{"id":58343,"date":"2016-08-27T00:12:03","date_gmt":"2016-08-26T17:12:03","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/leasing\/"},"modified":"2025-03-20T14:12:17","modified_gmt":"2025-03-20T07:12:17","slug":"leasing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/leasing\/","title":{"rendered":"Kontrak Sewa Modal yang Disusutkan sebagai Aset Sewa"},"content":{"rendered":"<p>Sewa operasional sama seperti menyewa aset perusahaan leasing secara substansial, sedangkan sewa modal (dari perspektif perusahaan leasing disebut sewa pembiayaan) = penjualan dan sewa kembali adalah aset sewa milik sendiri sehingga terjadi biaya penyusutan, dan setelah masa sewa berakhir, aset tersebut dialihkan ke aset utama.<br \/>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/sistem-akuntansi\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Sistem Akuntansi di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1-13-150x150.png\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u306e\u52b4\u52d9\u3068\u6cd5\u5f8b\u307e\u3068\u3081\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1-13-150x150.png 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1-13-100x100.png 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Sistem Akuntansi di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di Indonesia, sistem akuntansi berbasis cloud semakin berkembang, dan tiga sistem cloud lokal terkenal, yaitu Accurate, Zahir, serta Jurnal, memimpin pasar. Namun, pada kenyataannya, dikatakan bahwa hanya kurang dari 8% perusahaan domestik yang telah mengadopsi sistem akuntansi. Inilah alasan mengapa sistem akuntansi berbasis cloud baru terus diluncurkan di pasar Indonesia yang tampaknya sudah jenuh. Hal ini menunjukkan bahwa startup IT, baik domestik maupun internasional, menilai bahwa sistem akuntansi cloud masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan pangsa pasar di pasar lokal. Di Indonesia, pencatatan otomatis melalui penyebaran sistem akuntansi telah menjadi hal yang biasa, dan dalam lima tahun terakhir, rata-rata nilai &#8230; <\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t<\/p>\n<h2>Sewa yang Dikelola oleh Sistem Manajemen Aset Tetap<\/h2>\n<p>Contoh sederhana menerima layanan dengan uang orang lain adalah&#8230;<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Perusahaan rental mobil di Bali menyewakan Avanza dengan supir kepada wisatawan secara tidak spesifik.<\/li>\n<li>Pembayaran buku yang dibeli di Amazon dengan kartu VISA menjadi pembayaran tertunda yang ditanggung oleh VISA.<\/li>\n<li>Perusahaan Jepang di Jakarta membuat kontrak sewa dengan perusahaan leasing untuk membeli Inova baru dan membayar biaya sewa selama kontrak 3 tahun.<\/li>\n<li>Menggunakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dari BCA untuk mendapatkan pinjaman dan membayar cicilan selama 15 tahun.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Avanza yang disewa sebagai mobil rental adalah aset perusahaan rental, buku yang dibeli dengan kredit adalah aset konsumen, Inova baru dari kontrak sewa adalah aset perusahaan Jepang (BPKB = Buku Pemilik Kendaraan Bermotor disimpan oleh perusahaan leasing), dan rumah yang dibeli dengan KPR adalah aset konsumen.<br \/>\nSistem manajemen aset tetap memiliki tiga fungsi berikut:<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Manajemen aset tetap<\/li>\n<li>Manajemen akun sementara konstruksi<\/li>\n<li>Manajemen sewa<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika Inova baru disewa sebagai mobil perusahaan, itu menjadi sewa operasional jika dicatat sebagai biaya, tetapi menjadi sewa modal (dari sisi perusahaan leasing disebut sewa pembiayaan) jika merupakan pembayaran aset sewa yang merupakan aset tetap. Dari ketiga fungsi tersebut, yang dikelola oleh fungsi manajemen sewa dalam sistem aset tetap adalah sewa modal.<\/p>\n<h2>Mengalihkan Aset melalui Sewa Kembali untuk Mengurangi Beban Pemeliharaan<\/h2>\n<p>Sewa kembali adalah menjual aset bisnis dan tetap menggunakannya sambil membayar biaya penggunaan kepada pembeli, dengan tujuan utama mendapatkan uang tunai dari penjualan. Namun, dengan mengalihkan kepemilikan aset, kewajiban pemeliharaan aset juga dapat dialihkan.<br \/>\nMisalnya, perusahaan telekomunikasi milik negara, Indosat, membangun menara sinyal di berbagai pulau di Indonesia. Dengan membangun menara sinyal lalu menjualnya ke perusahaan khusus pemeliharaan dan menyewanya kembali, mereka dapat mengalihkan beban pemeliharaan dan fokus pada bisnis utama mereka.<\/p>\n<h2>Penghematan Pajak dan Pengendalian Pengeluaran Tunai melalui Sewa Modal<\/h2>\n<p>Dalam sewa operasional, menyewa aset perusahaan leasing dengan membayar biaya sewa memungkinkan pengeluaran besar ditekan dengan mengubah aset menjadi biaya, tetapi pada dasarnya sama seperti menyewa mobil.<br \/>\nSebaliknya, dalam sewa modal (penjualan dan sewa kembali), aset perusahaan tidak dijual tetapi dialihkan menjadi aset sewa. Berbeda dengan utang jangka pendek (A\/P) yang harus diselesaikan dalam waktu singkat, utang sewa dapat dikurangi dalam jangka panjang. Dengan demikian, tanpa menimbulkan pajak pertambahan nilai (PPN-out) dari penjualan ke perusahaan leasing, pengeluaran besar saat pembelian mesin dapat ditekan.<br \/>\nKarena dicatat sebagai aset sewa di sisi pabrik, biaya penyusutan terjadi. Setelah masa kontrak sewa selesai, aset tersebut dialihkan ke aset tetap perusahaan, tetapi karena ini bukan pembelian (dari sisi perusahaan leasing bukan penjualan), pajak pertambahan nilai (PPN-in) tidak timbul.<br \/>\nMisalnya, mesin dengan masa penyusutan 10 tahun seharga Rp1.000.000 disewa selama 3 tahun. PPN-in 11% sebesar Rp110.000 saat pembelian tidak termasuk dalam jumlah sewa.<br \/>\n(Saat Kontrak Sewa)<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Pembelian Mesin<br \/>\nPPN-in 11% tidak termasuk dalam jumlah kontrak sewa.<br \/>\n(Debit) Plant &amp; Machinery 1.000.000<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Lease A\/P 1.000.000<br \/>\n(Debit) PPN-in 110.000<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) A\/P 110.000<\/li>\n<li>Jumlah Kontrak Sewa<br \/>\nBukan penjualan, jadi PPN-out 11% tidak timbul.<br \/>\n(Debit) Lease asset 1.000.000<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Plant &amp; Machinery 1.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>(Pembayaran Bulanan)<br \/>\nJumlah kontrak sewa mesin adalah Rp1.000.000, tetapi jumlah pembelian sebenarnya lebih rendah, dan selisihnya dapat dipisahkan sebagai bunga pembayaran saat membayar biaya sewa.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Pembayaran Biaya Sewa (1.000.000 \u00f7 3 \u00f7 12)<br \/>\n(Debit) Lease A\/P 27.777<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Bank 27.777<\/li>\n<li>Biaya Penyusutan (1.000.000 \u00f7 10 \u00f7 12)<br \/>\n(Debit) Depreciation 8.333<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Accumulated depreciation 8.333<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>(Setelah Masa Kontrak Sewa Berakhir)<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Pengalihan Aset Sewa menjadi Aset Tetap<br \/>\nBukan pembelian, jadi PPN-in 11% tidak timbul.<br \/>\n(Debit) Plant &amp; Machinery 1.000.000<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Lease asset 1.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>(Pembayaran Bulanan)<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Biaya Penyusutan<br \/>\n(Debit) Depreciation 8.333<strong>\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000\u3000<\/strong>(Kredit) Accumulated depreciation 8.333<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sewa operasional sama seperti menyewa aset perusahaan leasing secara substansial, sedangkan sewa modal (dari perspektif perusahaan leasing disebut sewa pembiayaan) = penjualan dan sewa kembali adalah aset sewa milik sendiri sehingga terjadi biaya penyusutan, dan setelah masa sewa berakhir, aset tersebut dialihkan ke aset utama.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81244,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[687],"tags":[],"class_list":["post-58343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia-accounting-tax-rule"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58343"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58343\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}