{"id":58294,"date":"2016-10-14T06:42:48","date_gmt":"2016-10-13T23:42:48","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/debit-credit\/"},"modified":"2025-03-20T14:28:53","modified_gmt":"2025-03-20T07:28:53","slug":"debit-credit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/debit-credit\/","title":{"rendered":"Pemikiran Bahwa Aset Adalah Debit dan Kewajiban Adalah Kredit"},"content":{"rendered":"<p>Jika mempertimbangkan sumber pembayaran sebagai dasar, maka debit adalah aset (borobudur) dan kredit adalah kewajiban (kreditur), dan dapat dikatakan bahwa debit adalah hak untuk menagih, sedangkan kredit adalah kewajiban untuk ditagih, yang juga memberikan hak kepada pihak lain untuk menerbitkan nota debit kepada lawan transaksi.<br \/>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/sistem-akuntansi\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Sistem Akuntansi di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1-13-150x150.png\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u306e\u52b4\u52d9\u3068\u6cd5\u5f8b\u307e\u3068\u3081\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1-13-150x150.png 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1-13-100x100.png 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Sistem Akuntansi di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di Indonesia, sistem akuntansi berbasis cloud semakin berkembang, dan tiga sistem cloud lokal terkenal, yaitu Accurate, Zahir, serta Jurnal, memimpin pasar. Namun, pada kenyataannya, dikatakan bahwa hanya kurang dari 8% perusahaan domestik yang telah mengadopsi sistem akuntansi. Inilah alasan mengapa sistem akuntansi berbasis cloud baru terus diluncurkan di pasar Indonesia yang tampaknya sudah jenuh. Hal ini menunjukkan bahwa startup IT, baik domestik maupun internasional, menilai bahwa sistem akuntansi cloud masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan pangsa pasar di pasar lokal. Di Indonesia, pencatatan otomatis melalui penyebaran sistem akuntansi telah menjadi hal yang biasa, dan dalam lima tahun terakhir, rata-rata nilai &#8230; <\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t<\/p>\n<h2>Kartu Debit dan Kartu Kredit<\/h2>\n<p>Ketika membuka rekening di bank di Indonesia, Kartu ATM (kartu tunai) dilengkapi dengan fungsi Kartu Debit (kartu debit), sehingga hampir 100% orang Indonesia yang menjalani kehidupan sosial biasa pasti memiliki kartu debit.<br \/>\nSaya pernah bertanya kepada istri saya tentang perbedaan antara kartu debit dan kartu kredit, dan dia menjawab dengan nada malas:<\/p>\n<div class=\"graybox\">Debit itu uang sendiri, kredit itu uang pinjaman<\/div>\n<p>Meskipun jawabannya terkesan sederhana, saya pikir ini cukup menangkap inti pemahaman yang baik.<br \/>\nSecara akuntansi, uang sebagai sumber pembayaran adalah item aset, sehingga saldo normalnya adalah debit (borobudur).<br \/>\nKartu debit adalah kartu yang diterbitkan oleh bank untuk membayar dari uang di rekening sendiri, sedangkan kartu kredit adalah kartu yang diterbitkan oleh perusahaan kartu kredit untuk membayar dengan meminjam uang dari perusahaan tersebut.<br \/>\nJika mempertimbangkan sumber pembayaran sebagai dasar, debit adalah aset (borobudur) dan kredit adalah kewajiban (kreditur), dan saya pikir ini mungkin poin yang paling membingungkan.<\/p>\n<h2>Nota Debit dan Nota Kredit<\/h2>\n<p>Yang lebih membingungkan lagi adalah nota debit dan nota kredit. Ketika pertama kali datang ke Indonesia, saya pernah mengalami situasi di mana sebuah proyek berlangsung lama dan membuat pelanggan marah, lalu pelanggan tersebut berkata:<\/p>\n<div class=\"graybox\">Untuk keterlambatan ini, kami akan menagih dengan nota debit.<\/div>\n<p>Saat itu saya bingung, \u201cApa maksudnya?\u201d<br \/>\nKetika perusahaan sistem menagih biaya layanan kepada pelanggan, yang diterbitkan adalah faktur (invoice). Namun, jika sistem yang diimplementasikan tidak berfungsi dengan baik dan pelanggan marah lalu berkata, \u201cKembalikan uang yang sudah saya bayar,\u201d maka yang diterbitkan oleh pelanggan adalah nota debit.<br \/>\nDari sudut pandang perusahaan sistem, untuk jumlah yang sudah ditagih melalui faktur, alih-alih langsung menguranginya dengan faktur negatif, mereka menerbitkan nota kredit untuk menguranginya secara tidak langsung.<br \/>\nDengan kata lain, nota debit adalah ketika setelah membayar uang (penurunan aset) sebagian dikembalikan (peningkatan aset), sehingga menjadi debit (borobudur). Sementara itu, nota kredit adalah ketika setelah menerima pembayaran (peningkatan aset) sebagian dikembalikan (penurunan aset), sehingga menjadi kredit (kreditur), dan digunakan untuk penagihan yang tidak melibatkan penerimaan atau pengeluaran langsung.<br \/>\nSeperti akumulasi penyusutan, cadangan piutang tak tertagih, atau transfer antar akun lainnya, mengurangi aset secara tidak langsung memiliki makna untuk meninggalkan bukti yang jelas tentang berapa jumlah yang awalnya terjadi.<br \/>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/transfer-to-other-account\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Makna Pengurangan Dari Biaya Produksi Atau Biaya Penjualan Melalui Pemindahan ke Akun Lain.\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/1-1-3-150x150.jpg\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"\u30b8\u30e3\u30ab\u30eb\u30bf\u306e\u30e9\u30a6\u30f3\u30c9\u30a2\u30d0\u30a6\u30c8\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/1-1-3-150x150.jpg 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/1-1-3-100x100.jpg 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Makna Pengurangan Dari Biaya Produksi Atau Biaya Penjualan Melalui Pemindahan ke Akun Lain.<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Ketika terjadi kerusakan bahan atau kerusakan produksi (kerusakan setelah menjadi barang dalam proses), barang dalam proses (atau biaya bahan, biaya pengolahan, dan biaya produksi lainnya) tidak langsung dikurangi, tetapi dipindahkan secara tidak langsung ke akun lain melalui pemindahan ke akun lain, sama seperti biaya penyusutan atau cadangan kerugian piutang.<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t<\/p>\n<h2>Arti Kata \u201cMengkreditkan\u201d<\/h2>\n<p>Tahun lalu, saya membeli perangkat lunak utama beserta lisensi tambahan (total untuk 2 pengguna). Sebulan kemudian, karena pembaruan versi perangkat lunak yang memperluas fungsi, versi baru memungkinkan penggunaan untuk 3 pengguna hanya dengan perangkat utama tanpa lisensi tambahan. Namun, lisensi tambahan yang dibeli untuk versi lama dikatakan \u201cdi-creditkan.\u201d<\/p>\n<div class=\"graybox\">&#8220;Di-creditkan&#8221; itu maksudnya apa ya? (\u201cDi-creditkan\u201d artinya apa?)<\/div>\n<p>Saat saya bertanya, jawabannya adalah:<\/p>\n<div class=\"graybox\">Hilang (hilang = dibatalkan)<\/div>\n<p>Dan baru saat itu saya memahami artinya.<br \/>\nIntinya, mereka merasa sulit untuk mengatakan \u201cdi-batalkan (dibatalkan),\u201d jadi mereka menggunakan istilah yang agak rumit, \u201cdi-creditkan.\u201d Pada dasarnya, ini berarti pengurangan lisensi = pengurangan aset, sehingga disebut kredit.<br \/>\nSelain itu, di blog ini saya menggunakan foto dari Shutterstock. Beberapa foto memiliki keharusan kredit (wajib mencantumkan keterangan editorial), dan dalam kasus ini, nama pembuat dan tautan ke shutterstock.com dicantumkan di bawah foto.<br \/>\nDengan kata lain, untuk menunjukkan bahwa \u201cfoto ini bukan milik saya, tetapi dipinjam\u201d (munculnya kewajiban), maka menjadi kredit (kreditur).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika mempertimbangkan sumber pembayaran sebagai dasar, maka debit adalah aset (borobudur) dan kredit adalah kewajiban (kreditur), dan dapat dikatakan bahwa debit adalah hak untuk menagih, sedangkan kredit adalah kewajiban untuk ditagih, yang juga memberikan hak kepada pihak lain untuk menerbitkan nota debit kepada lawan transaksi.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81284,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[687],"tags":[],"class_list":["post-58294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia-accounting-tax-rule"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58294"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58294\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}