{"id":67850,"date":"2014-12-10T19:18:43","date_gmt":"2014-12-10T12:18:43","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/standard-cost\/"},"modified":"2025-03-19T16:12:18","modified_gmt":"2025-03-19T09:12:18","slug":"standard-cost","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/standard-cost\/","title":{"rendered":"Analisis Varians antara Perhitungan Biaya Aktual dan Biaya Standar"},"content":{"rendered":"<p>Dalam perhitungan biaya standar, tidak hanya biaya bahan langsung (barang) yang merupakan biaya variabel, tetapi juga biaya tenaga kerja langsung (orang) dan biaya overhead manufaktur (mesin) diperlakukan seolah-olah sebagai biaya variabel, bukan biaya tetap. Kemudian, biaya bahan dianalisis menjadi varians harga dan varians kuantitas, biaya tenaga kerja dianalisis menjadi varians tingkat upah dan varians waktu kerja, serta biaya overhead dianalisis menjadi varians efisiensi, varians tingkat operasi, dan varians anggaran.<br \/>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/managemen-biaya\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Production Costing di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-2-150x150.jpg\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u306e\u539f\u4fa1\u7ba1\u7406\u30b7\u30b9\u30c6\u30e0\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-2-150x150.jpg 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/1-2-100x100.jpg 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Production Costing di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di pabrik-pabrik tipe produksi massal seperti produsen komponen roda dua dan roda empat yang banyak ditemukan di Indonesia, terdapat beberapa proses manufaktur. Menghitung biaya pengolahan untuk setiap proses dan mengakumulasikannya ke produk disebut sebagai perhitungan biaya komprehensif (process costing). Dalam hal ini, biaya tenaga kerja dan biaya overhead manufaktur yang dicatat oleh bagian akuntansi pada akhir bulan akan dialihkan ke aset inventaris dan dialokasikan. Sebaliknya, di pabrik produksi pesanan individu yang bersifat satu-satunya, perhitungan biaya individu (job order costing) digunakan untuk mengumpulkan biaya berdasarkan nomor pesanan atau nomor proyek. Dalam kasus ini, biaya tenaga kerja dan biaya overhead manufaktur dicatat &#8230; <\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t  <\/p>\n<h2>Analisis Varians antara Perhitungan Biaya Aktual dan Biaya Standar<\/h2>\n<h3>Dalam Biaya Standar, Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Manufaktur Juga Dihitung Seperti Biaya Variabel<\/h3>\n<p>Biaya manufaktur secara garis besar dikategorikan menjadi biaya bahan langsung (barang), biaya tenaga kerja langsung (orang), dan biaya overhead manufaktur (mesin). Sebagian besar biaya variabel terdiri dari biaya bahan langsung dan biaya pemrosesan outsourcing, tetapi biaya utilitas mesin, biaya pengiriman untuk item tertentu, dan biaya tambahan pembelian juga termasuk sebagai bagian dari biaya overhead manufaktur dalam bentuk biaya variabel manufaktur (biaya langsung).<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-25266 size-large\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cost-3-1024x180.png\" alt=\"Dalam Biaya Standar, Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Manufaktur Juga Dihitung Seperti Biaya Variabel\" width=\"1024\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cost-3-1024x180.png 1024w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cost-3-300x53.png 300w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cost-3-768x135.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><br \/>\nDan bukan hanya biaya bahan langsung yang merupakan biaya variabel, tetapi biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead manufaktur yang merupakan biaya tetap juga dinyatakan dalam rumus seperti biaya variabel untuk menghitung biaya standar.  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Biaya Bahan Langsung = Harga Satuan \u00d7 Kuantitas<\/li>\n<li>Biaya Tenaga Kerja Langsung = Tingkat Upah \u00d7 Jam Kerja<\/li>\n<li>Biaya Overhead Manufaktur = Tingkat Alokasi \u00d7 Waktu Operasi<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Biaya Bahan Langsung (Barang)<\/h3>\n<p>Sistem manajemen produksi berfungsi berdasarkan informasi master seperti master item, BOM (daftar komponen), dan master harga satuan, tetapi di lapangan sehari-hari, operasi tidak selalu sesuai dengan definisi master.<br \/>\nJumlah bahan yang diinput di lapangan bisa lebih banyak daripada kebutuhan bahan berdasarkan BOM, atau terjadi scrap sehingga hasil produksi tidak sesuai rencana, atau harga pembelian saat menerbitkan P\/O (Purchase Order) menjadi lebih murah berkat negosiasi dibandingkan harga satuan pembelian berbasis master. Dengan demikian, ada perbedaan antara informasi master dan realisasi di lapangan.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20761 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/difference1.png\" alt=\"Varians Kuantitas\" width=\"316\" height=\"157\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/difference1.png 316w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/difference1-300x149.png 300w\" sizes=\"(max-width: 316px) 100vw, 316px\" \/><br \/>\nContoh ini adalah varians kuantitas (Qty difference) dan varians harga (Price difference) yang berkaitan dengan biaya bahan langsung.  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Varians Harga = (Harga Satuan Pembelian Aktual &#8211; Harga Satuan Pembelian Standar) \u00d7 Kuantitas Aktual<\/li>\n<li>Varians Kuantitas = (Kuantitas Aktual &#8211; Kuantitas Standar) \u00d7 Harga Satuan Pembelian Standar<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Format laporan praktisnya akan terlihat seperti ini.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-14874 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/rm_differ.gif\" alt=\"Varians Harga\" width=\"593\" height=\"128\" \/>  <\/p>\n<h3>Biaya Tenaga Kerja Langsung (Orang)<\/h3>\n<p>Untuk biaya tenaga kerja langsung, waktu kerja aktual (*activity*) per prosedur kerja dikumpulkan melalui laporan harian kerja, dan:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Biaya Tenaga Kerja Langsung Aktual \u00f7 Waktu Kerja Aktual<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Perbedaan yang disebabkan oleh tingkat upah aktual terhadap tingkat upah standar (tingkat alokasi) disebut varians tingkat upah (*Allocation rate difference*), sedangkan perbedaan yang disebabkan oleh waktu kerja disebut varians waktu kerja (*Activity difference*). <img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20762 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/difference2.png\" alt=\"Varians Tingkat Upah\" width=\"316\" height=\"157\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/difference2.png 316w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/difference2-300x149.png 300w\" sizes=\"(max-width: 316px) 100vw, 316px\" \/>  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Varians Tingkat Upah = (Tingkat Upah Aktual &#8211; Tingkat Upah Standar) \u00d7 Waktu Kerja Aktual<br \/>\nTingkat Upah Aktual = Biaya Tenaga Kerja Langsung Aktual \u00f7 Waktu Kerja Aktual<\/li>\n<li>Varians Waktu Kerja = (Waktu Kerja Aktual &#8211; Waktu Kerja Standar) \u00d7 Tingkat Upah Standar<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Format laporan praktisnya akan terlihat seperti ini.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-14885 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/lc_differ2.gif\" alt=\"Varians Biaya Tenaga Kerja\" width=\"1008\" height=\"121\" \/><br \/>\nWaktu kerja aktual (jam kerja langsung) dapat dihitung per unit departemen langsung (pusat biaya), tetapi untuk menghitung jam kerja langsung per item (berapa menit per unit), ini dibagi berdasarkan jam kerja standar (Standard activity) yang telah ditetapkan sebelumnya di master dan jumlah produksi.  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Total Jam Kerja Langsung per Item = Total Jam Kerja Langsung per Departemen \u00d7 {(Jam Kerja Standar \u00d7 Kuantitas Realisasi Produksi) \/ SUM (Jam Kerja Standar \u00d7 Kuantitas Realisasi Produksi)}<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Gagasan menghitung biaya tenaga kerja langsung per unit sebagai &#8220;jam kerja \u00d7 tingkat upah&#8221; digunakan oleh pihak pemesan untuk memberikan perkiraan biaya pemrosesan outsourcing kepada pihak penerima pesanan, tetapi juga digunakan untuk menghitung biaya tenaga kerja per produk.  <\/p>\n<h3>Biaya Overhead Manufaktur (Mesin)<\/h3>\n<p>Sebagian besar biaya variabel dalam biaya manufaktur terdiri dari biaya bahan langsung dan biaya pemrosesan outsourcing, tetapi secara ketat, biaya utilitas untuk mengoperasikan mesin harus diklasifikasikan sebagai biaya variabel. Biaya overhead manufaktur dibagi menjadi biaya variabel manufaktur dan biaya tetap manufaktur.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-25272 \" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cost-4-1024x472.png\" alt=\"Analisis Varians Biaya Overhead Manufaktur\" width=\"462\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cost-4-1024x472.png 1024w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cost-4-300x138.png 300w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cost-4-768x354.png 768w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cost-4.png 1519w\" sizes=\"(max-width: 462px) 100vw, 462px\" \/><br \/>\nPerbedaan antara waktu operasi standar (waktu operasi penuh) dan waktu operasi aktual adalah waktu varians tingkat operasi, dan ketika dikalikan dengan harga satuan biaya tetap standar, ini menjadi varians tingkat operasi dalam bentuk jumlah uang, yang menunjukkan kerugian ketika beban mesin (Load) tidak mencapai kapasitas (Capacity).<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15176 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/sougyoudo.gif\" alt=\"Varians Tingkat Operasi\" width=\"660\" height=\"105\" \/><br \/>\nSebaliknya, varians efisiensi menunjukkan kerugian ketika kapasitas aktual mesin tidak mencapai kapasitas standar. Perbedaan antara waktu kapasitas standar (kuantitas produksi aktual dibagi kapasitas standar) dan waktu kapasitas aktual (kuantitas produksi aktual dibagi kapasitas aktual) adalah waktu varians efisiensi, dan ketika dikalikan dengan harga satuan biaya tetap standar, ini menjadi jumlah varians tingkat operasi.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-15177 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/nouritsu.gif\" alt=\"Varians Efisiensi\" width=\"656\" height=\"112\" \/><br \/>\nVarians anggaran adalah perbedaan yang terjadi ketika biaya overhead manufaktur aktual (tingkat alokasi \u00d7 waktu operasi aktual) melebihi anggaran karena kenaikan harga satuan bahan atau tingkat upah.  <\/p>\n<h2>Perbedaan antara Perhitungan Biaya Aktual dan Biaya Standar<\/h2>\n<p>Dalam perhitungan biaya aktual, total biaya bahan langsung dihitung sebagai &#8220;harga satuan bahan standar \u00d7 kuantitas input aktual,&#8221; dan total biaya overhead manufaktur dihitung sebagai &#8220;harga satuan standar (waktu) \u00d7 waktu kerja aktual.&#8221; Hasilnya, harga satuan produk dan barang setengah jadi dapat dihitung secara real-time (biaya cepat), sehingga dalam paket ERP yang terintegrasi dengan sistem akuntansi, jurnal dicatat dengan metode pencatatan berkelanjutan (*perpetual recording*), memungkinkan nilai evaluasi stok selalu dapat dipantau.<br \/>\nBiaya bahan dalam biaya standar, ketika &#8220;kuantitas penggunaan standar = kebutuhan anak (BOM) \u00d7 kuantitas produksi,&#8221; adalah:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Harga Satuan Pembelian Standar (Master Harga Satuan Pembelian) \u00d7 Kuantitas Penggunaan Standar<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Namun, dalam biaya aktual, menjadi:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Harga Satuan Pembelian Standar (Master Harga Satuan Pembelian) \u00d7 Kuantitas Penggunaan Aktual<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Misalnya, untuk memproduksi 100 unit produk yang menggunakan 4 baut per produk, dalam biaya standar:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Harga Satuan Pembelian Standar \u00d7 4 unit \u00d7 100 unit<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Tetapi dalam biaya aktual:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Harga Satuan Pembelian Standar \u00d7 (4 unit \u00d7 100 unit + bagian NG)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dengan kata lain, tidak ada varians harga antara biaya aktual dan biaya standar, tetapi varians kuantitas muncul sebesar harga satuan pembelian standar \u00d7 selisih kuantitas.<br \/>\nSelain itu, biaya tenaga kerja dalam biaya standar adalah:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Tingkat Upah Standar \u00d7 Waktu Kerja Standar<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Namun, dalam biaya aktual, menjadi:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Tingkat Upah Standar \u00d7 Waktu Kerja Aktual (Waktu Kerja Standar + Waktu Kerugian)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dengan demikian, sama seperti sebelumnya, tidak ada varians tingkat upah, tetapi varians waktu kerja akan muncul.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam perhitungan biaya standar, tidak hanya biaya bahan langsung (barang) yang merupakan biaya variabel, tetapi juga biaya tenaga kerja langsung (orang) dan biaya overhead manufaktur (mesin) diperlakukan seolah-olah sebagai biaya variabel, bukan biaya tetap. Kemudian, biaya bahan dianalisis menjadi varians harga dan varians kuantitas, biaya tenaga kerja dianalisis menjadi varians tingkat upah dan varians waktu kerja, serta biaya overhead dianalisis menjadi varians efisiensi, varians tingkat operasi, dan varians anggaran.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81335,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[697],"tags":[],"class_list":["post-67850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cost-management"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67850"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67850\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}