{"id":66913,"date":"2020-03-22T11:52:09","date_gmt":"2020-03-22T04:52:09","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/financial-statements\/"},"modified":"2026-09-05T15:52:33","modified_gmt":"2026-09-05T08:52:33","slug":"financial-statements","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/financial-statements\/","title":{"rendered":"Memahami Tiga Laporan Keuangan dan Pengetahuan Dasar Akuntansi"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai format standar dunia yang menggambarkan aktivitas perusahaan, terdapat tiga laporan keuangan yaitu laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Ini adalah pengetahuan yang harus dipahami secara sistematis untuk menghasilkan ide-ide baru berdasarkan esensi bisnis.<\/p>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/sistem-akuntansi\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Sistem Akuntansi di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"Diagram terstruktur sistem akuntansi di Indonesia dengan fokus SaaS, PSAK, dan otomatisasi jurnal\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-100x100.png 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Sistem Akuntansi di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Sistem akuntansi di Indonesia mengalami peningkatan SaaS, namun tingkat adopsinya masih di bawah 8%. Alasan peluncuran terus-menerus sistem akuntansi\u2026<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t\n<div class=\"article-point\" id=\"key-takeaways\">\n<h2 class=\"article-point-title\">Yang dipelajari dari artikel ini<\/h2>\n<ul>\n<li>Tiga laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.<\/li>\n<li>Modal saham adalah dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham dan diubah menjadi barang atau peralatan.<\/li>\n<li>Laporan laba rugi menunjukkan arus pendapatan dan biaya serta menentukan laba.<\/li>\n<li>Laporan arus kas penting untuk memahami aliran dana.<\/li>\n<li>Basis akrual mengakui laba rugi pada saat penyediaan barang dan jasa.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p><script type=\"application\/ld+json\" id=\"wprestapi-ai-jsonld\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/financial-statements\/#article\",\"headline\":\"Memahami Tiga Laporan Keuangan dan Pengetahuan Dasar Akuntansi\",\"description\":\"Tiga laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Modal saham adalah dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham dan\u2026\",\"mainEntityOfPage\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/financial-statements\/\"},\"inLanguage\":\"id\",\"datePublished\":\"2020-03-22T11:52:09\",\"dateModified\":\"2026-09-04T12:50:44\",\"author\":{\"@type\":\"Person\",\"name\":\"yamazou\"}},{\"@type\":\"ItemList\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/financial-statements\/#key-takeaways\",\"name\":\"Yang dipelajari dari artikel ini\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Tiga laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Modal saham adalah dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham dan diubah menjadi barang atau peralatan.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Laporan laba rugi menunjukkan arus pendapatan dan biaya serta menentukan laba.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Laporan arus kas penting untuk memahami aliran dana.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Basis akrual mengakui laba rugi pada saat penyediaan barang dan jasa.\"}]}]}<\/script><\/p>\n<h2>Format Standar yang Mewakili Aset, Nilai, dan Kas Perusahaan adalah Tiga Laporan Keuangan<\/h2>\n<p>Dalam perusahaan atau usaha perseorangan, pergerakan aset, nilai, dan kas adalah esensi dari bisnis. Meskipun otomatisasi bisnis meningkat dengan penerapan sistem, pemahaman sistematis diperlukan untuk menghasilkan ide-ide baru berdasarkan kejadian nyata. Ini berbeda dari informasi yang mudah didapatkan di internet.<\/p>\n\n<p>Format standar dunia yang menggambarkan pergerakan aset, nilai, dan kas adalah tiga laporan keuangan. Terdiri dari laporan laba rugi P\/L (Profit and Loss Statement), neraca B\/S (Balance Sheet), dan laporan arus kas C\/F (Cash Flow Statement), penting untuk memahami proses pembuatan laporan ini secara garis besar.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Modal saham adalah dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham dan diubah menjadi barang atau peralatan.<\/li>\n<li>Barang yang dibeli menjadi harga pokok penjualan saat dijual.<\/li>\n<li>Laba dibawa sebagai laba ditahan dan menjadi sumber peningkatan aset perusahaan.<\/li>\n<li>Ada perbedaan antara laba berbasis akrual dan perbedaan arus kas.<\/li>\n<li>P\/L melihat arus pendapatan dan biaya, B\/S melihat stok, dan C\/F melihat arus masuk dan keluar kas.<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Selama masa kuliah, bahkan mahasiswa jurusan sosial disarankan untuk belajar bahasa Inggris dan akuntansi. Belakangan ini, pemrograman juga dianggap penting. Tidak hanya bagi mereka yang ingin memulai bisnis, tetapi juga bagi generalis dengan spesialisasi rendah, kemampuan untuk melihat perusahaan secara keseluruhan sangat diperlukan.<\/p>\n<h2>Mengubah Transaksi Menjadi Gerakan Puzzle Geser<\/h2>\n<p>Untuk memahami alur pembuatan tiga laporan keuangan, contoh membuka toko ponsel dan membeli 10 unit barang, kemudian menjual 4 unit, dapat diibaratkan sebagai gerakan puzzle geser.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Akuntansi\" class=\"size-full wp-image-56452 aligncenter\" height=\"174\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-1671.png\" width=\"221\"\/><img decoding=\"async\" alt=\"Akuntansi\" class=\"size-full wp-image-56456 aligncenter\" height=\"174\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2-24.png\" width=\"216\"\/> <\/p>\n<hr\/>\n<h3>1. Menyetor 100 juta dari rekening pribadi ke rekening perusahaan saat pembukaan usaha.<\/h3>\n<p> <img decoding=\"async\" alt=\"Akuntansi\" class=\"size-full wp-image-56480 aligncenter\" height=\"172\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-1673.png\" width=\"216\"\/> <\/p>\n<p>Dengan menyetor 100 juta dari rekening tabungan pribadi ke rekening toko, muncul potongan deposito toko sebesar 100 juta, dan untuk menyeimbangkannya, potongan modal saham diletakkan di sebelah kanan. Jika saldo deposito tidak mencukupi di kemudian hari, dan dana tambahan dikirim dari rekening tabungan pribadi, potongan pinjaman digunakan, bukan modal saham. Modal saham adalah total saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang tercantum dalam sertifikat pendirian perusahaan, dan jika menerima investasi dari VC, modal saham dapat ditingkatkan melalui penambahan modal oleh pihak ketiga.<\/p>\n<div style=\"clear: both;\"><\/div>\n<hr\/>\n<h3>2. Membeli 10 unit ponsel seharga 2 juta per unit.<\/h3>\n<p> <img decoding=\"async\" alt=\"Akuntansi\" class=\"size-full wp-image-56483 aligncenter\" height=\"199\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-1674.png\" width=\"220\"\/> <\/p>\n<p>Potongan deposito berkurang 20 juta dan berubah menjadi potongan barang, sehingga rincian modal saham tersebar antara deposito dan barang untuk menyeimbangkan. Ini adalah metode pencatatan berkelanjutan, tetapi ada juga metode tiga bagian yang mencatat biaya pada saat pembelian dan mengurangi saldo akhir bulan dari total saldo awal bulan dan biaya pembelian.<\/p>\n<div style=\"clear: both;\"><\/div>\n<hr\/>\n<h3>3. Menjual 3 unit ponsel dengan harga 9 juta dibayar dengan kartu debit.<\/h3>\n<figure class=\"bahtera-article-figure\" style=\"clear:both;display:block;float:none;width:fit-content;max-width:100%;margin:12px auto;text-align:center;\"><img decoding=\"async\" alt=\"Akuntansi\" class=\"size-full wp-image-56486 aligncenter\" height=\"197\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-1675.png\" width=\"218\"\/><figcaption style=\"margin:6px 0 0;color:#666;font-size:0.9em;line-height:1.6;\">Karena menjual 3 unit ponsel dengan harga pokok 2 juta, potongan barang berkurang 6 juta dan berubah menjadi potongan harga pokok penjualan, menyeimbangkan. Pada saat yang sama, pembayaran untuk 3 unit dengan harga 3 juta per unit diterima, potongan deposito bertambah 9 juta, dan potongan penjualan muncul sebesar 9 juta, menyeimbangkan. Dengan mencerminkan transaksi yang terjadi pada potongan kiri dan kanan, sistem akuntansi dapat dijelaskan tanpa memperhatikan aturan jurnal akuntansi.<\/figcaption><\/figure>\n<div style=\"clear: both;\"><\/div>\n<hr\/>\n<h3>4. Menjual 1 unit ponsel dengan harga 3 juta dan pembayaran ditunda hingga bulan berikutnya.<\/h3>\n<p> <img decoding=\"async\" alt=\"Akuntansi\" class=\"size-full wp-image-56462 aligncenter\" height=\"211\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/4-10.png\" width=\"218\"\/> <\/p>\n<p>Karena menjual 1 unit ponsel dengan harga pokok 2 juta, potongan barang berkurang 2 juta dan berubah menjadi potongan harga pokok penjualan, menyeimbangkan. Pada saat yang sama, pembayaran untuk 1 unit dengan harga 3 juta per unit menghasilkan potongan piutang, dan potongan penjualan bertambah 3 juta, menyeimbangkan. Piutang akan hilang ketika pembayaran diterima bulan depan, dan potongan deposito bertambah 3 juta untuk menyeimbangkan.<\/p>\n<div style=\"clear: both;\"><\/div>\n<hr\/>\n<h3>5. Menentukan laba bulan ini<\/h3>\n<p> <img decoding=\"async\" alt=\"Akuntansi\" class=\"size-full wp-image-56476 aligncenter\" height=\"263\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-1672.png\" width=\"222\"\/> <\/p>\n<p>Memisahkan penjualan dan harga pokok penjualan, memasukkan potongan laba sebesar 4 juta, dan laba bulan ini ditentukan sebesar 4 juta. Laporan laba rugi (P\/L) menentukan laba dari arus biaya dan pendapatan yang terjadi bulan ini. Potongan yang tersisa, memasukkan potongan laba ditahan sebesar 4 juta, menentukan kondisi aset perusahaan pada akhir bulan. Neraca (B\/S) menentukan kondisi aset toko. Modal saham adalah investasi dari pemegang saham, dan laba ditahan adalah modal yang dikumpulkan dari aktivitas operasional.<\/p>\n<hr\/>\n<h3>6. Mengklasifikasikan pergerakan deposito<\/h3>\n<p>Saldo menjadi 89 juta pada akhir bulan menunjukkan bahwa ada arus masuk 89 juta dibandingkan dengan awal bulan, yang dapat diketahui dengan membandingkan B\/S. Untuk mengetahui rinciannya, perlu menelusuri riwayat transaksi.<\/p>\n<div class=\"graybox\"> Ada arus masuk 100 juta dari rekening pribadi saat pembukaan usaha, arus keluar 20 juta untuk pembelian 10 unit ponsel, dan arus masuk 12 juta dari penjualan 4 unit ponsel, jadi arus masuk 92 juta&#8230; tunggu, 1 unit dijual secara kredit, jadi arus masuk sebenarnya adalah 9 juta, jadi arus masuk yang benar adalah 89 juta. <\/div>\n<p>Arus masuk 100 juta saat pembukaan usaha adalah arus masuk berdasarkan &#8220;aktivitas keuangan&#8221; modal saham di sisi kanan B\/S, arus keluar 20 juta untuk pembelian ponsel adalah arus keluar berdasarkan &#8220;aktivitas investasi&#8221; pembelian barang di sisi kiri B\/S, dan arus masuk 9 juta dari penjualan adalah arus masuk berdasarkan &#8220;aktivitas operasional&#8221; yang tercermin di P\/L.<\/p>\n<p> <img decoding=\"async\" alt=\"Akuntansi\" class=\"size-full wp-image-56523 aligncenter\" height=\"379\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-1679.png\" width=\"275\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-1679.png 275w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-1679-218x300.png 218w\" sizes=\"(max-width: 275px) 100vw, 275px\" \/> <\/p>\n<p>Melihat pergerakan kas dalam bentuk deposito ini adalah fungsi dari laporan arus kas (C\/F), yang mendukung saldo deposito di B\/S, dan penting untuk memahami aliran dana dalam aktivitas perusahaan, yang akan berakhir jika dana untuk pembayaran tidak mencukupi.<\/p>\n<h2>Hubungan antara Laba Rugi dan Arus Kas<\/h2>\n<p>Ada sistem akuntansi yang populer di Indonesia bernama SAGE ACCPAC, tetapi ada dua kekurangan yang dirasakan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Tidak ada jurnal transaksi yang dihasilkan<\/li>\n<li>Laporan arus kas (C\/F) tidak dilengkapi secara standar<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Ini mungkin karena perangkat lunak paket akuntansi ini berasal dari Amerika, di mana tidak ada kebiasaan untuk mengeluarkan jurnal transaksi dan mendapatkan persetujuan berbasis kertas seperti di Jepang. Namun, laporan arus kas menjadi wajib sebagai salah satu dari tiga laporan keuangan setelah penerapan standar akuntansi internasional (IFRS), sehingga di masa depan perangkat lunak paket akuntansi akan diminta untuk membuat C\/F dengan metode langsung (Direct Method).<\/p>\n<p>Dalam akuntansi, laba rugi (biaya dan pendapatan) di laporan laba rugi (P\/L) tidak selalu sesuai dengan arus kas (pendapatan dan pengeluaran) di C\/F. Meskipun ada laba di P\/L, jika kas tidak mencukupi, ada kemungkinan kebangkrutan meskipun laba tercatat.<\/p>\n<p class=\"field-note\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:18px 0 8px;padding:14px 16px 14px 18px;background:#fffaf3;border:1px solid #f0e0c8;border-left:5px solid #d97706;border-radius:6px;color:#3f3a32;line-height:1.75;\"><strong style=\"display:inline-block;margin-right:0.35em;color:#b45309;font-weight:700;\">Contoh:<\/strong> Misalnya, jurnal untuk pembayaran kembali pinjaman bank adalah sebagai berikut.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) Pinjaman (penurunan kewajiban) (Kredit) Kas (penurunan aset)<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Jurnal ini menunjukkan penurunan kas, yaitu pengeluaran, tetapi karena tidak ada perubahan dalam item biaya pendapatan, tidak dicatat di P\/L. Ini menunjukkan bahwa jurnal terkait arus kas tidak selalu terkait dengan laba rugi.<\/p>\n<h2>Arus Kas dengan Basis Kas dan Laba Rugi dengan Basis Akrual<\/h2>\n<p>Ada dua metode pengakuan laba rugi: basis kas dan basis akrual. Basis akrual terutama menggunakan dua standar: standar pengiriman dan standar penerimaan. Basis kas (Cash Basis) adalah metode yang mengakui laba rugi (pendapatan dan biaya) pada saat arus kas. Namun, dalam transaksi kredit (piutang) yang umum saat ini, perbedaan waktu antara arus kas dan penyediaan barang dan jasa adalah hal yang biasa.<\/p>\n<p>Basis akrual (Accrual Basis) adalah metode yang mengakui laba rugi pada saat penyediaan barang dan jasa, dan dibagi menjadi standar pengiriman dan standar penerimaan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<ul>\n<li>Pada saat pengiriman<br \/> (Debit) A\/R Accrued (Kredit) Sales<\/li>\n<li>Pada saat penerbitan faktur<br \/> (Debit) A\/R (Kredit) A\/R Accrued<\/li>\n<li>Pada saat pembelian<br \/> (Debit) Purchase (Kredit) A\/P Accrued<\/li>\n<li>Pada saat penerimaan faktur<br \/> (Debit) A\/P Accrued (Kredit) A\/P<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<p>A\/P Accrued (biaya yang belum dibayar) dan A\/R Accrued (pendapatan yang belum diterima) adalah akun sementara, tetapi karena barang dan jasa belum disediakan, tidak diakui sebagai laba rugi dengan mencatatnya di neraca (B\/S).<\/p>\n<p class=\"field-note\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:18px 0 8px;padding:14px 16px 14px 18px;background:#fffaf3;border:1px solid #f0e0c8;border-left:5px solid #d97706;border-radius:6px;color:#3f3a32;line-height:1.75;\"><strong style=\"display:inline-block;margin-right:0.35em;color:#b45309;font-weight:700;\">Contoh:<\/strong> Di pabrik suku cadang mobil di Indonesia, ada kasus di mana penjualan dan piutang dicatat pada saat pengiriman, dan pembelian dan utang dicatat pada saat penerimaan. Dalam kasus ini, tidak ada jurnal akuntansi yang terjadi pada saat penerbitan atau penerimaan faktur, dan pada saat pembayaran, piutang\/utang yang telah dicatat pada saat penerimaan dihapus berdasarkan faktur.<\/p>\n<div aria-hidden=\"true\" class=\"field-sep\" style=\"height:0;margin:0;padding:0;border:0;overflow:hidden;clear:both;\"><\/div>\n<p style=\"clear:both;margin:0 0 1.1em;padding:0;background:transparent !important;border:none !important;border-radius:0;box-shadow:none;color:inherit;\">Selain kondisi akrual (transfer barang atau jasa), ada metode pengakuan laba rugi yang membedakan dengan basis realisasi (Realization Basis) yang mengakui laba rugi dengan memperoleh kas atau setara kas (piutang, wesel, dan aset moneter lainnya).<\/p>\n<h2>Alur dari Akuntansi Umum hingga Laporan Keuangan<\/h2>\n<p>Buku kas mencatat arus kas dan memungkinkan untuk mengetahui saldo kas, tetapi tidak mengetahui tujuan pengeluaran atau kondisi kepemilikan. Oleh karena itu, pembukuan ganda digunakan untuk mencatat satu transaksi dari dua sisi, dan diklasifikasikan menjadi lima item: aset, kewajiban, ekuitas, biaya, dan pendapatan.<\/p>\n<p> <img decoding=\"async\" alt=\"Alur dari Akuntansi Umum hingga Laporan Keuangan\" class=\"wp-image-14520 size-full aligncenter\" height=\"481\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/FS.jpg\" width=\"382\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/FS.jpg 382w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/FS-238x300.jpg 238w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/FS-170x214.jpg 170w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/FS-206x260.jpg 206w\" sizes=\"(max-width: 382px) 100vw, 382px\" \/> <\/p>\n<p>Dalam sistem akuntansi, akuntansi umum mencakup jurnal, buku besar, dan neraca percobaan, sedangkan laporan keuangan mencakup tiga laporan keuangan yaitu P\/L, B\/S, dan C\/F. Biasanya, transaksi harian dicatat dalam buku jurnal, dan yang dipindahkan per akun menjadi buku besar umum. Dalam sistem bisnis, tidak ada perbedaan besar dalam posisi keduanya.<\/p>\n<p> <img decoding=\"async\" alt=\"Alur dari Akuntansi Umum hingga Laporan Keuangan\" class=\"wp-image-19338 size-full aligncenter\" height=\"477\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/zaimusanpyou.gif\" width=\"492\"\/> <\/p>\n<p>Baik yang belum disetujui maupun yang sudah disetujui, semua data disimpan dalam tabel G\/L, dan perbedaan hanya pada apakah hasil output dilihat per transaksi atau per akun, dan jumlah dapat dikeluarkan dalam set debit-kredit. Ini adalah contoh di mana pembukuan akuntansi diintegrasikan dengan sistemisasi, menggabungkan buku besar pengelolaan yang berbeda tingkatannya.<\/p>\n<div style=\"clear: both;\"><\/div>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Jurnal ada dalam keadaan belum disetujui dan disetujui di buku besar, dan keseimbangan buku besar menjadi neraca percobaan, yang dibagi menjadi kelompok aset, kewajiban, ekuitas, dan kelompok biaya, pendapatan.<\/li>\n<li>Bagian biaya dan pendapatan dari neraca percobaan menjadi P\/L, dan bagian yang menonjol dari kelompok ini adalah laba, yang ukurannya sama dengan bagian yang cekung dari kelompok aset, kewajiban, ekuitas.<\/li>\n<li>Dengan memasukkan laba sebagai laba ditahan di bagian yang cekung dari kelompok aset, kewajiban, ekuitas, keseimbangan tercapai, dan B\/S selesai.<\/li>\n<li>B\/S mencatat kekayaan perusahaan pada satu titik waktu, P\/L mencatat laba perusahaan dalam periode tertentu. Laba yang diperoleh dari pendapatan dikurangi biaya di P\/L diakumulasikan sebagai laba ditahan di sisi kanan B\/S, dan karena sisi kanan dan kiri B\/S sesuai, aset meningkat sebesar peningkatan laba ditahan.<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<h2>Pertanyaan Umum | Tiga Laporan Keuangan<\/h2>\n<p>Pertanyaan yang sering muncul tentang hubungan antara BS, PL, dan CF.<\/p>\n<h3>Apa yang diwakili oleh masing-masing dari tiga laporan keuangan?<\/h3>\n<p>Neraca menunjukkan kondisi keuangan pada satu titik waktu, laporan laba rugi menunjukkan hasil selama periode tertentu, dan laporan arus kas menunjukkan perubahan dana. Ini melihat aset, nilai, dan kas dari sudut pandang yang berbeda.<\/p>\n<h3>Mengapa laba rugi dan arus kas tidak sesuai?<\/h3>\n<p>Karena perbedaan waktu antara laba rugi berbasis akrual dan arus kas. Piutang, utang, dan depresiasi menyebabkan perbedaan ini.<\/p>\n<h3>Apa poin penting untuk menyelaraskan tiga laporan dalam sistem?<\/h3>\n<p>Konsistensi jurnal dan penutupan periode. Jika transaksi dicatat dengan benar di buku besar umum, tiga laporan dapat dikembangkan dari data yang sama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Modal saham diinvestasikan oleh pemegang saham dan diubah menjadi barang\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104000,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[687],"tags":[],"class_list":["post-66913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia-accounting-tax-rule"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66913"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":103919,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66913\/revisions\/103919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}