{"id":67856,"date":"2014-12-07T17:03:45","date_gmt":"2014-12-07T10:03:45","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/budget-management\/"},"modified":"2025-03-19T19:03:59","modified_gmt":"2025-03-19T12:03:59","slug":"budget-management","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/budget-management\/","title":{"rendered":"Biaya Anggaran dalam Sistem Manajemen Biaya dan Pengelolaan Anggaran dalam Sistem Akuntansi"},"content":{"rendered":"<p>Dalam biaya standar, jumlah produksi yang direncanakan dihitung dari jadwal produksi produk dan BOM, waktu kerja langsung yang direncanakan dihitung dari jumlah produksi yang direncanakan dan master efisiensi kerja biaya standar, tingkat alokasi dihitung dari anggaran biaya overhead manufaktur dan jumlah produksi yang direncanakan, serta tingkat upah dihitung dari anggaran biaya tenaga kerja langsung dan waktu kerja langsung yang direncanakan.<br \/>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/managemen-biaya\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Production Costing di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-2-150x150.jpg\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u306e\u539f\u4fa1\u7ba1\u7406\u30b7\u30b9\u30c6\u30e0\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-2-150x150.jpg 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-2-100x100.jpg 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Production Costing di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di pabrik-pabrik tipe produksi massal seperti produsen komponen roda dua dan roda empat yang banyak ditemukan di Indonesia, terdapat beberapa proses manufaktur. Menghitung biaya pengolahan untuk setiap proses dan mengakumulasikannya ke produk disebut sebagai perhitungan biaya komprehensif (process costing). Dalam hal ini, biaya tenaga kerja dan biaya overhead manufaktur yang dicatat oleh bagian akuntansi pada akhir bulan akan dialihkan ke aset inventaris dan dialokasikan. Sebaliknya, di pabrik produksi pesanan individu yang bersifat satu-satunya, perhitungan biaya individu (job order costing) digunakan untuk mengumpulkan biaya berdasarkan nomor pesanan atau nomor proyek. Dalam kasus ini, biaya tenaga kerja dan biaya overhead manufaktur dicatat &#8230; <\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t<\/p>\n<h2>Biaya Anggaran dalam Sistem Manajemen Biaya (Per Unit Item)<\/h2>\n<p>Anggaran berarti &#8220;pra&#8221; = sebelumnya dan &#8220;hitung&#8221; = menghitung, yaitu menghitung jumlah estimasi pendapatan dan biaya yang direncanakan untuk memprediksi keuntungan.<br \/>\nPekerjaan penting dalam akuntansi adalah penyusunan laporan keuangan dan anggaran. Laporan keuangan dilakukan setelah perusahaan menyelesaikan aktivitas operasional selama satu tahun, sedangkan penyusunan anggaran dilakukan sebelum perusahaan memulai aktivitas operasional selama satu tahun.<br \/>\nBiaya aktual adalah biaya produksi produk aktual, biaya standar adalah biaya produksi produk standar, dan biaya anggaran adalah biaya produksi produk yang dianggarkan.<br \/>\nBiaya produksi produk dikelompokkan menjadi biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead manufaktur, yang dapat dihitung secara deduktif dengan metode akumulasi harga satuan rata-rata total dan biaya alokasi, atau secara fungsional dengan metode tiga bagian.<br \/>\nDalam sistem manajemen biaya, biaya bahan langsung dihitung dengan mengalikan harga satuan rata-rata total yang dihitung secara deduktif dengan kinerja input. Biaya tenaga kerja langsung dialokasikan langsung ke departemen produksi, sedangkan biaya overhead manufaktur dialokasikan pertama kali dari departemen tidak langsung ke departemen langsung, dan hasil pengumpulan ini dibagi rata ke produk (barang dalam proses).<br \/>\nSistem manajemen biaya menganalisis selisih antara biaya standar dan biaya aktual, dengan memecah biaya bahan langsung menjadi selisih harga dan selisih jumlah, serta biaya tenaga kerja langsung menjadi selisih tingkat upah dan selisih waktu kerja untuk melakukan analisis selisih biaya.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-12374 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/difference.gif\" alt=\"Selisih Harga\" width=\"600\" height=\"151\" \/><br \/>\nDi sini, dengan mengganti nilai master untuk perhitungan biaya standar (harga pembelian standar, tingkat upah, efisiensi, tingkat alokasi) dengan parameter untuk perhitungan biaya anggaran, biaya bahan langsung yang direncanakan dan biaya tenaga kerja langsung yang direncanakan dapat dihitung.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Harga Pembelian Standar \u21d2 Harga Pembelian yang Direncanakan (Tabel Jadwal Pembelian) \u2190 Nilai Master<\/li>\n<li>Jumlah Penggunaan Standar \u21d2 Jumlah Input yang Direncanakan (Tabel Jadwal Input) \u2190 Dihitung Otomatis<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jumlah input yang direncanakan (tabel jadwal input) dihitung secara otomatis dari jumlah produksi yang direncanakan (tabel jadwal produksi) dan BOM.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Tingkat Upah Standar (berapa per menit) \u21d2 Tingkat Upah yang Direncanakan (Tabel Biaya Alokasi dan Tingkat Alokasi yang Direncanakan)<\/li>\n<li>Efisiensi Standar (berapa menit per unit) \u21d2 Efisiensi yang Direncanakan (Tabel Waktu Kerja Langsung yang Direncanakan)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Perhitungan biaya anggaran dilakukan dengan mengganti parameter kinerja produksi untuk perhitungan biaya aktual dengan parameter untuk biaya anggaran.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Kinerja Produksi \u21d2 Jumlah Produksi yang Direncanakan (Tabel Jadwal Produksi)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Selanjutnya, dengan menetapkan jumlah penjualan yang direncanakan ke dalam tabel jadwal penjualan dan menghitung anggaran penjualan, laba kotor penjualan dapat diprediksi. Dalam sistem manajemen biaya, anggaran penjualan dan biaya produksi produk yang dianggarkan dihitung, lalu dibandingkan dengan kinerja (hasil perhitungan biaya aktual) untuk pengelolaan anggaran vs kinerja.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Kinerja Penjualan \u21d2 Jumlah Penjualan yang Direncanakan (Tabel Jadwal Penjualan)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>\u00a0<\/p>\n<h2>Pengelolaan Anggaran dalam Sistem Akuntansi (Per Departemen dan Per Akun)<\/h2>\n<p>Perbedaan besar antara sistem akuntansi dan sistem manajemen biaya dari perspektif data master adalah ada tidaknya master item.<br \/>\nKarena sistem akuntansi tidak memiliki master item, untuk mengumpulkan transaksi dari buku besar (G\/L) per unit item, informasi item diperlukan. Ini menjadi perbedaan antara pengelolaan anggaran dalam sistem akuntansi dan pengelolaan anggaran dalam sistem manajemen biaya.<br \/>\nFungsi perhitungan biaya anggaran dalam sistem manajemen biaya menghitung anggaran per unit item, sedangkan sistem pengelolaan anggaran dalam sistem akuntansi mengatur anggaran per departemen melalui layar pendaftaran anggaran berdasarkan item laporan laba rugi (P\/L) dan neraca (B\/S). Anggaran ini kemudian dikumpulkan secara otomatis untuk membentuk anggaran perusahaan secara keseluruhan, yang memiliki fungsi pengelolaan anggaran vs kinerja dengan membandingkannya dengan angka P\/L dan B\/S setelah laporan keuangan diselesaikan di modul akuntansi.<br \/>\nUntuk melakukan pengelolaan anggaran vs kinerja per departemen, pengaturan departemen diperlukan agar data G\/L dari sistem akuntansi setelah laporan keuangan dapat dikumpulkan per departemen berdasarkan item P\/L dan B\/S.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-12764 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/budgetcontrol.gif\" alt=\"Pengelolaan Anggaran dalam Sistem Akuntansi\" width=\"700\" height=\"344\" \/><br \/>\nDi Jepang, biaya terbesar bagi perusahaan sering kali adalah biaya tenaga kerja, tetapi di Indonesia, karena biaya tenaga kerja murah, biaya penyusutan mesin bisa menjadi biaya terbesar, atau material bisa mendominasi sebagian besar biaya.<\/p>\n<h2>Pengelolaan Anggaran Proyek<\/h2>\n<p>Dalam proyek jangka panjang, selama periode tersebut, biaya material, biaya outsourcing, dan biaya lainnya dipindahkan ke akun barang dalam proses atau akun sementara konstruksi dan dikelola sebagai \u201caset yang tidak menghasilkan penjualan\u201d.<br \/>\nTentu saja, pada saat pembuatan estimasi proyek, estimasi biaya ini sudah ada. Namun, di Indonesia, karena inflasi atau biaya tambahan yang tidak dapat diprediksi, biaya sering kali melebihi estimasi awal. Oleh karena itu, item biaya dibagi menjadi tiga kelompok besar\u2014material, outsourcing, dan lainnya\u2014dan disesuaikan secara keseluruhan untuk mempertahankan keuntungan estimasi awal.<br \/>\nKarena estimasi biaya sudah hampir pasti pada saat pendaftaran pesanan, dalam fungsi pengelolaan biaya proyek (Job Costing), estimasi biaya didaftarkan per unit proyek. Pengelolaan anggaran vs kinerja biaya dilakukan dengan penerbitan pesanan pembelian (P\/O) untuk pembelian material atau layanan subkontraktor yang terjadi selama periode proyek.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam biaya standar, jumlah produksi yang direncanakan dihitung dari jadwal produksi produk dan BOM, waktu kerja langsung yang direncanakan dihitung dari jumlah produksi yang direncanakan dan master efisiensi kerja biaya standar, tingkat alokasi dihitung dari anggaran biaya overhead manufaktur dan jumlah produksi yang direncanakan, serta tingkat upah dihitung dari anggaran biaya tenaga kerja langsung dan waktu kerja langsung yang direncanakan.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81351,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[697],"tags":[],"class_list":["post-67856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cost-management"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67856\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}