<p>Biaya Tenaga Kerja Langsung Tahap Kedua<br \/>\nBiaya Tenaga Kerja Langsung Tahap Pertama<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 215px;\">\n<td style=\"width: 25%; height: 215px;\">Biaya Overhead Produksi<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 215px;\"><strong>Metode Pencatatan Berkelanjutan<\/strong><br \/>\nTingkat alokasi per item BOM \u00d7 jam kerja aktual<br \/>\n<strong>Metode Tiga Bagian (Aktual &#038; Standar)<\/strong><br \/>\nJumlah jurnal akuntansi atau anggaran dialokasikan pertama kali ke pusat biaya (departemen, lini, kelompok produk), lalu dihitung alokasinya dari pusat biaya<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 215px;\"><strong>Aktual<\/strong><br \/>\nTotal jam kerja langsung aktual yang diakumulasikan per pusat biaya digunakan sebagai rasio alokasi pertama.<\/p>\n<p>Biaya overhead produksi pusat biaya dibagi dengan jam kerja langsung atau jumlah produksi untuk menghitung tingkat alokasi.<\/p>\n<p><strong>Standar<\/strong><br \/>\nJumlah produksi yang direncanakan dihitung dari ekspansi BOM berdasarkan rencana produksi produk, lalu dikalikan dengan efisiensi (perhitungan ekspansi waktu) untuk menghitung jam kerja langsung yang direncanakan.<\/p>\n<p>Total jam kerja langsung yang direncanakan diakumulasikan per pusat biaya digunakan sebagai rasio alokasi pertama.<\/p>\n<p>Anggaran biaya overhead produksi pusat biaya dibagi dengan jam kerja langsung yang direncanakan atau jumlah produksi yang direncanakan untuk menghitung tingkat alokasi.<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 215px;\">Biaya Overhead Produksi Tahap Ketiga<\/p>\n<p>Biaya Overhead Produksi Tahap Kedua<br \/>\nBiaya Overhead Produksi Tahap Pertama<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 23px;\">\n<td style=\"width: 25%; height: 23px;\">Biaya Penyusutan<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 23px;\"><strong>Metode Pencatatan Berkelanjutan<\/strong><br \/>\nTingkat alokasi per item BOM \u00d7 waktu operasional aktual<br \/>\n<strong>Metode Tiga Bagian (Aktual &#038; Standar)<\/strong><br \/>\nJumlah jurnal akuntansi atau anggaran dialokasikan ke lini langsung<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 23px;\"><strong>Aktual<\/strong><br \/>\nTingkat alokasi dihitung dengan membagi biaya overhead produksi yang diakumulasikan per lini dengan waktu operasional mesin aktual.<br \/>\n<strong>Standar<\/strong><br \/>\nJumlah produksi yang direncanakan dihitung dari ekspansi BOM berdasarkan rencana produksi produk, lalu dikalikan dengan efisiensi (perhitungan ekspansi waktu) untuk menghitung jam kerja langsung yang direncanakan.<\/p>\n<p>Biaya overhead produksi yang diakumulasikan per lini (pusat biaya) dibagi dengan waktu operasional yang direncanakan untuk menghitung tingkat alokasi.<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 23px;\">Biaya Penyusutan Mesin Tahap Ketiga<\/p>\n<p>Biaya Penyusutan Mesin Tahap Kedua<br \/>\nBiaya Penyusutan Mesin Tahap Pertama<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 23px;\">\n<td style=\"width: 25%; height: 23px;\">Biaya Bahan Langsung<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 23px;\"><strong>Metode Pencatatan Berkelanjutan<\/strong><br \/>\nHarga satuan bahan terbaru yang dihitung dengan metode rata-rata bergerak \u00d7 input aktual<br \/>\n<strong>Metode Tiga Bagian (Aktual &#038; Standar)<\/strong><br \/>\nDihitung dengan mengalikan harga satuan rata-rata total yang dihitung pada akhir bulan atau jumlah penggunaan per produk dari ekspansi BOM dengan harga satuan bahan standar<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 23px;\"><strong>Aktual<\/strong><br \/>\nKebutuhan diambil dari hubungan induk-anak antara input aktual dan kinerja produksi.<br \/>\n<strong>Standar<\/strong><br \/>\nKebutuhan diambil dari kebutuhan anak dalam hubungan induk-anak pada BOM.<\/td>\n<td style=\"width: 25%; height: 23px;\">Biaya Bahan Langsung Tahap Pertama<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Alokasi pertama adalah pembagian biaya tetap departemen tidak langsung atau biaya umum lini ke pusat biaya seperti departemen atau lini berdasarkan jam kerja langsung atau jumlah personel. Tingkat alokasi (tingkat upah) dihitung dengan membagi biaya tetap yang diakumulasikan di pusat biaya dengan jam kerja langsung atau jumlah produksi.<br \/>\nSecara spesifik, tingkat alokasi adalah biaya tenaga kerja langsung per menit atau biaya overhead produksi dan biaya penyusutan per unit produk.<\/p>\n<h2>Jurnal Terkait Penerimaan dan Pengeluaran Persediaan<\/h2>\n<p>Sistem manajemen biaya dapat digunakan untuk akuntansi manajemen maupun akuntansi keuangan. Namun, jurnal perhitungan COGS dari \u201cpembuatan jurnal akuntansi oleh sistem bisnis\u201d didasarkan pada metode tiga bagian, di mana persediaan awal bulan, persediaan akhir bulan, dan pembelian bulan tersebut dipindahkan secara manual ke akun COGS sebagai jurnal penyesuaian penutupan.<br \/>\nSebaliknya, \u201cmenggunakan sistem manajemen biaya untuk akuntansi keuangan\u201d berarti menghasilkan jurnal penerimaan dan pengeluaran aset persediaan, serta mengintegrasikan seluruh set jurnal yang muncul dalam proses hingga perhitungan biaya penjualan ke sistem akuntansi.<br \/>\nDengan kata lain, jurnal untuk serangkaian proses penerimaan dan pengeluaran\u2014penerimaan bahan, konsumsi bahan, penyelesaian produk, penjualan produk, dan konversi ke biaya penjualan\u2014dihasilkan secara berurutan, sehingga tidak ada pemindahan persediaan awal dan akhir bulan seperti dalam metode tiga bagian.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-13296 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/COGM.jpg\" alt=\"Jurnal Terkait Penerimaan dan Pengeluaran Persediaan\" width=\"564\" height=\"307\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/COGM.jpg 564w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/COGM-300x163.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/p>\n<div style=\"clear: both;\"><\/div>\n<h3>Pembelian Bahan<\/h3>\n<p>Dapat diperoleh dari jumlah aktual pembelian bahan pada tabel penerimaan dan pengeluaran hasil perhitungan biaya, tetapi biasanya dikelola di sistem akuntansi.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) RAW MATERIAL<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) ACCOUNTS PAYABLE (R) &#8211; IDR<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Konsumsi Bahan<\/h3>\n<p>Jumlah total nilai aktual input bahan dari tabel penerimaan dan pengeluaran hasil perhitungan biaya.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) MATERIAL COST (MF)<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) RAW MATERIAL<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Hasil Produksi Produk<\/h3>\n<p>Jumlah biaya bahan baku utama dari poin 2 dan total biaya tenaga kerja langsung serta biaya overhead produksi yang diintegrasikan dari sistem akuntansi menjadi total biaya produksi bulan tersebut, yang kemudian dipindahkan ke produk (dengan asumsi tidak ada barang dalam proses).<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) FINISHED GOODS<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Material Cost (MF) &#8211; Offset<\/li>\n<li><strong>\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000 <\/strong>(Kredit) Labor Cost (MF) &#8211; Offset<\/li>\n<li><strong>\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000 <\/strong>(Kredit) FOH (MF) &#8211; Offset<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Penjualan<\/h3>\n<p>Dapat diperoleh dari jumlah aktual penjualan pada tabel penerimaan dan pengeluaran hasil perhitungan biaya, tetapi biasanya dikelola di sistem akuntansi.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) ACCOUNT RECEIVABLE &#8211; IDR<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) SALES<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Biaya Penjualan<\/h3>\n<p>Jumlah total biaya dari laporan penjualan hasil perhitungan biaya.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) COGS from F\/G<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) F\/G<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2>Jurnal Penyesuaian Akhir Bulan<\/h2>\n<h3>Jurnal Pemindahan ke Akun Lain<\/h3>\n<ol>\n<li>Pengurangan Biaya Produksi (Pemindahan Antar Biaya Produksi)<br \/>\nKerusakan yang terjadi dalam proses produksi dikurangkan dari biaya produksi dan dipindahkan ke biaya kerusakan melalui pemindahan ke akun lain. Ini adalah pemindahan dalam biaya produksi. Biaya produksi = Barang dalam proses awal bulan + biaya produksi bulan ini &#8211; (pemindahan ke akun lain + barang dalam proses akhir bulan)<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) Loss due to spoiled work\u30002<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Transfer to other account\u30002<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/li>\n<li>Pengurangan Biaya Penjualan<br \/>\nKerusakan produk setelah dikonversi menjadi biaya produksi dipindahkan ke biaya administrasi dan penjualan melalui pemindahan ke akun lain untuk dikurangkan dari biaya penjualan. Biaya penjualan = Produk awal bulan + biaya produksi bulan ini &#8211; (pemindahan ke akun lain + produk akhir bulan)<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) Stock losses and shrinkage\u30002<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Transfer to other account\u30002<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Jurnal Pemindahan Alokasi Antar Departemen untuk Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Produksi<\/h3>\n<p>Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead produksi yang diintegrasikan dari sistem akuntansi ke sistem manajemen biaya dialokasikan antar departemen di sisi sistem manajemen biaya. Kemudian, jurnal pemindahan alokasi antar departemen diintegrasikan kembali ke sistem akuntansi untuk melihat laba rugi per departemen.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) Direct labor-Press Dept\u30005<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Direct labor\u30001<\/li>\n<li>(Debit) Direct labor-Assy Dept\u30005<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Direct labor\u30001<\/li>\n<li>(Debit) FOH-Press\u30004<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) FOH\u30004<\/li>\n<li>(Debit) FOH-Assy\u30003<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) FOH\u30003<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem yang mengadopsi metode pencatatan berkelanjutan, di mana jurnal dihasilkan setiap kali ada penerimaan atau pengeluaran sehingga nilai evaluasi aset persediaan dalam akuntansi dan manajemen persediaan tersinkronisasi, dan sistem yang mengadopsi metode tiga bagian (metode perhitungan persediaan), yang menghitung biaya produksi dengan mengurangkan persediaan akhir bulan dari persediaan awal bulan dan biaya yang terjadi dalam bulan tersebut, akan dijelaskan perbedaan metode perhitungan biayanya dengan memisahkan biaya variabel dan biaya tetap.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81316,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[697],"tags":[],"class_list":["post-94471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cost-management"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94471"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94471\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}