{"id":68176,"date":"2011-05-11T02:35:25","date_gmt":"2011-05-10T19:35:25","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/scheduling-parameter\/"},"modified":"2026-09-02T19:40:05","modified_gmt":"2026-09-02T12:40:05","slug":"scheduling-parameter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/scheduling-parameter\/","title":{"rendered":"Metode Optimalisasi Penjadwalan Produksi dengan Asprova"},"content":{"rendered":"<p>Penjadwal produksi Asprova, setelah fase pembuatan daftar pesanan atau daftar pekerjaan, pada fase eksekusi perintah, perintah ekspansi pesanan akan menghasilkan instruksi input pekerjaan dan instruksi output pekerjaan sambil merujuk ke BOM. Kemudian, perintah penugasan\/pengikatan pesanan akan menghasilkan instruksi penggunaan pekerjaan untuk melakukan penugasan terhadap sumber daya.<\/p>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/penjadwal-produksi\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Penjadwal Produksi di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-7-150x150.png\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"Diagram terstruktur tentang penjadwal produksi, tabel PSI, dan perencanaan beban di Indonesia\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-7-150x150.png 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-7-100x100.png 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Penjadwal Produksi di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Perencanaan produksi dan perencanaan beban saling terkait erat dan memerlukan verifikasi berbasis kuantitas. Penting untuk membandingkan jumlah produksi,\u2026<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t\n<div class=\"article-point\" id=\"key-takeaways\">\n<h2 class=\"article-point-title\">Yang dipelajari dari artikel ini<\/h2>\n<ul>\n<li>Asprova menggunakan perintah ekspansi pesanan untuk merujuk BOM dan menghasilkan instruksi kerja.<\/li>\n<li>Perintah penugasan\/pengikatan pesanan menghasilkan instruksi penggunaan kerja terhadap sumber daya.<\/li>\n<li>Saat ekspansi pesanan, fungsi pengisian otomatis menghasilkan pesanan produksi untuk kekurangan.<\/li>\n<li>Pembatalan penugasan mengembalikan status kerja menjadi belum ditugaskan dan memungkinkan penjadwalan ulang.<\/li>\n<li>Evaluasi sumber daya memiliki 11 jenis rumus evaluasi standar, dan rumus evaluasi tambahan juga dapat digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p><script type=\"application\/ld+json\" id=\"wprestapi-ai-jsonld\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/scheduling-parameter\/#article\",\"headline\":\"Metode Optimalisasi Penjadwalan Produksi dengan Asprova\",\"description\":\"Asprova menggunakan perintah ekspansi pesanan untuk merujuk BOM dan menghasilkan instruksi kerja. Perintah penugasan\/pengikatan pesanan menghasilkan\u2026\",\"mainEntityOfPage\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/scheduling-parameter\/\"},\"inLanguage\":\"id\",\"datePublished\":\"2011-05-11T02:35:25\",\"dateModified\":\"2025-03-20T09:34:17\",\"author\":{\"@type\":\"Person\",\"name\":\"yamazou\"}},{\"@type\":\"ItemList\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/scheduling-parameter\/#key-takeaways\",\"name\":\"Yang dipelajari dari artikel ini\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Asprova menggunakan perintah ekspansi pesanan untuk merujuk BOM dan menghasilkan instruksi kerja.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perintah penugasan\/pengikatan pesanan menghasilkan instruksi penggunaan kerja terhadap sumber daya.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Saat ekspansi pesanan, fungsi pengisian otomatis menghasilkan pesanan produksi untuk kekurangan.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pembatalan penugasan mengembalikan status kerja menjadi belum ditugaskan dan memungkinkan penjadwalan ulang.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Evaluasi sumber daya memiliki 11 jenis rumus evaluasi standar, dan rumus evaluasi tambahan juga dapat digunakan.\"}]}]}<\/script><\/p>\n<h2>Alur Pembuatan Rencana<\/h2>\n<h3>Fase Pembuatan Daftar Pesanan atau Daftar Pekerjaan<\/h3>\n<p>Pengumpulan pesanan adalah proses menghasilkan daftar pesanan dari tabel pesanan Asprova, sedangkan pengumpulan pekerjaan adalah proses menghasilkan daftar pekerjaan dari tabel pekerjaan. Keduanya disimpan dalam parameter rencana induk.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Pengumpulan Pesanan (Prepare for assignment): Mengumpulkan dari tabel pesanan ke daftar pesanan<\/li>\n<li>Penyaringan Pesanan (Filter orders): Menyaring dari daftar pesanan<\/li>\n<li>Pembatalan Penugasan (Unassign all): Membatalkan penugasan pekerjaan dalam daftar pekerjaan<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Penyaringan pekerjaan diatur dalam ekspresi kondisi penyaringan pekerjaan dari parameter rencana induk.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Pengumpulan Pekerjaan (Upload operations): Mengumpulkan dari tabel pekerjaan ke daftar pekerjaan<\/li>\n<li>Penyaringan Pekerjaan (Filter operations): Menyaring dari daftar pekerjaan<\/li>\n<li>Pembatalan Penugasan (Unassign all): Membatalkan penugasan pekerjaan dalam daftar pekerjaan<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam parameter rencana default, perintah &#8220;Pengumpulan Pekerjaan&#8221; tidak diperlukan sebelum perintah penugasan\/penghubungan pesanan karena pekerjaan yang dihasilkan oleh perintah ekspansi pesanan sudah disimpan dalam daftar pekerjaan dari parameter rencana default yang merupakan objek perintah induk.<\/p>\n<h3>Fase Eksekusi Perintah<\/h3>\n<p>Dalam Ekspansi Pesanan (Explode orders), pesanan produksi (MPS) yang kurang dari instruksi input pekerjaan pesanan diterima dihasilkan sebagai pesanan pengisian (anak) dengan mengacu pada BOM produksi untuk memenuhi daftar pesanan melalui fungsi pengisian otomatis, dan pesanan produksi yang kurang dari instruksi input pekerjaan MPS dihasilkan sebagai pesanan pengisian (cucu).<\/p>\n<p>Instruksi input pekerjaan dan instruksi output pekerjaan dihasilkan untuk pesanan terdaftar dan pesanan pengisian yang disimpan dalam daftar pesanan. Penghubungan antar pesanan adalah instruksi input pekerjaan dari pekerjaan tahap awal pesanan sendiri dan instruksi output pekerjaan dari pekerjaan tahap akhir pesanan sebelumnya, dan pesanan pengisian yang dihasilkan secara otomatis atau pesanan produksi yang terhubung dalam BOM produksi dihubungkan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Menghasilkan pesanan pengisian secara otomatis dengan mengacu pada BOM<\/li>\n<li>Menghasilkan daftar pekerjaan dari daftar pesanan (instruksi input pekerjaan dan instruksi output pekerjaan)<\/li>\n<li>Penghubungan antar pesanan<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam penugasan\/penghubungan pesanan, instruksi penggunaan pekerjaan dihasilkan dengan melihat aturan dispatching dan properti evaluasi sumber daya, dan pekerjaan dialokasikan dari daftar pekerjaan. Setelah sementara dialokasikan ke semua sumber daya kandidat, dialokasikan ulang ke sumber daya dengan evaluasi tertinggi dari evaluasi sumber daya dalam penugasan aktual.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Penugasan\/Penghubungan Pesanan (Assign\/peg orders) menghasilkan instruksi penggunaan pekerjaan dari daftar pekerjaan dan mengalokasikannya<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Penghubungan antar pesanan dilakukan dua kali, saat ekspansi pesanan dan saat penugasan\/penghubungan pesanan, karena ada kasus di mana perlu menghubungkan ulang berdasarkan hasil penugasan (jika ada stok MIN, penghubungan stok MIN digeser ke kiri).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/schedulingcommand2.gif\"><img decoding=\"async\" alt=\"schedulingcommand\" class=\"aligncenter wp-image-12023\" height=\"401\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/schedulingcommand2.gif\" width=\"454\"\/><\/a><\/p>\n<h2>Arti Pembatalan Penugasan<\/h2>\n<p>Setelah menghasilkan pekerjaan melalui pengembangan pesanan dan menetapkan pekerjaan melalui penugasan dan pengikatan pesanan, jika ada perbaikan manual pada rencana atau input hasil aktual, status pekerjaan yang tetap &#8220;Ditugaskan&#8221; tidak akan mengubah hasil meskipun dijadwalkan ulang. Ini karena perintah pengembangan pesanan tidak mempengaruhi pekerjaan yang &#8220;Ditugaskan&#8221;.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, perlu dilakukan pembatalan penugasan terlebih dahulu, mengembalikan status pekerjaan menjadi &#8220;Belum Ditugaskan&#8221;, kemudian melakukan pengembangan pesanan dan penugasan\/pengikatan pesanan untuk membuat jadwal yang mencerminkan pembaruan. Pembatalan penugasan diperlukan bukan untuk menghapus hasil aktual, tetapi untuk melakukan penugasan ulang berdasarkan hasil aktual yang telah dimasukkan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Jika bendera penugasan pekerjaan dalam daftar pesanan pada pengembangan pesanan adalah &#8220;Ditugaskan&#8221;, pekerjaan tidak akan dihasilkan, sehingga pembatalan penugasan harus dilakukan sebelum pengembangan pesanan.<\/li>\n<li>Instruksi penggunaan pekerjaan dihasilkan melalui penugasan dan pengikatan pesanan, dan pekerjaan dengan status &#8220;Ditugaskan&#8221; akan selesai.<\/li>\n<li>Memasukkan jumlah hasil aktual atau tanggal perolehan hasil aktual pada pekerjaan tidak akan menggerakkan jadwal hanya dengan memasukkannya.<\/li>\n<li>Daftar pekerjaan dihasilkan melalui pengumpulan dan penyaringan pekerjaan, dan status pekerjaan dikembalikan menjadi &#8220;Belum Ditugaskan&#8221; melalui pembatalan penugasan.<\/li>\n<li>Jadwal yang mencerminkan hasil aktual yang dimasukkan dibuat melalui penugasan dan pengikatan pesanan.<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2>Hubungan antara Pesanan, Pekerjaan, Tugas, dan Instruksi<\/h2>\n<p>Dalam produksi berdasarkan pesanan MTO (Make to Order), jadwal pengiriman pesanan yang telah dikonfirmasi menjadi kebutuhan langsung (Rencana Produksi Utama MPS). Sebaliknya, dalam produksi berdasarkan stok MTS (Make to Stock), perlu mengimpor kebutuhan MRP secara terpisah berdasarkan pesanan yang telah dikonfirmasi. Dengan demikian, hubungan antara pesanan, pekerjaan, tugas, dan instruksi menjadi jelas.<\/p>\n<p>Pesanan mengacu pada permintaan dari pelanggan, pekerjaan adalah proses konkret untuk mewujudkan pesanan tersebut. Tugas adalah pembagian lebih lanjut dari pekerjaan, dan instruksi mencakup arahan untuk melaksanakan tugas tersebut. Dengan menghubungkan elemen-elemen ini, jadwal produksi yang efisien dapat direalisasikan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"task\" class=\"aligncenter wp-image-12193\" height=\"313\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/task.gif\" width=\"452\"\/><\/p>\n<p class=\"field-note\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:18px 0 8px;padding:14px 16px 14px 18px;background:#fffaf3;border:1px solid #f0e0c8;border-left:5px solid #d97706;border-radius:6px;color:#3f3a32;line-height:1.75;\"><strong style=\"display:inline-block;margin-right:0.35em;color:#b45309;font-weight:700;\">Contoh:<\/strong> Misalnya, dalam sebuah industri manufaktur, ketika pesanan masuk, pertama-tama rencana pekerjaan dibuat, kemudian setiap pekerjaan dipecah menjadi tugas. Selanjutnya, instruksi dikeluarkan, dan pekerja melanjutkan produksi sesuai dengan instruksi tersebut. Melalui proses ini, produksi yang efisien dapat dilakukan dengan mempertimbangkan pengaturan dan batasan cetakan.<\/p>\n<p class=\"field-generalization\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:0 0 22px;padding:10px 14px 10px 16px;background:#f5f9fc;border-left:4px solid #2f80ed;border-radius:0 6px 6px 0;color:#1f2937;line-height:1.7;\"><strong style=\"color:#1d4ed8;font-weight:700;\">Poin:<\/strong> Dengan memperjelas hubungan antara pesanan, pekerjaan, tugas, dan instruksi, jadwal produksi yang efisien dapat direalisasikan.<\/p>\n<h2>Setelah Backward Keseluruhan, Penjadwalan Ulang dengan Forward<\/h2>\n<p>Berdasarkan tanggal mulai pekerjaan yang telah dijadwalkan dengan backward, penjadwalan ulang dilakukan dengan forward dari pagi hari. Dalam parameter rencana gabungan, perlu menyesuaikan struktur hierarki parameter sub-rencana seperti &#8220;mengembangkan pesanan dari daftar pesanan dan membuat pekerjaan&#8221; dan &#8220;menyaring daftar pekerjaan dan melakukan penjadwalan pekerjaan&#8221;.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"backforward\" class=\"aligncenter wp-image-9669\" height=\"304\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/backforward.jpg\" width=\"474\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/backforward.jpg 667w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/backforward-300x192.jpg 300w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/backforward-100x64.jpg 100w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/backforward-320x205.jpg 320w\" sizes=\"(max-width: 474px) 100vw, 474px\" \/><\/p>\n<p>Makna dari StartOfNextDay(ME.\u88fd\u9020\u958b\u59cb\u65e5\u6642,0) adalah &#8220;mulai 0 hari setelah tanggal mulai produksi (NextDay)&#8221;, yaitu mengembalikan waktu mulai dari tanggal mulai produksi pekerjaan yang dijadwalkan. Ini berarti &#8220;menjadwalkan ulang seluruh pekerjaan yang dijadwalkan dengan backward menggunakan forward, tetapi tidak boleh dijadwalkan sebelum waktu mulai, yaitu dijadwalkan dari pagi hari itu&#8221;.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, jika menggunakan StartOfNextMonth, maka akan menjadi &#8220;mulai 0 bulan setelah tanggal mulai produksi&#8221; dan menjadi hari pertama bulan tersebut. Selain itu, jika ingin memulai dari pagi hari tetapi ingin menambahkan buffer waktu 15 menit untuk senam, maka dapat digeser seperti AdvanceAlongResourceWorkingTime(ME.\u4e3b\u8cc7\u6e90,StartOfNextDay(ME.\u88fd\u9020\u958b\u59cb\u65e5\u6642,0),15M).<\/p>\n<p>Ketika menjadwalkan ulang dengan forward, pekerjaan yang dijadwalkan dengan backward akan dijadwalkan ulang secara berurutan mulai dari tanggal mulai yang paling awal.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Penjadwalan ulang\" class=\"aligncenter wp-image-12150\" height=\"88\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/schepara4.jpg\" width=\"381\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/schepara4.jpg 498w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/schepara4-300x69.jpg 300w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/schepara4-100x23.jpg 100w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/schepara4-320x73.jpg 320w\" sizes=\"(max-width: 381px) 100vw, 381px\" \/><\/p>\n<h2>Setelah Penjadwalan Maju Keseluruhan, Hanya Proses Awal yang Dijadwalkan Mundur<\/h2>\n<p>Dalam proses produksi, jika terdapat bottleneck, penjadwalan maju dapat menyebabkan waktu tunggu pada proses awal. Dalam situasi seperti ini, menjadwalkan ulang hanya proses awal dengan penjadwalan mundur adalah efektif. Secara spesifik, gunakan fungsi penyaringan pekerjaan untuk menyaring pekerjaan pada proses awal dan batalkan penjadwalan. Dengan cara ini, pekerjaan pada proses berikutnya tidak akan dibatalkan secara tidak sengaja.<\/p>\n<p>Metode ini sangat efektif terutama dalam penjadwalan produksi yang menggunakan APS atau MRP. Saat merencanakan beban terbatas atau beban tak terbatas, ini menjadi metode penting untuk mewujudkan rencana produksi yang efisien dengan mempertimbangkan pengaturan, cetakan, dan batasan pekerja.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"bottleneck\" class=\"aligncenter wp-image-9793\" height=\"297\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/bottleneck.jpg\" width=\"482\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/bottleneck.jpg 595w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/bottleneck-300x185.jpg 300w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/bottleneck-100x61.jpg 100w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/bottleneck-320x197.jpg 320w\" sizes=\"(max-width: 482px) 100vw, 482px\" \/><\/p>\n<h2>Hubungan Antar Pesanan dalam Penjadwal<\/h2>\n<p>Dalam ekspansi kebutuhan MRP, pesanan produksi dan pesanan pembelian dihasilkan dengan cara yang sama dalam penjadwal. Pesanan terdiri dari pekerjaan yang dihasilkan dari instruksi input, instruksi penggunaan, dan instruksi output, dan dalam pesanan yang sama, instruksi output dari pekerjaan proses sendiri dihubungkan dengan instruksi input dari pekerjaan proses berikutnya. Dalam hubungan antar pesanan, instruksi output dari proses akhir pesanan sendiri dihubungkan dengan instruksi input dari proses awal pesanan berikutnya.<\/p>\n<p>Fitur ini dirancang untuk mewujudkan tujuan khusus penjadwal yaitu &#8220;mengurutkan pesanan dan menghubungkannya untuk dialokasikan ke sumber daya&#8221;. Dari pesanan (MPS), daftar pesanan dihasilkan, dan dari daftar pesanan, daftar pekerjaan dihasilkan. Hubungan dilakukan dengan FIFO berdasarkan tanggal jatuh tempo pesanan, tetapi dimungkinkan untuk mengatur urutan dengan menulis formula pengurutan, seperti menghubungkan dan mengalokasikan terlebih dahulu dari pesanan yang memiliki stok material.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/schedulingcommand2.gif\"><img decoding=\"async\" alt=\"Waktu pengikatan antar pesanan dilakukan\" class=\"aligncenter wp-image-12023\" height=\"362\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/schedulingcommand2.gif\" width=\"410\"\/><\/a><\/p>\n<p>Ada dua alur utama logika penjadwalan. Di dalamnya, hubungan antar pesanan dilakukan dua kali dalam &#8220;ekspansi pesanan&#8221; dan &#8220;alokasi\/penghubungan pesanan&#8221;.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<ol>\n<li>Pengumpulan Pesanan\u21d2Penyaringan Pesanan\u21d2Pembatalan Alokasi\u21d2Ekspansi Pesanan\u21d2Alokasi\/Penghubungan Pesanan\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Mengumpulkan pesanan dari tabel pesanan dan menghasilkan daftar pesanan pada parameter rencana induk<\/li>\n<li>Menghasilkan pekerjaan dan menghasilkan daftar pekerjaan pada parameter rencana induk<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/li>\n<li>Pengumpulan Pekerjaan\u21d2Penyaringan Pekerjaan\u21d2Pembatalan Alokasi\u21d2Alokasi\/Penghubungan Pesanan\n<ul>\n<li>Mengumpulkan pekerjaan dari tabel pekerjaan dan menghasilkan daftar pekerjaan pada parameter rencana induk<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<p>Ini karena ketika membuat jadwal yang mempertimbangkan stok MIN dalam BOM produksi, referensi stok MIN dilakukan pada saat alokasi\/penghubungan pesanan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ol>\n<li>Pada saat ekspansi pesanan, hubungan pesanan dilakukan (kekurangan atau kelebihan bahan baku diketahui pada titik ini)<\/li>\n<li>Pada saat alokasi\/penghubungan pesanan, referensi stok MIN dalam BOM produksi dilakukan untuk menghubungkan kembali<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dengan demikian, terdapat logika pemrosesan dua tahap.<\/p>\n<h2>Tabel Objek Penghubung dan Tabel Pekerjaan<\/h2>\n<p>Order yang dihasilkan sebagai hasil dari penjadwalan ulang dihubungkan satu sama lain oleh kelas objek penghubung, dan diwujudkan dalam tabel objek penghubung (Peg table) sebagai hubungan antara instruksi output dan instruksi input. Dalam pengembangan order, pertama-tama pekerjaan (instruksi input dan instruksi output) dihasilkan dari order, kemudian penghubungan dilakukan dengan objek penghubung. Proses ini dilakukan dengan menyiapkan daftar instruksi input pekerjaan dan instruksi output pekerjaan untuk setiap item, kemudian daftar tersebut diurutkan dan dihubungkan secara berurutan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ol>\n<li>Menghasilkan pekerjaan (instruksi input dan instruksi output) dari order<\/li>\n<li>Menghubungkan dengan objek penghubung<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&#8220;Ekspresi Pengurutan Instruksi Input Pekerjaan Saat Penghubungan&#8221; dan &#8220;Ekspresi Pengurutan Instruksi Output Pekerjaan Saat Penghubungan&#8221; dari kelas item menentukan metode pengurutan daftar, dan dapat mengubah urutan penghubungan yang dilakukan dengan FIFO dari tanggal jatuh tempo order. Tabel objek penghubung adalah kumpulan pemetaan antara instruksi output pekerjaan dan instruksi input pekerjaan, dan cocok untuk merujuk bahan atau barang dalam proses yang dihubungkan 1 banding N untuk setiap order. Di sisi lain, tabel pekerjaan cocok untuk mengumpulkan pekerjaan berdasarkan sumber daya yang dialokasikan oleh instruksi penggunaan pekerjaan.<\/p>\n<h2>Rencana dari Hilir, Realisasi dari Hulu<\/h2>\n<p>Ketika pesanan terhubung satu per satu, penggabungan lot menjadi tidak efektif karena ukuran lot berbeda di setiap proses, sehingga keterhubungan pesanan harus menjadi satu ke banyak. Jika produksi tidak dilakukan berdasarkan rencana yang didasarkan pada pesanan dan tidak ada realisasi yang dicapai, lantai produksi akan melakukan produksi atas kebijakannya sendiri, memisahkan penjualan dan produksi. Ini pernah ditekankan berdasarkan pengalaman nyata dalam pembuatan furnitur di Bali (<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/indonesia-asprova\/plan-result\/\">Kebutuhan untuk Menghubungkan Rencana dan Realisasi dalam Instruksi Produksi<\/a>). Dalam kasus ini, perbedaan antara realisasi yang tidak memenuhi rencana akan muncul.<\/p>\n<p>Dalam produksi berdasarkan pesanan seperti pembuatan furnitur di Bali, perbedaan tersebut harus diproduksi dengan cara apapun sebelum pengiriman untuk memenuhi jumlah pesanan. Namun, keterlambatan terhadap rencana produksi berulang yang dibuat berdasarkan pesanan tidak selalu harus ditebus per unit pesanan, dan dapat diselesaikan dengan keterlambatan dan diselamatkan oleh pesanan berikutnya.<\/p>\n<p>Perbedaan antara MRP dan penjadwal adalah perbedaan antara penumpukan kapasitas tak terbatas dan pengurangan kapasitas terbatas, tetapi ketika dilihat dari sudut pandang penanganan perbedaan antara rencana dan realisasi, MRP didasarkan pada jumlah rencana produksi dasar, dan jumlah pesanan produksi ditentukan untuk memenuhi jumlah rencana produksi dasar. Di sisi lain, penjadwal memiliki fungsi untuk menyesuaikan jumlah pesanan proses berikutnya secara otomatis sesuai dengan realisasi.<\/p>\n<p>MRP disebut &#8220;sistem dorong&#8221; karena didasarkan pada rencana produksi dasar berdasarkan tanggal penyelesaian produk utama, dan penyesuaian jumlah rencana berdasarkan realisasi tidak efektif, tetapi penjadwal dapat menyesuaikan jumlah rencana secara otomatis sesuai dengan realisasi setelahnya. Ini dapat dikatakan sebagai menimpa jumlah pesanan produksi yang dihasilkan dari hilir (pesanan) dengan memasukkan realisasi dari hulu (proses awal).<\/p>\n<p>Ada dua alasan mengapa ini mungkin. Penjadwal memiliki cara menghasilkan pesanan (pengisian otomatis) terhadap kebutuhan (rencana produksi dasar = MPS), selain metode penggabungan lot seperti MRP, ada fungsi MRP manajemen nomor produksi yang menghasilkan pesanan produksi satu per satu sambil mempertahankan keterhubungan dari pesanan, dan dengan menghubungkan pesanan satu per satu, jumlah rencana proses berikutnya disesuaikan berdasarkan jumlah realisasi.<\/p>\n<p>Alasan lainnya adalah realisasi penjadwal dimasukkan per unit pekerjaan, tetapi semua pekerjaan memiliki tingkat jumlah tetap (<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/indonesia-asprova\/asprova-operaton-status-order\/\">Dampak Input dan Koreksi Realisasi pada Status Pekerjaan dan Pesanan<\/a>), dan pekerjaan dengan tingkat jumlah tetap yang tinggi yang telah dimasukkan realisasinya menentukan jumlah pekerjaan sebelum dan sesudah dalam pesanan yang sama. Ini berfungsi ketika struktur master diatur menjadi satu produk dengan beberapa proses (satu pesanan dengan beberapa pekerjaan).<\/p>\n<h2>Ketidaksesuaian antara Pengikatan 1:1 dan Penggabungan Lot<\/h2>\n<p>Cara membuat master scheduler secara umum terbagi menjadi dua jenis berikut.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>1 Item 1 Proses (1 Pesanan 1 Pekerjaan)<\/li>\n<li>1 Item Banyak Proses (1 Pesanan Banyak Pekerjaan)<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam sistem manajemen produksi, pencatatan dilakukan berdasarkan pesanan (instruksi produksi), tetapi dalam scheduler, biasanya pencatatan dilakukan berdasarkan unit pekerjaan yang telah diekspansi prosesnya. Jika master diatur menjadi 1 item 1 proses, maka akan dihasilkan 1 pesanan 1 pekerjaan, sehingga unit pencatatan hasil akan sesuai.<\/p>\n<p>Pertimbangan stok barang dalam proses tergantung pada ada atau tidaknya pengaturan pengisian otomatis barang dalam proses. Ini tidak terkait dengan cara pembuatan master. Untuk mencerminkan hasil proses sebelumnya ke dalam jumlah rencana proses berikutnya, pekerjaan harus terikat dalam pesanan yang sama pada 1 item banyak proses, atau pengisian otomatis 1:1 pada 1 item 1 proses.<\/p>\n<p>Jika pengisian otomatis adalah 1:N, maka akan terikat dengan pesanan lain pada proses berikutnya untuk memenuhi jumlah rencana proses sebelumnya, sehingga tidak dapat menimpa jumlah rencana dengan hasil. Mencerminkan jumlah hasil proses sebelumnya ke dalam jumlah rencana proses berikutnya hanya efektif saat membuat rencana maju.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Kontradiksi antara pengikatan 1:1 dan penggabungan lot\" class=\"aligncenter wp-image-15242\" height=\"396\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/autoreplenish.gif\" width=\"385\"\/><\/p>\n<p>Mengikat 1:1 berarti menyesuaikan dengan ukuran lot salah satu proses, dan dalam hal ini pengaturan ukuran lot menjadi tidak berlaku. Jika ukuran lot yang berbeda diatur, maka harus terikat 1:N, dan konsep memperbaiki proses sebelumnya dan berikutnya dengan jumlah hasil tidak berlaku.<\/p>\n<p>Untuk mencerminkan perbedaan antara rencana dan hasil ke dalam jumlah rencana proses berikutnya, pesanan harus tidak terikat dengan pesanan lain.<\/p>\n<h2>Indikator Optimasi<\/h2>\n<p>Fungsi inti dari logika penjadwalan adalah untuk menghasilkan pekerjaan dari pesanan dan menetapkannya ke sumber daya. Ini dicapai dengan dua perintah: ekspansi pesanan dan penetapan\/penghubungan pesanan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<p>1. Ekspansi Pesanan<\/p>\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Menghasilkan pekerjaan (instruksi input pekerjaan dan instruksi output pekerjaan).<\/li>\n<li>Menghasilkan pesanan untuk kekurangan instruksi input melalui pengisian otomatis.<\/li>\n<li>Menghubungkan instruksi input dari tahap awal pesanan dengan instruksi output dari tahap akhir pesanan sebelumnya.<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<p>2. Penetapan\/Penghubungan Pesanan<\/p>\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Penetapan sementara: menggunakan instruksi penggunaan master dan aturan dispatching.<\/li>\n<li>Evaluasi sumber daya: menggunakan 11 jenis rumus evaluasi standar + rumus evaluasi tambahan.<\/li>\n<li>Melakukan penetapan nyata.<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Sebagai indikator optimasi, peningkatan tingkat operasi dan waktu tunggu adalah hal yang umum. Parameter penyesuaian berikut dapat dipertimbangkan untuk mencapai hal ini.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Evaluasi sumber daya (pemilihan sumber daya alternatif)<\/li>\n<li>Arah penetapan (TOC berfokus pada bottleneck)<\/li>\n<li>Pembagian pekerjaan (pengurangan waktu tunggu)<\/li>\n<li>Metode tumpang tindih (pengurangan waktu tunggu)<\/li>\n<li>Urutan pekerjaan (pengurangan jumlah pengaturan, eksternalisasi pengaturan internal, memprioritaskan pekerjaan dengan bahan yang tersedia)<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Kebijakan optimasi berbeda-beda tergantung pada pabrik, tetapi dengan menyesuaikan parameter ini, Anda dapat memberikan kecenderungan pada cara pekerjaan ditetapkan saat membuat jadwal, dan membuat jadwal yang dioptimalkan secara unik.<\/p>\n<h2>Mengatur Metode Alokasi Sumber Daya untuk Pekerjaan dengan Evaluasi Sumber Daya<\/h2>\n<p>Dalam proses alokasi dan pengikatan pesanan, evaluasi sumber daya dilakukan berdasarkan alokasi sementara ke sumber daya, dan alokasi aktual dilakukan.<\/p>\n<h3>Menerapkan Hanya Prioritas Sumber Daya BOM Produksi<\/h3>\n<p>Dengan memilih &#8220;Sumber Daya Prioritas&#8221; pada properti alokasi sumber daya, alokasi hanya dilakukan pada sumber daya dengan prioritas tertinggi dalam BOM produksi. Biasanya, &#8220;Sumber Daya dengan Nilai Evaluasi Tertinggi&#8221; yang dipilih.<\/p>\n<h3>Jika Sumber Daya dengan Prioritas Tertinggi Penuh, Dialokasikan ke Sumber Daya Alternatif<\/h3>\n<p>Dengan mengatur bobot evaluasi sumber daya &#8220;Bobot &#8211; Prioritas Sumber Daya&#8221; ke 1, alokasi dilakukan secara prioritas ke sumber daya dengan prioritas tertinggi, dan jika penuh, dialokasikan ke sumber daya alternatif.<\/p>\n<h3>Alokasi Penyeimbangan Beban<\/h3>\n<p>Dengan mengatur bobot evaluasi sumber daya &#8220;Bobot &#8211; Penyeimbangan Beban&#8221; ke 1, alokasi dilakukan secara merata ke sumber daya alternatif.<\/p>\n<h2>Menyesuaikan Metode Alokasi Sumber Daya dengan Rumus Evaluasi Tambahan<\/h2>\n<h3>Evaluasi Sumber Daya dan Rumus Evaluasi Tambahan<\/h3>\n<p>Evaluasi sumber daya memiliki 11 jenis properti secara standar, dan memungkinkan untuk mengubah metode evaluasi per sumber daya untuk mengalokasikan pekerjaan. Namun, tidak memungkinkan untuk mengubah metode evaluasi per item output untuk mengalokasikan pekerjaan ke sumber daya.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Bobot &#8211; Perataan Beban<\/li>\n<li>Bobot &#8211; Meminimalkan Waktu Pengaturan<\/li>\n<li>Bobot &#8211; Prioritas Sumber Daya<\/li>\n<li>Bobot &#8211; Meminimalkan Waktu Tunggu<\/li>\n<li>Bobot &#8211; Meminimalkan Keterlambatan Pengiriman<\/li>\n<li>Bobot &#8211; Meminimalkan Waktu Produksi<\/li>\n<li>Bobot &#8211; Prioritas Pesanan yang Sama<\/li>\n<li>Bobot &#8211; Prioritas Item yang Sama<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika diperlukan pengaturan kondisi yang tidak dapat ditangani oleh 11 jenis evaluasi sumber daya, rumus evaluasi tambahan dapat digunakan bersamaan dengan evaluasi sumber daya standar. Namun, ketika rumus evaluasi tambahan dipanggil, pekerjaan belum dialokasikan, sehingga untuk melakukan evaluasi tambahan berdasarkan hasil alokasi sementara, perlu menggunakan rumus evaluasi alokasi yang dimulai dengan TentAssign dari ME berikut ini.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Evaluasi &#8211; Instruksi Penggunaan Master (me.TentAssignCurrUseBomInst)<\/li>\n<li>Evaluasi &#8211; Pekerjaan Target (me.TentAssignCurrOper)<\/li>\n<li>Evaluasi &#8211; Pekerjaan Kanan (me.TentAssignRightOper)<\/li>\n<li>Evaluasi &#8211; Pekerjaan Kiri (me.TentAssignLeftOper)<\/li>\n<li>Evaluasi &#8211; Sumber Daya Target (me.TentAssignCurrRes)<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika pekerjaan target saat evaluasi adalah barang dalam proses 51096-BZ010 (barang tekan yang termasuk dalam item induk 51096-BZ010), alokasikan untuk meratakan tingkat beban yang dihitung dengan ResourceLoad (sama dengan &#8220;Bobot &#8211; Perataan Beban&#8221; dari evaluasi sumber daya), dan untuk pekerjaan lainnya, rujuk pada prioritas sumber daya (sama dengan &#8220;Bobot &#8211; Prioritas Sumber Daya&#8221; dari evaluasi sumber daya).<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>IF(CheckAllContents_Or(ME.Evaluasi &#8211; Pekerjaan Target.Produk Utama.&#8217;Item Induk (Rekursif)&#8217;,&#8217;==&#8217;,&#8217;51096-BZ010&#8242;),ResourceLoad(ME.Evaluasi &#8211; Sumber Daya Target,PROJECT.Awal Alokasi,PROJECT.Akhir Alokasi), ME.Evaluasi &#8211; Instruksi Penggunaan Master.Prioritas Sumber Daya)<\/li>\n<li>CheckAllContents_Or : Memeriksa semua data properti (tunggal\/ganda) berdasarkan kondisi tertentu dengan OR<\/li>\n<li>ResourceLoad : Menghitung tingkat beban dari sumber daya<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Jika Spesifikasi 1 dari Pekerjaan Kiri Sama, Prioritaskan Alokasi ke Sumber Daya Tersebut<\/h3>\n<p>Lakukan evaluasi sumber daya sehingga jika pekerjaan kiri dan pekerjaan sendiri memiliki spesifikasi 1 yang sama, maka hasilnya 1, dan jika tidak, hasilnya 0. Jika spesifikasi 1 dari pekerjaan kiri sama, prioritaskan alokasi ke sumber daya tersebut.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>1*IF(GetApplicableSpec(1,ME.Evaluasi &#8211; Pekerjaan Target)==GetApplicableSpec(1,ME.Evaluasi &#8211; Pekerjaan Kiri),1,0)<\/li>\n<li>GetApplicableSpec : Argumen pertama adalah spesifikasi (spesifikasi 1), argumen kedua adalah pekerjaan yang ditentukan, mengembalikan nilai spesifikasi 1 dari pekerjaan tersebut. Jika spesifikasi 1 dari pekerjaan kiri dan pekerjaan sendiri tidak cocok, atur 1 untuk mempertimbangkan &#8220;Bobot &#8211; Perataan Beban&#8221;.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2>Bagaimana Proses Saling Tumpang Tindih<\/h2>\n<p>Bagaimana proses saling tumpang tindih bergantung pada bagaimana hubungan antara proses sebelumnya dan proses berikutnya diatur. Metode tumpang tindih dan tumpang tindih MIN diatur pada proses berikutnya, dan jika pekerjaan tidak dibagi menjadi lot, ES atau SSEE diatur. SSEE (Start-Start End-End) mengaitkan awal dan akhir dari proses sebelumnya dan berikutnya, digunakan ketika proses berikutnya selesai lebih cepat.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>SSEE (Start-Start End-End) mengaitkan awal dan akhir dari proses sebelumnya dan berikutnya, tetapi digunakan ketika proses berikutnya selesai lebih cepat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Cara tumpang tindih antar proses\" class=\"aligncenter wp-image-12346 size-full\" height=\"168\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/SSEE.gif\" width=\"172\"\/><\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>EES (End-Each-Start) digunakan ketika proses berikutnya dibagi (Each), memulai pekerjaan dari tengah proses sebelumnya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Cara tumpang tindih antar proses\" class=\"aligncenter wp-image-12345 size-full\" height=\"171\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/EES.gif\" width=\"195\"\/><\/p>\n<p class=\"field-note\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:18px 0 8px;padding:14px 16px 14px 18px;background:#fffaf3;border:1px solid #f0e0c8;border-left:5px solid #d97706;border-radius:6px;color:#3f3a32;line-height:1.75;\"><strong style=\"display:inline-block;margin-right:0.35em;color:#b45309;font-weight:700;\">Contoh:<\/strong> Sebagai contoh, dengan menggunakan EES, proses berikutnya dapat dimulai sebelum proses sebelumnya selesai, sehingga dapat mengurangi waktu produksi secara keseluruhan.<\/p>\n<p class=\"field-generalization\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:0 0 22px;padding:10px 14px 10px 16px;background:#f5f9fc;border-left:4px solid #2f80ed;border-radius:0 6px 6px 0;color:#1f2937;line-height:1.7;\"><strong style=\"color:#1d4ed8;font-weight:700;\">Poin:<\/strong> Dengan mengatur tumpang tindih proses secara tepat, efisiensi produksi dapat ditingkatkan.<\/p>\n<h2>Perbedaan Referensi dari ME dan PROJECT<\/h2>\n<p>Jika Anda ingin merujuk objek item atau objek sumber daya tertentu dari luar, bukan dari instance yang sedang berjalan, Anda merujuk dari Project sebagai basis ke objek anak.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<p>Menampilkan nilai properti Code, yaitu kode proses akhir dari objek anak (proses) dari objek saat ini pada tabel item.<\/p>\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>ME.\u5b50\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[0]<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"graybox\">\n<p>Menampilkan objek akhir dari objek anak (proses) dari objek pertama pada tabel Item (dengan properti kunci Code adalah ProductA).<\/p>\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Project.\u5b50\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[&#8216;Item&#8217;].\u5b50\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[1].\u5b50\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[0]<\/li>\n<li>Project.\u5b50\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[&#8216;Item&#8217;].\u5b50\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[&#8216;ProductA&#8217;].\u5b50\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[0]<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"object\" class=\"aligncenter wp-image-12066\" height=\"302\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/object.gif\" width=\"484\"\/><\/p>\n<p>Objek adalah tipe array asosiatif, dan ketika merujuk catatan item dari PROJECT, Anda menentukan dengan indeks (angka) atau nilai properti Code, dan merujuk nilai properti. Berbeda dengan array umum, indeks array dimulai dari [1] dan [0] mewakili nilai properti terakhir.<\/p>\n<h3>Merujuk Material Calc Sumber Daya Tertentu dari Project<\/h3>\n<p>Merujuk objek sumber daya dengan nilai properti Code adalah Material Calc dalam tabel sumber daya yang merupakan objek anak dari Project.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<p>Mendapatkan tanggal dan waktu yang maju sejumlah waktu tertentu dari tanggal dan waktu yang ditentukan, sesuai dengan waktu kerja sumber daya tertentu.<\/p>\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>AdvanceAlongResourceWorkingTime(PROJECT.\u5b50\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[&#8216;Resource&#8217;].\u5b50\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[&#8216;Material Calc&#8217;],ME.\u672b\u7aef\u89aa\u30aa\u30fc\u30c0[1].\u7d0d\u671f,(-1)*(ME.\u54c1\u76ee.&#8217;Material LT&#8217;-ME.\u54c1\u76ee.ProcessLT))<\/li>\n<li>AdvanceAlongResourceWorkingTime(sumber daya tertentu, tanggal dan waktu yang ditentukan, waktu yang akan dimajukan)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Mendapatkan Tanggal Dasar Perencanaan dari Project<\/h3>\n<div class=\"graybox\">\n<p>Mendapatkan jumlah hari kerja dalam periode waktu tertentu dari sumber daya yang ditentukan.<\/p>\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>GetWorkingDays(StartOfNextMonth(PROJECT.\u8a08\u753b\u57fa\u6e96\u65e5\u6642,0),StartOfNextMonth(PROJECT.\u8a08\u753b\u57fa\u6e96\u65e5\u6642,1),ME.\u53d7\u6ce8\u4e88\u5b9a\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[1].\u30ab\u30ec\u30f3\u30c0\u53c2\u7167\u8cc7\u6e90,24H)<\/li>\n<li>GetWorkingDays(tanggal mulai, tanggal akhir, sumber daya tertentu, jumlah jam per hari)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Objek pesanan yang diharapkan adalah tipe array dan menyimpan objek seperti berikut.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>\u53d7\u6ce8\u4e88\u5b9a\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[1] : Item<\/li>\n<li>\u53d7\u6ce8\u4e88\u5b9a\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[2] : Pelanggan<\/li>\n<li>\u53d7\u6ce8\u4e88\u5b9a\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[3] : Jenis<\/li>\n<li>\u53d7\u6ce8\u4e88\u5b9a\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8[4] : Kuantitas<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2>Ekspresi Tampilan dan Ekspresi Konversi Tampilan Balik<\/h2>\n<p>Ekspresi properti virtual merujuk pada properti lain dalam objek saat ini, tetapi ekspresi tampilan adalah konversi tampilan untuk properti itu sendiri dalam objek saat ini. Jika waktu ditetapkan dalam ekspresi tampilan, maka akan menjadi Read Only, dan dengan menggunakan ekspresi konversi tampilan balik, properti yang telah diatur dengan ekspresi tampilan dapat menjadi Read write.<\/p>\n<p>INPUT adalah nilai dari properti yang telah diatur dengan ekspresi tampilan itu sendiri, dan dikonversi menjadi string.<\/p>\n<p>Dalam kasus ini, FindNumberL(INPUT,1) digunakan untuk mengonversi menjadi angka. Ini berarti angka pertama dari string (nilai) yang ditunjuk oleh INPUT.<\/p>\n<h3>Jumlah Pesanan Dipisahkan dengan Koma pada Ribuan<\/h3>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Ekspresi Tampilan:Format(ME.Qty,&#8217;#,###&#8217;)<\/li>\n<li>Ekspresi Konversi Tampilan Balik:FindNumberL(INPUT,1)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Waktu Tenggat Diatur Menjadi 23:59:59<\/h3>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Ekspresi Tampilan:DateF(GetYearPart(ME.\u6700\u9045\u7d42\u4e86\u65e5\u6642),GetMonthPart(ME.\u6700\u9045\u7d42\u4e86\u65e5\u6642),GetDayPart(ME.\u6700\u9045\u7d42\u4e86\u65e5\u6642),23,59,59)<\/li>\n<li>Ekspresi Konversi Tampilan Balik:DateF(FindNumberL(INPUT,1),FindNumberL(INPUT,2),FindNumberL(INPUT,3),23,59,59)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2>Ekspresi Properti Virtual dan Ekspresi Konversi Balik Properti Virtual<\/h2>\n<p>ME dan HOLDER merujuk pada objek saat ini, tetapi ketika dirujuk dengan ME menjadi Read only (objek pengguna), dan ketika dirujuk dengan HOLDER menjadi Read write (objek pemilik).<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>HOLDER (objek saat ini)<\/li>\n<li>ME (objek saat ini)<\/li>\n<li>OTHER (objek pasangan ME yang merupakan properti untuk membandingkan nilai dua properti)<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Anda dapat memasukkan string &#8220;100 buah&#8221; ke dalam properti yang ditentukan pengguna pada tabel pesanan, dan menyalin bagian angka dari string yang dimasukkan dengan ekspresi konversi balik FindNumberL(INPUT,1) ke dalam jumlah pesanan &#8220;HOLDER.jumlah pesanan&#8221;.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"object2\" class=\"wp-image-12073 bahtera-article-image\" height=\"162\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/object2.gif\" style=\"clear:both;display:block;float:none;max-width:100%;height:auto;margin:12px auto;\" width=\"552\"\/><\/p>\n<h2>ME dan OTHER untuk Membandingkan Dua Properti dalam Objek yang Sama<\/h2>\n<p>Untuk membandingkan nilai properti dari dua catatan (objek) dalam objek yang sama, gunakan ME dan OTHER. Ini memungkinkan pemrosesan data secara efisien berdasarkan kondisi tertentu. Sebagai contoh, jika Anda ingin menetapkan kondisi pengaitan pada properti ekspresi pengaitan item, di mana pesanan spesifikasi 1 sama, Anda dapat menuliskannya seperti berikut.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>ME.\u30aa\u30fc\u30c0.\u4ed5\u69d81==OTHER.\u30aa\u30fc\u30c0.\u4ed5\u69d81<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dengan memanfaatkan ME dan OTHER seperti ini, Anda dapat melakukan perbandingan properti antar objek dengan ringkas. Ini memungkinkan pengelolaan data yang efisien sambil menjaga konsistensi data.<\/p>\n<h2>ARGUMEN PERTAMA FUNGSI INTERNAL UNTUK MENCARI MINIMUM, MAKSIMUM, DAN TOTAL<\/h2>\n<p>TARGET adalah objek yang ditentukan sebagai argumen pertama dalam fungsi internal Max, MaxIF, Sum, SumIF, dan TARGET ditentukan setelah argumen kedua, yang menunjuk ke objek dari argumen pertama. Dengan ini, nilai minimum, maksimum, atau total berdasarkan kondisi tertentu dapat dihitung secara efisien.<\/p>\n<h3>SUMIF Bersyarat<\/h3>\n<p>TARGET adalah objek jadwal pesanan. Ketika jadwal pesanan adalah rencana, jumlah totalnya diperoleh.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>SumIF(ME.&#8217;\u89aa\u54c1\u76ee(\u518d\u5e30)&#8217;.\u53d7\u6ce8\u4e88\u5b9a\u30aa\u30d6\u30b8\u30a7\u30af\u30c8,TARGET.\u7a2e\u5225==&#8217;\u5185\u793a&#8217;,TARGET.\u6570\u91cf)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>MAXIF Bersyarat<\/h3>\n<p>TARGET adalah objek pesanan. Ketika nomor proses tabel pesanan adalah 22, nilai maksimum dari TMP FIN DATE tabel pesanan diperoleh.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>MaxIF(&#8216;Order&#8217;,TARGET.&#8217;No Process&#8217;==22,TARGET.&#8217;TMP FIN DATE&#8217;)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Total SUM<\/h3>\n<p>TARGET adalah pesanan yang menggunakan item ini. Total jumlah pesanan di tabel pesanan dihitung per item.<\/p>\n<div class=\"graybox\">Sum(ME.&#8217;\u89aa\u54c1\u76ee(\u518d\u5e30)&#8217;.\u3053\u306e\u54c1\u76ee\u3092\u4f7f\u7528\u3057\u3066\u3044\u308b\u30aa\u30fc\u30c0,TARGET.\u30aa\u30fc\u30c0\u6570\u91cf)<\/div>\n<h2>StartOfNextDay(Week, Month) Menunjuk Tanggal Mulai 0 Hari, 0 Minggu, 0 Bulan Kemudian<\/h2>\n<p>Saat melakukan dispatching, untuk mewujudkan pengelompokan harian, mingguan, dan bulanan secara efisien, tanggal mulai ditetapkan 0 hari (0 minggu, 0 bulan) setelah tanggal jatuh tempo. Dengan ini, pekerjaan yang ada pada hari (minggu, bulan) yang sama dapat dikelompokkan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Pengelompokan harian: StartOfNextDay(ME.\u30aa\u30fc\u30c0.\u7d0d\u671f,0) \u21d2 Karena ini adalah awal 0 hari ke depan, maka hari ini adalah tanggal mulai penugasan<\/li>\n<li>Pengelompokan mingguan: StartOfNextWeek(ME.\u30aa\u30fc\u30c0.\u7d0d\u671f,0) \u21d2 Karena ini adalah hari pertama 0 minggu ke depan, maka hari pertama minggu ini<\/li>\n<li>Pengelompokan bulanan: StartOfNextMonth(ME.\u30aa\u30fc\u30c0.\u7d0d\u671f,0) \u21d2 Karena ini adalah hari pertama 0 bulan ke depan, maka hari pertama bulan ini<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2>Pertanyaan Umum\uff5cPenjadwalan Produksi dengan Asprova<\/h2>\n<p>Berikut adalah ringkasan singkat dari pertanyaan yang sering muncul sesuai dengan isi artikel ini.<\/p>\n<h3>Apa itu Ekspansi Pesanan Asprova?<\/h3>\n<p>Ekspansi Pesanan Asprova adalah proses yang menghasilkan pesanan tambahan untuk melengkapi kekurangan instruksi input pekerjaan pesanan penerimaan dengan merujuk pada BOM manufaktur untuk memenuhi daftar pesanan. Dengan ini, penghubungan antar pesanan dilakukan, dan jadwal produksi yang efisien dapat diwujudkan.<\/p>\n<h3>Apa tujuan dari Penugasan\/Penghubungan Pesanan?<\/h3>\n<p>Tujuan dari Penugasan\/Penghubungan Pesanan adalah untuk menghasilkan instruksi penggunaan pekerjaan dengan melihat aturan pengiriman dan properti evaluasi sumber daya, serta menugaskan pekerjaan dari daftar pekerjaan ke sumber daya. Dengan ini, pekerjaan dapat ditugaskan ke sumber daya yang optimal, sehingga meningkatkan efisiensi produksi.<\/p>\n<h3>Mengapa Pembatalan Penugasan diperlukan?<\/h3>\n<p>Pembatalan Penugasan diperlukan untuk mengembalikan status pekerjaan ke &#8220;belum ditugaskan&#8221; ketika ada modifikasi manual pada rencana atau input hasil aktual. Dengan ini, ekspansi pesanan dan penugasan\/penghubungan pesanan dapat dilakukan kembali, memungkinkan pembuatan jadwal yang mencerminkan hasil terbaru.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asprova mengoptimalkan penjadwalan produksi dengan merujuk BOM dan menghasilkan instruksi kerja. Fungsi pengisian otomatis dan evaluasi sumber daya\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":103795,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[618],"tags":[],"class_list":["post-68176","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-production-scheduler"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68176"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68176\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":103798,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68176\/revisions\/103798"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/103795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}