{"id":58343,"date":"2016-08-27T00:12:03","date_gmt":"2016-08-26T17:12:03","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/leasing\/"},"modified":"2026-09-05T17:19:47","modified_gmt":"2026-09-05T10:19:47","slug":"leasing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/leasing\/","title":{"rendered":"Pengolahan Akuntansi untuk Operating Lease dan Capital Lease"},"content":{"rendered":"<p>Operating lease pada dasarnya adalah penyewaan aset dari perusahaan leasing. Capital lease (dari sudut pandang perusahaan leasing disebut finance lease) atau sale &amp; leaseback menyebabkan biaya penyusutan pada aset leasing sendiri. Setelah periode leasing berakhir, aset tersebut dialihkan menjadi aset tetap.<\/p>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/sistem-akuntansi\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Sistem Akuntansi di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"Diagram terstruktur sistem akuntansi di Indonesia dengan fokus SaaS, PSAK, dan otomatisasi jurnal\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-100x100.png 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Sistem Akuntansi di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Sistem akuntansi di Indonesia mengalami peningkatan SaaS, namun tingkat adopsinya masih di bawah 8%. Alasan peluncuran terus-menerus sistem akuntansi\u2026<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t\n<div class=\"article-point\" id=\"key-takeaways\">\n<h2 class=\"article-point-title\">Yang dipelajari dari artikel ini<\/h2>\n<ul>\n<li>Operating lease adalah bentuk penyewaan aset dari perusahaan leasing dan dicatat sebagai biaya.<\/li>\n<li>Dalam capital lease, aset leasing dicatat sebagai aset tetap perusahaan dan menyebabkan biaya penyusutan.<\/li>\n<li>Leaseback adalah metode menjual aset dan menyewanya kembali untuk mengurangi beban pemeliharaan.<\/li>\n<li>Capital lease dapat menghindari pajak pertambahan nilai (PPN-out) dan mengendalikan pengeluaran besar.<\/li>\n<li>Dalam kontrak leasing, PPN-in 11% saat pembelian tidak termasuk dalam jumlah leasing dan dapat dibagi dalam pembayaran bulanan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p><script type=\"application\/ld+json\" id=\"wprestapi-ai-jsonld\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/leasing\/#article\",\"headline\":\"Pengolahan Akuntansi untuk Operating Lease dan Capital Lease\",\"description\":\"Operating lease adalah bentuk penyewaan aset dari perusahaan leasing dan dicatat sebagai biaya. Dalam capital lease, aset leasing dicatat sebagai aset\u2026\",\"mainEntityOfPage\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/leasing\/\"},\"inLanguage\":\"id\",\"datePublished\":\"2016-08-27T00:12:03\",\"dateModified\":\"2026-09-04T12:54:48\",\"author\":{\"@type\":\"Person\",\"name\":\"yamazou\"}},{\"@type\":\"ItemList\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/leasing\/#key-takeaways\",\"name\":\"Yang dipelajari dari artikel ini\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Operating lease adalah bentuk penyewaan aset dari perusahaan leasing dan dicatat sebagai biaya.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dalam capital lease, aset leasing dicatat sebagai aset tetap perusahaan dan menyebabkan biaya penyusutan.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Leaseback adalah metode menjual aset dan menyewanya kembali untuk mengurangi beban pemeliharaan.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Capital lease dapat menghindari pajak pertambahan nilai (PPN-out) dan mengendalikan pengeluaran besar.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Dalam kontrak leasing, PPN-in 11% saat pembelian tidak termasuk dalam jumlah leasing dan dapat dibagi dalam pembayaran bulanan.\"}]}]}<\/script><\/p>\n<h2>Sistem Manajemen Aset Tetap yang Mengelola Leasing<\/h2>\n<p>Contoh umum dari penggunaan layanan dengan dana orang lain dapat ditemukan dalam beberapa kasus.<\/p>\n<p>Misalnya, perusahaan rental mobil di Bali yang menyewakan Avanza dengan sopir kepada banyak wisatawan, pembayaran buku yang dibeli di Amazon dengan kartu VISA yang menjadi kredit pasca bayar oleh VISA, perusahaan Jepang di Jakarta yang membuat kontrak leasing dengan perusahaan leasing untuk membeli Inova baru dan membayar biaya leasing selama 3 tahun, atau menggunakan KPR BCA untuk mendapatkan pinjaman dan membayar cicilan rumah selama 15 tahun.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Perusahaan rental mobil di Bali yang menyewakan Avanza dengan sopir kepada banyak wisatawan<\/li>\n<li>Pembayaran buku yang dibeli di Amazon dengan kartu VISA yang menjadi kredit pasca bayar oleh VISA<\/li>\n<li>Perusahaan Jepang di Jakarta yang membuat kontrak leasing dengan perusahaan leasing untuk membeli Inova baru dan membayar biaya leasing selama 3 tahun<\/li>\n<li>Menggunakan KPR BCA untuk mendapatkan pinjaman dan membayar cicilan rumah selama 15 tahun<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Avanza yang disewa sebagai rental adalah aset perusahaan rental mobil, buku yang dibeli dengan kredit adalah aset konsumen, Inova baru dalam kontrak leasing adalah aset perusahaan Jepang (BPKB disimpan oleh perusahaan leasing), dan rumah yang dibeli dengan KPR adalah aset konsumen.<\/p>\n<p>Sistem manajemen aset tetap memiliki tiga fungsi berikut.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Manajemen Aset Tetap<\/li>\n<li>Manajemen Akun Konstruksi dalam Proses<\/li>\n<li>Manajemen Leasing<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika Inova baru disewa sebagai kendaraan perusahaan dan dicatat sebagai biaya, itu adalah operating lease, tetapi jika itu adalah pembayaran kembali aset leasing sebagai aset tetap, itu menjadi capital lease (dari sudut pandang perusahaan leasing disebut finance lease), dan fungsi manajemen leasing dalam sistem aset tetap mengelola capital lease.<\/p>\n<h2>Memindahkan Aset melalui Leaseback untuk Mengurangi Beban Pemeliharaan<\/h2>\n<p>Leaseback adalah metode menjual aset bisnis dan terus menggunakannya sambil membayar biaya penggunaan kepada pembeli. Tujuan utamanya adalah mendapatkan cash-in dari penjualan, tetapi dengan memindahkan kepemilikan aset, kewajiban pemeliharaan juga dapat dipindahkan. Ini memungkinkan pengurangan beban pemeliharaan dan memungkinkan perusahaan untuk fokus pada bisnis utama mereka.<\/p>\n<h2>Penghematan Pajak dan Pengendalian Cash Out melalui Capital Lease<\/h2>\n<p>Dalam operating lease, aset perusahaan leasing disewa dengan membayar biaya leasing, yang mengubah aset menjadi biaya dan mengendalikan cash out yang besar, tetapi pada dasarnya mirip dengan rental mobil.<\/p>\n<p>Sebaliknya, dalam capital lease (sale &amp; leaseback), aset dapat dialihkan menjadi aset leasing tanpa menjualnya, dan utang leasing dapat dikurangi selama jangka waktu yang panjang.<\/p>\n<p>Ini memungkinkan untuk menghindari pajak pertambahan nilai (PPN-out) dari penjualan ke perusahaan leasing dan mengendalikan pengeluaran besar saat membeli mesin.<\/p>\n<p>Karena aset leasing dicatat sebagai aset di pabrik, penyusutan terjadi, dan setelah periode kontrak leasing selesai, aset tersebut dialihkan menjadi aset tetap perusahaan, tetapi karena bukan pembelian (dari sudut pandang perusahaan leasing bukan penjualan), pajak pertambahan nilai (PPN-in) tidak terjadi.<\/p>\n<p>Contoh: Misalnya, mesin dengan masa penyusutan 10 tahun senilai Rp.1.000.000 disewa selama 3 tahun. PPN-in 11% sebesar Rp.110.000 yang dikenakan saat pembelian tidak termasuk dalam jumlah leasing. (Saat kontrak leasing) Pembelian mesin PPN-in 11% tidak termasuk dalam jumlah kontrak leasing.<\/p>\n<p>(Debit) Plant &amp; Machinery 1.000.000 (Kredit) Lease A\/P 1.000.000 (Debit) PPN-in 110.000 (Kredit) A\/P 110.000 Jumlah kontrak leasing Tidak ada PPN-out 11% karena bukan penjualan.<\/p>\n<p>(Debit) Lease asset 1.000.000 (Kredit) Plant &amp; Machinery 1.000.000 (Pembayaran bulanan) Jumlah kontrak leasing mesin adalah Rp.1.000.000, tetapi harga pembelian lebih rendah dari yang sebenarnya, dan selisihnya dapat dibagi sebagai bunga pembayaran saat membayar biaya leasing.<\/p>\n<p>Pembayaran biaya leasing (1.000.000\u00f73\u00f712) (Debit) Lease A\/P 27.777 (Kredit) Bank 27.777 Biaya penyusutan (1.000.000\u00f710\u00f712) (Debit) Depreciation 8.333 (Kredit) Accumulated depreciation 8.333 (Setelah periode kontrak leasing berakhir) Aset leasing menjadi aset tetap Tidak ada PPN-in 11% karena bukan pembelian.<\/p>\n<p class=\"field-note\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:18px 0 8px;padding:14px 16px 14px 18px;background:#fffaf3;border:1px solid #f0e0c8;border-left:5px solid #d97706;border-radius:6px;color:#3f3a32;line-height:1.75;\"><strong style=\"display:inline-block;margin-right:0.35em;color:#b45309;font-weight:700;\">Contoh:<\/strong> Perusahaan telekomunikasi milik negara Indosat membangun menara sinyal di berbagai pulau di Indonesia, tetapi dengan menjualnya ke perusahaan spesialis pemeliharaan dan menyewanya kembali, mereka dapat mengalihdayakan beban pemeliharaan dan fokus pada bisnis utama mereka.<\/p>\n<p class=\"field-generalization\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:0 0 22px;padding:10px 14px 10px 16px;background:#f5f9fc;border-left:4px solid #2f80ed;border-radius:0 6px 6px 0;color:#1f2937;line-height:1.7;\"><strong style=\"color:#1d4ed8;font-weight:700;\">Poin:<\/strong> Menjual dan menyewa kembali aset dapat menjadi cara untuk mengalihdayakan manajemen dan pemeliharaan aset serta fokus pada bisnis utama.<\/p>\n<p>(Debit) Plant &amp; Machinery 1.000.000 (Kredit) Lease asset 1.000.000 (Pembayaran bulanan) Biaya penyusutan (Debit) Depreciation 8.333 (Kredit) Accumulated depreciation 8.333<\/p>\n<h2>Pertanyaan Umum | Pengolahan Akuntansi Leasing dan Efek Penghematan Pajak<\/h2>\n<p>Berdasarkan isi artikel ini, pertanyaan yang sering muncul dirangkum secara singkat.<\/p>\n<h3>Apa perbedaan antara operating lease dan capital lease?<\/h3>\n<p>Operating lease pada dasarnya adalah penyewaan aset dari perusahaan leasing. Capital lease menyebabkan biaya penyusutan pada aset leasing dan setelah periode leasing berakhir, aset tersebut dialihkan menjadi aset tetap.<\/p>\n<h3>Bagaimana cara mendapatkan efek penghematan pajak dari capital lease?<\/h3>\n<p>Dalam capital lease, utang leasing dapat dikurangi selama jangka waktu yang panjang tanpa menjual aset leasing. Ini memungkinkan untuk menghindari pajak pertambahan nilai (PPN-out) dan mengendalikan pengeluaran besar saat membeli mesin.<\/p>\n<h3>Apa tujuan dari sale &amp; leaseback?<\/h3>\n<p>Tujuan utama dari sale &amp; leaseback adalah untuk mendapatkan cash-in dari penjualan aset. Selain itu, dengan memindahkan kepemilikan aset, beban pemeliharaan dapat dikurangi, memungkinkan perusahaan untuk fokus pada bisnis utama mereka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Operating lease adalah penyewaan aset dari perusahaan leasing dan dicatat sebagai biaya. Capital lease mencatat aset leasing sebagai aset tetap dan\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104055,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[687],"tags":[],"class_list":["post-58343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia-accounting-tax-rule"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58343"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":103927,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58343\/revisions\/103927"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}