{"id":58251,"date":"2017-01-21T20:40:31","date_gmt":"2017-01-21T13:40:31","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/appropriation-of-retained-earnings\/"},"modified":"2026-09-05T15:41:37","modified_gmt":"2026-09-05T08:41:37","slug":"appropriation-of-retained-earnings","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/appropriation-of-retained-earnings\/","title":{"rendered":"Hubungan Antara Retensi Internal Perusahaan dan Tiga Laporan Keuangan Utama"},"content":{"rendered":"<p>Retensi internal perusahaan tidak selalu ada sebagai kas atau setara kas di perusahaan. Hal ini karena meskipun laba bersih dialihkan ke laba ditahan yang meningkatkan ekuitas, saldo dapat berkurang selama proses konversi piutang menjadi kas akibat investasi peralatan atau pelunasan pinjaman.<\/p>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/sistem-akuntansi\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Sistem Akuntansi di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"Diagram terstruktur sistem akuntansi di Indonesia dengan fokus SaaS, PSAK, dan otomatisasi jurnal\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-100x100.png 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Sistem Akuntansi di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Sistem akuntansi di Indonesia mengalami peningkatan SaaS, namun tingkat adopsinya masih di bawah 8%. Alasan peluncuran terus-menerus sistem akuntansi\u2026<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t\n<div class=\"article-point\" id=\"key-takeaways\">\n<h2 class=\"article-point-title\">Yang dipelajari dari artikel ini<\/h2>\n<ul>\n<li>Retensi internal perusahaan tidak selalu ada sebagai kas.<\/li>\n<li>Di Indonesia, cadangan modal harus ditingkatkan hingga 20% dari modal dasar.<\/li>\n<li>Untuk mengatasi deflasi di Jepang, diperlukan pelepasan retensi internal perusahaan.<\/li>\n<li>Meskipun ada kerugian akumulasi, pinjaman bank masih mungkin jika ada prospek masa depan atau keuntungan grup.<\/li>\n<li>Laba ditahan digunakan untuk dividen atau reinvestasi, dan tidak mengendap sebagai kas.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p><script type=\"application\/ld+json\" id=\"wprestapi-ai-jsonld\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/appropriation-of-retained-earnings\/#article\",\"headline\":\"Hubungan Antara Retensi Internal Perusahaan dan Tiga Laporan Keuangan Utama\",\"description\":\"Retensi internal perusahaan tidak selalu ada sebagai kas. Di Indonesia, cadangan modal harus ditingkatkan hingga 20% dari modal dasar. Untuk mengatasi\u2026\",\"mainEntityOfPage\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/appropriation-of-retained-earnings\/\"},\"inLanguage\":\"id\",\"datePublished\":\"2017-01-21T20:40:31\",\"dateModified\":\"2026-09-04T12:53:08\",\"author\":{\"@type\":\"Person\",\"name\":\"yamazou\"}},{\"@type\":\"ItemList\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/appropriation-of-retained-earnings\/#key-takeaways\",\"name\":\"Yang dipelajari dari artikel ini\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Retensi internal perusahaan tidak selalu ada sebagai kas.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Di Indonesia, cadangan modal harus ditingkatkan hingga 20% dari modal dasar.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Untuk mengatasi deflasi di Jepang, diperlukan pelepasan retensi internal perusahaan.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Meskipun ada kerugian akumulasi, pinjaman bank masih mungkin jika ada prospek masa depan atau keuntungan grup.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Laba ditahan digunakan untuk dividen atau reinvestasi, dan tidak mengendap sebagai kas.\"}]}]}<\/script><\/p>\n<h2>Bagian Ekuitas di Neraca (B\/S)<\/h2>\n<p>Ekuitas dicatat dalam neraca (B\/S) dalam bentuk modal dasar (Legal capital), cadangan modal (Legal capital surplus), atau laba ditahan (Retained earning\uff1dEarned surplus). Cadangan modal dan laba ditahan termasuk dalam retensi internal.<\/p>\n<p>Perusahaan yang diperkirakan akan tumbuh lebih memilih untuk menginvestasikan kembali keuntungan dalam bentuk pembelian aset tetap daripada membagikan dividen kepada pemegang saham, sehingga meningkatkan saldo kas dengan mengalihkan laba ke laba ditahan.<\/p>\n<p> <img decoding=\"async\" alt=\"capital\" class=\"size-full wp-image-19525 aligncenter\" height=\"246\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/capital.gif\" width=\"610\"\/> <\/p>\n<p>Menurut hukum perusahaan di Indonesia, cadangan modal harus ditingkatkan hingga 20% dari modal dasar untuk melindungi kreditor (di Jepang, cadangan modal + laba ditahan harus mencapai 25% dari modal dasar). Jepang mengalami deflasi karena perusahaan menahan retensi internal yang berlebihan sehingga uang tidak mengalir ke pasar, menyebabkan upah dan harga tidak naik.<\/p>\n<p>Pemerintahan Partai Demokrat Liberal di bawah Perdana Menteri Abe menetapkan target inflasi 2% melalui Bank of Japan untuk mengatasi deflasi dengan melepaskan retensi internal, meningkatkan harga, dan mendorong daya beli masyarakat.<\/p>\n<p>Selama &#8220;dekade yang hilang&#8221;, jika aset likuid menumpuk di dalam perusahaan karena penundaan investasi dan penahanan gaji, maka kenaikan gaji dan &#8220;pelepasan retensi internal&#8221; mungkin dilakukan. Namun, karena ekonomi buruk, perusahaan bertahan dengan menahan gaji. Untuk memperbaiki ekonomi, kenaikan gaji memerlukan persetujuan dari investor dalam rapat umum pemegang saham, bukan keputusan sepihak dari manajemen.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<p>Ada tiga jenis pihak yang terkait dengan perusahaan terbatas.<\/p>\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Mengembalikan kepada investor (dividen)<\/li>\n<li>Investasi<\/li>\n<li>Peningkatan kesejahteraan pekerja (kenaikan gaji)<\/li>\n<li>Tidak melakukan apa-apa (menumpuk sebagai retensi internal)<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Retensi internal tidak selalu ada sebagai kas, sehingga kemampuan &#8220;melepaskan retensi internal&#8221; bergantung pada kondisi keuangan perusahaan. Misalnya, perusahaan percetakan yang menambah mesin cetak seharga 500 juta yen dengan modal 1 juta yen mungkin memiliki retensi internal dalam laporan keuangan tetapi tidak memiliki kas.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) Kas 1,000,000 (Kredit) Modal dasar 2,000,000<\/li>\n<li>(Debit) Mesin cetak 10,000,000 (Kredit) Cadangan modal 7,000,000<\/li>\n<li>(Kredit) Laba ditahan 2,000,000<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Penambahan mesin cetak seharga 5 juta yen<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) Mesin cetak 5,000,000 (Kredit) Pinjaman 4,000,000<\/li>\n<li>(Kredit) Kas 1,000,000<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Dalam akuntansi, jika laba diproses setiap bulan, akan ada jurnal pemindahan, tetapi dalam sistem akuntansi, ini tidak perlu diperhatikan. Pada penutupan tahunan, sistem secara otomatis mentransfer ke akun ekuitas target (laba ditahan) dan membuat jurnal untuk distribusi dividen atau penggunaan lainnya.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(Debit) Laba bersih 800,000 (Kredit) Laba ditahan 800,000<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Di Indonesia, jarang sekali laba bersih bulanan diproses, biasanya hanya pada saat laporan keuangan triwulanan. Sebelum mencapai laba ditahan di B\/S, laba bersih bulanan dan triwulanan melalui akun sementara.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>LABA DITAHAN (CUR) Laba ditahan (laba bersih bulan ini) Akun sementara untuk mentransfer laba bersih bulanan (NET INCOME) ke LABA DITAHAN (PRE-MONTH).<\/li>\n<li>LABA DITAHAN (PRE-MONTH) Laba ditahan (akumulasi laba bersih dari awal tahun hingga bulan lalu) Akun sementara untuk mentransfer saldo akhir tahun ini ke LABA DITAHAN (PRE-YEAR).<\/li>\n<li>LABA DITAHAN (PRE-YEAR) Laba ditahan (akumulasi laba bersih dari tahun pendirian hingga tahun lalu) Umumnya disebut laba ditahan, akumulasi laba bersih setelah pajak dari P\/L masa lalu.<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<h2>Penyelesaian Kerugian Akumulasi<\/h2>\n<p>Jika data produksi tidak dimasukkan dengan benar dari sistem atau inventaris akhir bulan tidak dilakukan dengan akurat, fluktuasi selisih inventaris bulanan akan menjadi besar. Jika selisih inventaris negatif, biaya produksi (biaya penjualan jika selisih inventaris produk) meningkat menjadi kerugian, dan jika positif, biaya produksi menurun menjadi laba. Sistem adalah dunia logika, dan selisih inventaris tercermin dalam biaya penjualan sebagai biaya penyusutan inventaris (SGA), langsung mempengaruhi P\/L.<\/p>\n<p>Alih-alih mencatat kerugian selisih inventaris setiap bulan sebagai biaya, jika dicatat sebagai aset lain untuk &#8220;menyembunyikan kesalahan input&#8221;, tampilan B\/S dan P\/L akan sementara membaik.<\/p>\n<p>Berikut adalah opsi untuk menangani selisih inventaris.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Mencatat sebagai biaya setiap bulan dan mencerminkannya dalam biaya penjualan.<\/li>\n<li>Melakukan revaluasi aset tetap dan mentransfernya ke keuntungan revaluasi.<\/li>\n<li>Mencatat laba ditahan sebagai negatif.<\/li>\n<li>Mentrasfer ke akun sementara (aset).<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Sebenarnya, ketika selisih inventaris muncul, seharusnya dilakukan pelacakan transaksi dan perbaikan data, dan opsi 1 dilakukan untuk meminimalkan pencatatan biaya selisih inventaris. Jika terjadi kerugian, mencatat laba ditahan sebagai negatif (opsi 2) adalah tepat, tetapi jika sulit secara operasional, kerugian dapat ditransfer sementara ke opsi 3 dan diproses kemudian dalam sistem. Akhirnya, diperlukan pemindahan ke akun tertentu, dan dalam hal ini, B\/S perlu direkonstruksi dengan pengurangan modal.<\/p>\n<p>Kerugian akumulasi menumpuk sebagai negatif dalam laba ditahan. Aset &#8211; Liabilitas = Ekuitas negatif berarti insolvensi, tetapi pinjaman bank masih mungkin atau harga saham bisa naik karena faktor-faktor berikut.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Prospek masa depan perusahaan sangat tinggi.<\/li>\n<li>Grup secara keseluruhan menguntungkan.<\/li>\n<li>Aset pribadi pemilik sangat besar.<\/li>\n<li>Keuntungan tersembunyi dari aset sangat besar.<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Karena faktor-faktor ini, kerugian akumulasi tidak selalu berarti bahaya.<\/p>\n<h2>Arti Pemindahan Stok Awal dan Stok Akhir Saat Penutupan<\/h2>\n<p>Dalam jurnal penyesuaian, semua akun biaya dan pendapatan bulan ini dipindahkan ke akun laba rugi. Biaya yang menjadi target adalah biaya periode yang terjadi bulan ini dan biaya penjualan yang dikurangi stok akhir dari stok awal dan pembelian bulan ini.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Biaya periode yang terjadi bulan ini<\/li>\n<li>Stok awal dipindahkan seluruhnya ke akun biaya Opening stock, dan saat membeli juga dicatat seluruhnya ke akun biaya pembelian, dalam keadaan biaya berlebih, stok akhir yang tersisa dipindahkan ke aset untuk dikurangi dari biaya yang terjadi (biaya penjualan).<\/li>\n<\/ol><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Mengganti stok di B\/S, mengurangi stok akhir dari pembelian (Debit) Opening stock 800 (Kredit) Inventaris 800 (Debit) Inventaris 1000 (Kredit) Stok akhir 1000<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Dengan menghapus saldo dari tiga akun Opening stock, Closing stock, dan pembelian di P\/L, selisihnya menjadi saldo akun biaya penjualan (biaya barang yang dijual).<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Memindahkan stok awal, pembelian bulan ini, dan stok akhir ke COGS (Debit) COGS 800 (Kredit) Opening stock 800 (Debit) Stok akhir 1000 (Kredit) COGS 1000 (Debit) COGS 400 (Kredit) Pembelian 400<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Persiapan untuk memindahkan akun biaya ke akun laba rugi telah selesai.<\/p>\n<h2>Laba Bersih yang Dipindahkan ke Laba Ditahan Tidak Mengendap Sebagai Kas<\/h2>\n<p>Setelah penutupan akhir bulan, laba rugi di P\/L dicatat sebagai akun laba rugi (Net Profit) di B\/S, dan pada akhir tahun diproses sebagai dividen atau laba ditahan. Dalam akuntansi sistem, data jurnal di buku besar (G\/L) dikumpulkan dan ditempelkan ke format yang disiapkan untuk membuat P\/L dan B\/S. Secara akuntansi, semua akun biaya dan pendapatan bulan ini dipindahkan ke akun laba rugi.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Memindahkan semua akun biaya ke laba rugi (Debit) Laba rugi (Net income) 80 (Kredit) Total biaya 80<\/li>\n<li>Memindahkan semua akun pendapatan ke laba rugi (Debit) Total pendapatan 100 (Kredit) Laba rugi (Net income) 100<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Perusahaan yang diperkirakan akan tumbuh lebih memilih untuk menginvestasikan kembali keuntungan dalam bentuk pembelian aset tetap daripada membagikan dividen kepada pemegang saham, sehingga meningkatkan retensi internal.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Memindahkan saldo surplus (kredit) dari akun laba rugi ke laba ditahan (Debit) Laba rugi (Net income) 20 (Kredit) Laba ditahan 20<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Meskipun laba rugi dialihkan ke laba ditahan yang meningkatkan ekuitas, piutang yang merupakan realisasi pendapatan dikonversi menjadi kas, dan saldo berkurang karena investasi peralatan atau pelunasan pinjaman. Ini terjadi tanpa terkait dengan pergerakan ekuitas.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Investasi peralatan (Debit) Mesin 5 (Kredit) Kas 5<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>Beberapa tahun yang lalu, ada pendapat bahwa &#8220;retensi internal perusahaan harus dilepaskan&#8221; untuk mengatasi deflasi di Jepang, tetapi ada bantahan bahwa &#8220;retensi internal tidak ada sebagai kas di perusahaan&#8221;.<\/p>\n<h2>Metode Distribusi Laba<\/h2>\n<p>Ekuitas dicatat dalam B\/S dalam bentuk modal dasar (Legal capital), cadangan modal (Legal capital surplus), atau laba ditahan (Retained earning\uff1dEarned surplus). Cadangan modal dan laba ditahan termasuk dalam retensi internal.<\/p>\n<p>Menurut hukum perusahaan di Indonesia, cadangan modal harus ditingkatkan hingga 20% dari modal dasar untuk melindungi kreditor. Dividen kepada pemegang saham sebagai distribusi laba dicatat sebagai utang dividen yang belum dibayar dari laba ditahan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Dividen dari laba ditahan (Debit) Laba ditahan 10 (Kredit) Utang dividen 10 (Debit) Utang dividen 10 (Kredit) Kas 10<\/li>\n<\/ul><\/div>\n<\/p><\/div>\n<h2>Pertanyaan Umum\uff5cRetensi Internal Perusahaan dan Tiga Laporan Keuangan<\/h2>\n<p>Berdasarkan isi artikel ini, berikut adalah pertanyaan yang sering muncul.<\/p>\n<h3>Apakah retensi internal ada sebagai kas?<\/h3>\n<p>Retensi internal tidak selalu ada sebagai kas. Meskipun laba ditahan meningkatkan ekuitas, saldo kas dapat berkurang karena konversi piutang menjadi kas, investasi peralatan, atau pelunasan pinjaman.<\/p>\n<h3>Apa perbedaan ketentuan cadangan modal antara Jepang dan Indonesia?<\/h3>\n<p>Di Indonesia, cadangan modal harus ditingkatkan hingga 20% dari modal dasar. Di Jepang, cadangan modal dan laba ditahan harus mencapai 25% dari modal dasar.<\/p>\n<h3>Mengapa perusahaan dengan kerugian akumulasi masih bisa mendapatkan pinjaman bank?<\/h3>\n<p>Meskipun ada kerugian akumulasi, perusahaan masih bisa mendapatkan pinjaman bank jika memiliki prospek masa depan yang tinggi, grup secara keseluruhan menguntungkan, aset pribadi pemilik sangat besar, atau keuntungan tersembunyi dari aset sangat besar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Retensi internal perusahaan tidak selalu ada sebagai kas. Di Indonesia, cadangan modal harus ditingkatkan hingga 20% dari modal dasar.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":103994,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[687],"tags":[],"class_list":["post-58251","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia-accounting-tax-rule"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58251"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58251\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":103923,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58251\/revisions\/103923"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/103994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}