{"id":58451,"date":"2015-12-08T10:54:38","date_gmt":"2015-12-08T03:54:38","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/revaluation-discrepancy\/"},"modified":"2026-09-05T16:51:06","modified_gmt":"2026-09-05T09:51:06","slug":"revaluation-discrepancy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/revaluation-discrepancy\/","title":{"rendered":"Masalah Ketidaksesuaian Sistem Akuntansi di Industri Manufaktur Jepang di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Di industri manufaktur Jepang di Indonesia, sering terjadi ketidaksesuaian data saat mengoperasikan sistem bisnis. Ini sering kali merupakan masalah integrasi fungsi antar sistem bisnis, seperti ketidaksesuaian saldo piutang dan utang dengan saldo di G\/L, atau ketidaksesuaian antara daftar piutang dan penjualan.<\/p>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/sistem-akuntansi\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Sistem Akuntansi di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"Diagram terstruktur sistem akuntansi di Indonesia dengan fokus SaaS, PSAK, dan otomatisasi jurnal\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-100x100.png 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Sistem Akuntansi di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Sistem akuntansi di Indonesia mengalami peningkatan SaaS, namun tingkat adopsinya masih di bawah 8%. Alasan peluncuran terus-menerus sistem akuntansi\u2026<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t\n<div class=\"article-point\" id=\"key-takeaways\">\n<h2 class=\"article-point-title\">Yang dipelajari dari artikel ini<\/h2>\n<ul>\n<li>Di industri manufaktur Jepang di Indonesia, ketidaksesuaian data antar sistem bisnis sering terjadi.<\/li>\n<li>Ketidaksesuaian saldo piutang dan utang di G\/L dengan Laporan Umur Piutang disebabkan oleh jurnal debit note dan kredit note.<\/li>\n<li>Ketidaksesuaian antara A\/R dan penjualan terjadi ketika uang muka diproses berdasarkan kriteria penyelesaian proyek.<\/li>\n<li>Penyesuaian data setelah proses penutupan memerlukan pembatalan evaluasi kurs.<\/li>\n<li>PMA di Indonesia wajib menjalani audit eksternal, dan perusahaan konsultan akuntansi memberikan dukungan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p><script type=\"application\/ld+json\" id=\"wprestapi-ai-jsonld\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/revaluation-discrepancy\/#article\",\"headline\":\"Masalah Ketidaksesuaian Sistem Akuntansi di Industri Manufaktur Jepang di Indonesia\",\"description\":\"Di industri manufaktur Jepang di Indonesia, ketidaksesuaian data antar sistem bisnis sering terjadi. Ketidaksesuaian saldo piutang dan utang di G\/L\u2026\",\"mainEntityOfPage\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/revaluation-discrepancy\/\"},\"inLanguage\":\"id\",\"datePublished\":\"2015-12-08T10:54:38\",\"dateModified\":\"2026-09-04T12:55:52\",\"author\":{\"@type\":\"Person\",\"name\":\"yamazou\"}},{\"@type\":\"ItemList\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/revaluation-discrepancy\/#key-takeaways\",\"name\":\"Yang dipelajari dari artikel ini\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Di industri manufaktur Jepang di Indonesia, ketidaksesuaian data antar sistem bisnis sering terjadi.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketidaksesuaian saldo piutang dan utang di G\/L dengan Laporan Umur Piutang disebabkan oleh jurnal debit note dan kredit note.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Ketidaksesuaian antara A\/R dan penjualan terjadi ketika uang muka diproses berdasarkan kriteria penyelesaian proyek.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Penyesuaian data setelah proses penutupan memerlukan pembatalan evaluasi kurs.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"PMA di Indonesia wajib menjalani audit eksternal, dan perusahaan konsultan akuntansi memberikan dukungan.\"}]}]}<\/script><\/p>\n<h2>Kasus Ketidaksesuaian Data Antar Departemen<\/h2>\n<p>Sistem bisnis digunakan oleh masing-masing departemen untuk fungsi yang diperlukan, dan informasi disampaikan dari hulu ke hilir, namun ketidaksesuaian data dapat terjadi dalam proses tersebut. Ketidaksesuaian ini bukan karena kerusakan sistem, tetapi lebih sering disebabkan oleh perbedaan metode dan waktu input-output di setiap departemen. Setelah dianalisis, penyebabnya dapat diringkas sebagai berikut.<\/p>\n<h3>Saldo Piutang (A\/R) dan Utang (A\/P) di Buku Besar (G\/L) Berbeda dengan Saldo di Laporan Umur Piutang<\/h3>\n<p>Secara teori, saldo awal bulan A\/R dan A\/P yang dibawa dari G\/L seharusnya sama dengan saldo akhir bulan sebelumnya di Laporan Umur Piutang, namun sering kali tidak sama.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>A\/P dan A\/R diinput langsung dari G\/L \u21d2 Ketidaksesuaian terjadi karena jurnal debit note untuk diskon atau kredit note untuk penambahan nilai diinput di G\/L.<\/li>\n<li>Jurnal A\/P dan A\/R dibuat saat persetujuan sebelum diposting \u21d2 Perlu memeriksa transaksi A\/P dan A\/R yang telah disetujui namun belum diposting saat proses penutupan.<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<h3>Ketidaksesuaian A\/R dan A\/P yang Melibatkan Beberapa Departemen<\/h3>\n<p>Ketidaksesuaian data sering terungkap ketika saldo A\/P dan A\/R tidak sesuai dengan saldo di G\/L, baik dalam jumlah total maupun per pelanggan. Untuk menyesuaikan jumlah per pelanggan, seperti halnya transfer antar departemen aset, akun dibagi dan jurnal offset dibuat pada akhir bulan tertentu.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) A\/P (Kode Pelanggan A) 10 (Kredit) A\/P (Kode Pelanggan M) 30<\/li>\n<li>(Debit) A\/P (Kode Pelanggan B) 10<\/li>\n<li>(Debit) A\/P (Kode Pelanggan C) 10<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n\n<h3>Ketidaksesuaian A\/R dan Penjualan (Sales) Saat Uang Muka Diproses Berdasarkan Kriteria Penyelesaian Proyek<\/h3>\n<p>Sales mencoba mencocokkan penjualan bulan ini dengan A\/R yang relevan, tetapi daftar penjualan di G\/L tidak selalu sesuai dengan daftar A\/R bulan tersebut.<\/p>\n<p>Proses pengembalian atau diskon dapat diperbaiki dengan Credit Note dari informasi A\/R, tetapi penyesuaian selisih kurs atau selisih pajak pada A\/R dalam mata uang asing dilakukan oleh bagian akuntansi dengan jurnal transfer di G\/L, sehingga terjadi perbedaan antara informasi A\/R dan saldo akun A\/R di G\/L.<\/p>\n<p>Selain itu, jika layanan diproses berdasarkan kriteria penyelesaian proyek, uang muka diproses dalam akun Down Payment, bukan akun Sales, dan jika diakui sebagai Sales bulan berikutnya, perbandingan bulanan antara Sales dan A\/R tidak akan sesuai.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Penerimaan Uang Muka (Debit) A\/R 100 (Kredit) Down Payment 100<\/li>\n<li>Saat Penyelesaian Proyek (Debit) A\/R 40 (Kredit) Sales 40 (Debit) Down Payment 100 (Kredit) Sales 100<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<h3>Penyesuaian Data Setelah Proses Penutupan<\/h3>\n<p>Sering terjadi bahwa setelah melakukan evaluasi kurs akhir bulan dan proses penutupan, ditemukan bahwa &#8220;Invoice ini sudah dibayar tetapi lupa diinput&#8221;. Dalam kasus ini, perlu membatalkan proses penutupan dan evaluasi kurs, kemudian melakukan pembayaran invoice, dan melakukan evaluasi kurs serta penutupan kembali. Jika prosedur operasi ini tidak jelas, maka jika invoice diperbaiki tanpa membatalkan evaluasi kurs, input perbaikan tidak akan tercermin dalam evaluasi kurs.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Saldo A\/R dalam Rupiah pada akhir November: 100<\/li>\n<li>Saldo setelah evaluasi kurs pada akhir November: 110<\/li>\n<li>Seharusnya perbaikan dilakukan terhadap 100, tetapi dilakukan terhadap 110.<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<h3>Proses Penutupan Tertunda dan Input Pembayaran A\/R dan A\/P Dilakukan Terlebih Dahulu<\/h3>\n<p>Evaluasi kurs dilakukan untuk menilai kembali saldo A\/P pada akhir bulan dengan kurs akhir bulan, tetapi proses penutupan biasanya tertunda hingga bulan berikutnya. Jika dilakukan offset selama periode ini, saldo A\/P akhir bulan akan berubah.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Saldo dalam Rupiah pada akhir November: 100<\/li>\n<li>Saldo setelah input pembayaran pada 1 Desember: 90<\/li>\n<li>Seharusnya evaluasi kurs dilakukan terhadap 100, tetapi dilakukan terhadap 90.<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<h2>Langkah-Langkah yang Dapat Diambil<\/h2>\n<h3>Memisahkan Akun Realisasi dan Non-Realisasi<\/h3>\n<p>Selisih kurs terdiri dari keuntungan atau kerugian yang direalisasikan saat pembayaran dan yang tidak direalisasikan saat evaluasi akhir bulan. Jika tidak dipisahkan dalam akun, sulit untuk menelusuri transaksi yang menyebabkan selisih kurs.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Keuntungan Forex &#8211; Realisasi<\/li>\n<li>Kerugian Forex &#8211; Realisasi<\/li>\n<li>Keuntungan Forex &#8211; Non-Realisasi<\/li>\n<li>Kerugian Forex &#8211; Non-Realisasi<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Dalam sistem, dapat dibedakan apakah jurnal selisih kurs terjadi saat pembayaran atau evaluasi kurs, tetapi dalam akuntansi umum, biasanya hanya dapat difilter berdasarkan akun atau pelanggan. Oleh karena itu, disarankan untuk membagi akun seperti di atas.<\/p>\n<h3>Memperjelas Prosedur Operasional untuk Proses Tidak Biasa<\/h3>\n<p>Perbaikan data A\/R dan A\/P setelah proses penutupan harus dilakukan setelah membatalkan evaluasi kurs, agar perbaikan tercermin dalam nilai evaluasi akhir bulan. Oleh karena itu, perlu memperjelas prosedur operasional untuk perbaikan yang tidak biasa.<\/p>\n\n<h2>Audit Akuntansi oleh Auditor Eksternal<\/h2>\n<p>Audit umumnya merujuk pada audit akuntansi oleh firma audit akuntansi, tetapi audit wajib hanya diwajibkan untuk perusahaan besar yang diatur oleh undang-undang perusahaan. Definisi perusahaan besar adalah &#8220;perusahaan dengan modal lebih dari 5 miliar yen atau utang lebih dari 200 miliar yen&#8221;, dan seiring pertumbuhan atau penurunan perusahaan, kewajiban audit dapat berubah.<\/p>\n<p>Meskipun perusahaan tertutup, ada hukum yang mewajibkan audit oleh auditor akuntansi (firma audit atau akuntan publik bersertifikat), sehingga jika perusahaan besar yang menjadi subjek tidak melakukan audit wajib, akan melanggar hukum dan dikenakan denda. Namun, dalam kenyataannya, ada praktik abu-abu yang dilakukan.<\/p>\n<p>Di Indonesia, perusahaan modal asing (PMA) dianggap sebagai perusahaan besar, dan meskipun di Jepang dianggap sebagai perusahaan kecil dan menengah, selama menjadi PMA, wajib menjalani audit eksternal.<\/p>\n<p class=\"field-note\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:18px 0 8px;padding:14px 16px 14px 18px;background:#fffaf3;border:1px solid #f0e0c8;border-left:5px solid #d97706;border-radius:6px;color:#3f3a32;line-height:1.75;\"><strong style=\"display:inline-block;margin-right:0.35em;color:#b45309;font-weight:700;\">Contoh:<\/strong> Menurut Peter Drucker, meskipun perusahaan adalah alat publik masyarakat, memburuknya laporan keuangan dapat mempengaruhi penilaian bank, harga saham, dan syarat tender. Oleh karena itu, kebiasaan membuat laporan keuangan dengan cara yang tidak transparan dan terlihat baik di area abu-abu telah berkembang, dan ketika masalah seperti Toshiba muncul, istilah &#8220;akuntansi yang tidak tepat&#8221; diciptakan.<\/p>\n<h2>Audit Bisnis Eksternal dan Audit Internal<\/h2>\n<p>Audit biasanya merujuk pada audit akuntansi oleh auditor eksternal, tetapi sejak diberlakukannya aturan kontrol internal dalam Undang-Undang Instrumen Keuangan 2006 yang dikenal sebagai JSOX, audit bisnis yang menilai kepatuhan internal melalui kontrol internal juga menjadi penting. Audit bisnis adalah audit terhadap kegiatan bisnis selain akuntansi (pembelian, produksi, logistik, penjualan, dll.) atau organisasi dan sistem, tetapi pada akhirnya terkait dengan perlindungan pemegang saham melalui jaminan keandalan laporan keuangan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Audit Akuntansi Eksternal: Menjamin secara langsung keandalan laporan keuangan.<\/li>\n<li>Audit Bisnis Eksternal: Menjamin kepatuhan internal terhadap hukum internal melalui kontrol internal sesuai dengan ISO atau JSOX.<\/li>\n<li>Audit Internal: Menjamin kepatuhan internal terhadap hukum internal melalui kontrol internal sesuai dengan ISO atau JSOX.<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Dengan sistematisasi bisnis saat ini, evaluasi kontrol internal memerlukan kontrol IT. Di Indonesia, saat audit bisnis, ada tiga poin utama yang ditanyakan tentang sistem ERP.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Apakah alur persetujuan sudah tepat?<\/li>\n<li>Apakah hak akses ke sistem sudah diatur dengan tepat?<\/li>\n<li>Apakah ada dokumen seperti manual operasi dan manual penggunaan?<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<h2>Pekerjaan Perusahaan Konsultan Akuntansi di Indonesia<\/h2>\n<p>Di industri manufaktur Jepang di Indonesia, umum untuk membuat kontrak dengan perusahaan konsultan akuntansi untuk pembukuan atau sebagai penasihat akuntansi. Saat mengimplementasikan sistem akuntansi, laporan keuangan yang dihasilkan setelah proses penutupan akhir bulan dibandingkan dengan laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan konsultan akuntansi untuk memastikan kebenarannya. Selain itu, saldo awal yang diperlukan saat memulai penggunaan sistem akuntansi diimpor atau diinput dengan jurnal transfer berdasarkan neraca percobaan (Trial Balance) yang dibuat oleh perusahaan konsultan akuntansi.<\/p>\n<p>Perusahaan konsultan akuntansi di Indonesia, terlepas dari ukuran, umumnya melakukan pekerjaan berikut.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Audit Eksternal (Audit Akuntansi dan Audit Bisnis)<\/li>\n<li>Pembukuan dan Penggajian<\/li>\n<li>Dukungan Pajak (PPh, PPN, bea cukai, dll.)<\/li>\n<li>Dukungan Visa dan Pendirian Perusahaan<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Perusahaan yang dikenal di kalangan perusahaan Jepang adalah JAC (Japan Asia Consultant). Saya selalu menyimpan tiga buku karya perwakilan mereka (manajemen perusahaan, pajak, akuntansi) di meja saya sebagai referensi.<\/p>\n<h2>Data yang Diperlukan dari Perusahaan Konsultan Akuntansi Saat Mengimplementasikan Sistem Akuntansi<\/h2>\n<p>Saat mengimplementasikan sistem akuntansi untuk klien yang memiliki kontrak dengan perusahaan konsultan akuntansi, selalu ada masalah yang muncul. Saya menyebutnya sebagai tiga ketidakcocokan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Ketidakcocokan Saldo Awal: Terjadi ketika data yang diserahkan diperbaiki setelahnya.<\/li>\n<li>Ketidakcocokan Akun: Membingungkan operator saat input data di tengah bulan.<\/li>\n<li>Ketidakcocokan Waktu Penyelarasan Saldo Awal: Mempengaruhi jadwal implementasi sistem.<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Setelah data diserahkan ke perusahaan konsultan akuntansi, terkadang ditemukan invoice yang hilang di dalam perusahaan. Dalam kasus ini, permintaan perbaikan data ke perusahaan konsultan akuntansi tidak dapat dilakukan tepat waktu, sehingga saldo piutang dan utang berdasarkan invoice di dalam perusahaan tidak sesuai dengan saldo akun piutang dan utang di G\/L yang dikirim oleh perusahaan konsultan akuntansi, dan memerlukan waktu untuk menemukan penyebabnya.<\/p>\n<p>Selain itu, perusahaan konsultan akuntansi bertugas membuat laporan keuangan yang benar berdasarkan undang-undang perusahaan Indonesia. Karena memiliki banyak klien, untuk mengurangi beban manajemen, disarankan menggunakan akun yang sama sebanyak mungkin. Ini adalah hal yang tidak bisa dihindari.<\/p>\n<p>Namun, jika pemetaan akun dengan akun internal tidak memadai, petugas input akuntansi tidak tahu di mana harus memasukkan transaksi abu-abu, sehingga tidak dapat melakukan rekonsiliasi saldo per akun pada akhir bulan. Akibatnya, proses penutupan tidak dapat dilakukan.<\/p>\n<p>Selain itu, data yang sudah pasti setelah proses penutupan bulan sebelumnya baru diterima sekitar tanggal 20 bulan berikutnya, sehingga menyulitkan manajer proyek implementasi sistem untuk mengatur jadwal.<\/p>\n<h2>Pertanyaan Umum | Masalah Akuntansi di Industri Manufaktur Indonesia<\/h2>\n<p>Berdasarkan isi artikel ini, berikut adalah pertanyaan yang sering muncul.<\/p>\n<h3>Mengapa terjadi ketidaksesuaian data di industri manufaktur Jepang di Indonesia?<\/h3>\n<p>Di industri manufaktur Jepang di Indonesia, ketidaksesuaian data dapat terjadi karena masalah integrasi fungsi antar sistem bisnis. Terutama, ketidaksesuaian saldo piutang dan utang dengan saldo di G\/L, atau ketidaksesuaian antara daftar piutang dan penjualan sering terlihat. Ini bukan karena kerusakan sistem, tetapi lebih sering disebabkan oleh perbedaan metode dan waktu input-output di setiap departemen.<\/p>\n<h3>Apa yang harus diperhatikan saat melakukan evaluasi kurs?<\/h3>\n<p>Saat melakukan evaluasi kurs, jika diperlukan perbaikan data setelah proses penutupan, evaluasi kurs juga harus dibatalkan agar perbaikan tercermin dalam nilai evaluasi akhir bulan. Jika proses penutupan tertunda dan input pembayaran A\/R dan A\/P dilakukan terlebih dahulu, saldo A\/P akhir bulan dapat berubah, sehingga perlu diperhatikan.<\/p>\n<h3>Bagaimana kewajiban audit akuntansi diatur di Indonesia?<\/h3>\n<p>Di Indonesia, perusahaan modal asing (PMA) dianggap sebagai perusahaan besar dan wajib menjalani audit eksternal. Definisi perusahaan besar adalah &#8220;perusahaan dengan modal lebih dari 5 miliar yen atau utang lebih dari 200 miliar yen&#8221;, dan audit wajib diatur oleh undang-undang. Meskipun perusahaan tertutup, ada hukum yang mewajibkan audit oleh auditor akuntansi, sehingga jika perusahaan besar yang menjadi subjek tidak melakukan audit wajib, akan melanggar hukum dan dikenakan denda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di industri manufaktur Jepang di Indonesia, sering terjadi ketidaksesuaian data antar sistem bisnis. Ketidaksesuaian ini sering kali disebabkan oleh\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104037,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[687],"tags":[],"class_list":["post-58451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia-accounting-tax-rule"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58451"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":103928,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58451\/revisions\/103928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}