{"id":58190,"date":"2017-04-27T23:36:44","date_gmt":"2017-04-27T16:36:44","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/cash-flow\/"},"modified":"2026-09-05T16:03:33","modified_gmt":"2026-09-05T09:03:33","slug":"cash-flow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/cash-flow\/","title":{"rendered":"Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung"},"content":{"rendered":"<p>Metode langsung menghitung perubahan kas berdasarkan transaksi individu untuk menentukan saldo kas. Oleh karena itu, penyesuaian diperlukan untuk jurnal selisih kurs yang terkait dengan kas.<\/p>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/sistem-akuntansi\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Sistem Akuntansi di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"Diagram terstruktur sistem akuntansi di Indonesia dengan fokus SaaS, PSAK, dan otomatisasi jurnal\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-150x150.png 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/indonesia-11-100x100.png 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Sistem Akuntansi di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Sistem akuntansi di Indonesia mengalami peningkatan SaaS, namun tingkat adopsinya masih di bawah 8%. Alasan peluncuran terus-menerus sistem akuntansi\u2026<\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t\n<div class=\"article-point\" id=\"key-takeaways\">\n<h2 class=\"article-point-title\">Yang dipelajari dari artikel ini<\/h2>\n<ul>\n<li>Metode langsung menghitung perubahan kas berdasarkan transaksi individu untuk menentukan saldo kas.<\/li>\n<li>Metode tidak langsung menyesuaikan laba bersih berdasarkan akrual dari aktivitas operasi dengan perbedaan kas.<\/li>\n<li>Laporan arus kas metode langsung menampilkan secara bruto, sedangkan metode tidak langsung menyesuaikan ke basis kas.<\/li>\n<li>Biaya penyusutan diakui sebagai biaya yang tidak mengeluarkan kas dan mempengaruhi arus kas.<\/li>\n<li>Dalam transaksi antar perusahaan Jepang di Indonesia, saldo piutang yang belum diselesaikan disesuaikan sebagai pengurangan kas operasi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p><script type=\"application\/ld+json\" id=\"wprestapi-ai-jsonld\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/cash-flow\/#article\",\"headline\":\"Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung\",\"description\":\"Metode langsung menghitung perubahan kas berdasarkan transaksi individu untuk menentukan saldo kas. Metode tidak langsung menyesuaikan laba bersih\u2026\",\"mainEntityOfPage\":{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/cash-flow\/\"},\"inLanguage\":\"id\",\"datePublished\":\"2017-04-27T23:36:44\",\"dateModified\":\"2026-09-04T12:52:42\",\"author\":{\"@type\":\"Person\",\"name\":\"yamazou\"}},{\"@type\":\"ItemList\",\"@id\":\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/cash-flow\/#key-takeaways\",\"name\":\"Yang dipelajari dari artikel ini\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Metode langsung menghitung perubahan kas berdasarkan transaksi individu untuk menentukan saldo kas.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metode tidak langsung menyesuaikan laba bersih berdasarkan akrual dari aktivitas operasi dengan perbedaan kas.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Laporan arus kas metode langsung menampilkan secara bruto, sedangkan metode tidak langsung menyesuaikan ke basis kas.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Biaya penyusutan diakui sebagai biaya yang tidak mengeluarkan kas dan mempengaruhi arus kas.\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Dalam transaksi antar perusahaan Jepang di Indonesia, saldo piutang yang belum diselesaikan disesuaikan sebagai pengurangan kas operasi.\"}]}]}<\/script><\/p>\n<h2>Perbedaan Metode Langsung dan Tidak Langsung dari Perspektif Sistem Akuntansi<\/h2>\n<p>Perusahaan yang menggunakan basis kas mengakui pendapatan dan pengeluaran saat kas bergerak, sehingga P\/L dan arus kas sesuai. Namun, perusahaan umumnya menggunakan basis akrual, mengakui pendapatan dan pengeluaran saat transaksi terjadi, terlepas dari pergerakan kas.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, perbedaan antara laba P\/L dan arus kas pada akhir bulan memerlukan laporan arus kas (C\/F) untuk manajemen terpisah.<\/p>\n<p>Bagian &#8220;Arus Kas dari Aktivitas Operasi&#8221; dalam laporan arus kas berbeda antara metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung menghitung saldo kas dengan menjumlahkan perubahan kas\/bank per transaksi. Ini disebut tampilan bruto. Sebaliknya, metode tidak langsung menyesuaikan laba bersih akrual dari aktivitas operasi dengan perbedaan yang belum menjadi kas, mengubahnya ke basis kas untuk menghitung saldo kas.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<p class=\"field-note\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:18px 0 8px;padding:14px 16px 14px 18px;background:#fffaf3;border:1px solid #f0e0c8;border-left:5px solid #d97706;border-radius:6px;color:#3f3a32;line-height:1.75;\"><strong style=\"display:inline-block;margin-right:0.35em;color:#b45309;font-weight:700;\">Contoh:<\/strong>Metode langsung menunjukkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menjumlahkan perubahan kas per transaksi (tampilan bruto).<\/p>\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(+)Penerimaan dari penyelesaian A\/R\u21d2Tambahkan kode C\/F pada jurnal penyelesaian A\/R<\/li>\n<li>(-)Pengeluaran untuk biaya bahan langsung\u21d2Tambahkan kode C\/F pada jurnal pembayaran biaya bahan langsung<\/li>\n<li>(-)Pengeluaran untuk biaya tidak langsung produksi\u21d2Tambahkan kode C\/F pada jurnal pembayaran biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya<\/li>\n<li>(-)Pengeluaran untuk biaya SGA\u21d2Tambahkan kode C\/F pada jurnal pembayaran biaya SGA<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p class=\"field-note\" style=\"clear:both;width:100%;box-sizing:border-box;margin:18px 0 8px;padding:14px 16px 14px 18px;background:#fffaf3;border:1px solid #f0e0c8;border-left:5px solid #d97706;border-radius:6px;color:#3f3a32;line-height:1.75;\"><strong style=\"display:inline-block;margin-right:0.35em;color:#b45309;font-weight:700;\">Contoh:<\/strong>Metode tidak langsung menunjukkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menghitung bagian kas murni dari laba bersih.<\/p>\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>(+)Laba Bersih\u21d2Laba bersih berdasarkan akrual<\/li>\n<li>(+)Biaya Penyusutan\u21d2Bagian yang dikurangi dari laba bersih pada P\/L berbasis akrual<\/li>\n<li>(-)Peningkatan A\/R\u21d2Bagian yang belum diterima sebagai kas\/bank<\/li>\n<li>(+)Peningkatan A\/P\u21d2Bagian yang belum dibayar sebagai kas\/bank<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam sistem akuntansi, metode langsung memerlukan pengaturan kode arus kas saat memasukkan transaksi yang melibatkan kas, dan mengumpulkannya di bagian terkait C\/F. Sebaliknya, metode tidak langsung tidak memerlukan kode arus kas, tetapi dihasilkan dari saldo akun.<\/p>\n<h2>Keuntungan dan Kerugian yang Direalisasi dan Belum Direalisasi dalam Laporan Arus Kas<\/h2>\n<p>Saat membuat laporan arus kas (C\/F) dalam sistem akuntansi, metode langsung mengumpulkan transaksi berdasarkan kode arus kas setiap bulan, sedangkan metode tidak langsung mengumpulkan dari buku besar G\/L setiap bulan, menghitung saldo awal dan akhir bulan. Dalam kedua metode, penyesuaian untuk evaluasi ulang kurs pada akhir bulan diperlukan agar saldo C\/F sesuai dengan saldo kas aktual.<\/p>\n<p>Keuntungan dan kerugian kurs dibagi menjadi dua jenis utama berikut.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Keuntungan dan kerugian kurs saat penyelesaian adalah keuntungan\/kerugian yang direalisasi (Forex Gain-Realized)<br \/>\u21d2Keuntungan\/kerugian terkait A\/R dan A\/P tidak dicatat dalam C\/F (karena bukan kas).<\/li>\n<li>Keuntungan dan kerugian kurs dari evaluasi ulang pada akhir bulan adalah keuntungan\/kerugian yang belum direalisasi (Forex Gain-Unrealized)<br \/>\u21d2Keuntungan\/kerugian yang terkait dengan kas dicatat dalam C\/F (karena kas), tetapi yang terkait dengan A\/R dan A\/P tidak dicatat (karena bukan kas).<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam metode tidak langsung, jika A\/R dan A\/P terkait dengan aktivitas operasi dan aktivitas investasi yang tidak terkait operasi, sulit untuk menghitung jumlah keuntungan\/kerugian kurs yang dicatat dalam C\/F setelah menyesuaikan pergerakan kas dari laba bersih akrual di P\/L.<\/p>\n<h2>Laporan Arus Kas Metode Langsung<\/h2>\n<p>Laporan arus kas metode langsung (C\/F) dibuat berdasarkan G\/L, membagi akun kas dan bank menjadi tiga bagian berdasarkan akun lawan dan menuliskannya secara vertikal. Saat memasukkan jurnal, perlu memilih kode arus kas yang menunjukkan bagian mana dari C\/F yang ingin ditampilkan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Laporan Arus Kas Metode Langsung\" class=\"wp-image-12267 size-full aligncenter\" height=\"268\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/zaimusanhyou.jpg\" width=\"610\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/zaimusanhyou.jpg 610w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/zaimusanhyou-300x131.jpg 300w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/zaimusanhyou-100x43.jpg 100w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/zaimusanhyou-320x140.jpg 320w\" sizes=\"(max-width: 610px) 100vw, 610px\" \/><\/p>\n<p>Secara umum, C\/F metode langsung dianggap lebih membebani dibandingkan metode tidak langsung, tetapi dengan menggunakan sistem akuntansi, pembuatan C\/F metode langsung justru lebih mudah. Namun, untuk menganalisis dukungan kas terhadap laba bersih P\/L, C\/F metode tidak langsung lebih sesuai.<\/p>\n<p>Tiga bagian tersebut menunjukkan pergerakan kas dalam aktivitas bisnis perusahaan: &#8220;mengumpulkan uang (kredit B\/S)&#8221;, &#8220;berinvestasi (debit B\/S)&#8221;, dan &#8220;menghasilkan laba (P\/L)&#8221;.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Penyertaan Modal = Kredit pada Neraca (kanan = di Eropa, Kreditor adalah posisi atas)<\/li>\n<li>Investasi = Debit pada Neraca (kiri = di Eropa, Debitur adalah posisi bawah)<\/li>\n<li>Laba = Laporan Laba Rugi<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Kas adalah uang tunai dan setara kas, termasuk uang tunai, tabungan biasa, dan rekening giro.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Bagaimana uang dikumpulkan (aktivitas keuangan = Finance)<\/li>\n<li>Bagaimana uang diinvestasikan (aktivitas investasi = Investing)<\/li>\n<li>Bagaimana laba dihasilkan (aktivitas operasi = Operation)<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Ini menjelaskan bagaimana kas bergerak dalam masing-masing dari tiga aktivitas perusahaan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cs1.jpg\"><img decoding=\"async\" alt=\"Laporan Arus Kas Metode Langsung\" class=\"wp-image-6219 size-full aligncenter\" height=\"468\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cs1.jpg\" title=\"cs\" width=\"448\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cs1.jpg 448w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/cs1-287x300.jpg 287w\" sizes=\"(max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Dalam metode langsung, berdasarkan kode arus kas dalam jurnal, bagian detail IN dan OUT dari aktivitas operasi, investasi, dan keuangan diimbangi dengan akun kas. Dalam metode tidak langsung, bagian aktivitas operasi dibuat untuk menunjukkan seberapa banyak laba rugi yang dihasilkan di P\/L telah menjadi arus kas. Bagian aktivitas investasi dan keuangan, offset dari utang, modal, dan aset pada dasarnya adalah kas, sehingga sama dengan laporan arus kas metode langsung.<\/p>\n<h2>Cara Meningkatkan Kas<\/h2>\n<p>Transaksi antar perusahaan Jepang di Indonesia jarang dilakukan hanya dengan kas, dan saldo piutang dan utang jarang nol. Dalam laporan arus kas metode tidak langsung, saldo piutang yang belum diselesaikan disesuaikan sebagai pengurangan kas operasi, dan saldo utang yang belum diselesaikan disesuaikan sebagai penambahan kas operasi dari laba bersih akrual di P\/L.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\nMenciptakan Kas dengan Biaya Penyusutan\n<\/div>\n<p>Dalam akuntansi perusahaan, sering dikatakan bahwa hanya ada tiga cara untuk benar-benar meningkatkan kas.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Meningkatkan biaya untuk mengurangi pendapatan kena pajak (penghematan pajak).<\/li>\n<li>Memperpendek periode pembayaran piutang dari penjualan dan memperpanjang periode pembayaran utang dari COGS.<\/li>\n<li>Meningkatkan pendapatan kas non-operasional dan mengurangi pengeluaran kas non-operasional.<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam transaksi antar perusahaan di Indonesia, meskipun tidak ada transaksi wesel, jika penjualan (pendapatan) diakui pada P\/L berdasarkan kriteria pengiriman, piutang sementara disimpan sampai tanggal kedatangan faktur setelah inspeksi. Oleh karena itu, piutang sementara yang belum diakui juga perlu disesuaikan sebagai pengurangan kas operasi (utang sementara yang belum diakui juga sama).<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<ul>\n<li>Tanggal Pengiriman<br \/>\n(Dr) A\/R Accrued 100 (Cr) Sales 100<\/li>\n<li>Tanggal Kedatangan Faktur<br \/>\n(Dr) A\/R 110 (Cr) A\/R Accrued 100<br \/>\n(Cr) VAT Out-payable 10<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>Penghematan Pajak Penghasilan Badan melalui Penyusutan<\/h2>\n<p>Biaya penyusutan yang termasuk dalam biaya produksi dan biaya SGA diakui sebagai &#8220;biaya yang tidak mengeluarkan kas&#8221; karena tidak ada faktur. Ini mempengaruhi arus kas, tetapi jika laba sebelum pajak negatif dan pendapatan kena pajak nol, biaya penyusutan tidak dapat digunakan untuk menghemat pajak penghasilan badan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\nMengembalikan Investasi Masa Lalu melalui Penyusutan\n<\/div>\n<p>Biaya penyusutan yang dibebankan pada aset tetap tidak secara langsung meningkatkan kas. Mungkin hanya menyenangkan mengetahui bahwa kas aktual lebih banyak dari laba bersih di P\/L sebesar biaya penyusutan.<\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<ul>\n<li>Januari\n<ul>\n<li>(Dr) Cash 1,200 (Cr) Sales 1,200<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">Laba 1,200 juta yen di P\/L.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\">1,200 juta yen positif di C\/F (bagian operasi).<\/span><\/li>\n<li>Februari\n<ul>\n<li>(Dr) machine 1,200 (Cr) Cash 1,200<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">Tidak ada pengaruh di P\/L.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\">1,200 juta yen negatif di C\/F (bagian investasi).<\/span><\/li>\n<li>Maret\n<ul>\n<li>(Dr) Depreciation 10 (Cr) Accumulated Depreciation 10<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">Kerugian 10 juta yen di P\/L.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\">Tidak ada pengaruh di C\/F (bagian operasi).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Peningkatan pengeluaran yang tidak menjadi biaya tidak menghemat pajak. Investasi dalam tanah (real estate) tanpa penyusutan tidak menghemat pajak, tetapi dapat menghasilkan pendapatan sewa (income gain) atau kenaikan nilai beberapa tahun kemudian (capital gain).<\/p>\n<h2>Pertanyaan Umum | Perbedaan Laporan Arus Kas<\/h2>\n<p>Berdasarkan isi artikel ini, berikut adalah jawaban singkat untuk pertanyaan yang sering muncul.<\/p>\n<h3>Apa perbedaan antara laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung?<\/h3>\n<p>Metode langsung menghitung perubahan kas berdasarkan transaksi individu untuk menentukan saldo kas. Sebaliknya, metode tidak langsung menyesuaikan laba bersih akrual dari aktivitas operasi dengan perbedaan yang belum menjadi kas, mengubahnya ke basis kas.<\/p>\n<h3>Bagaimana perlakuan keuntungan\/kerugian kurs dalam laporan arus kas?<\/h3>\n<p>Keuntungan\/kerugian kurs saat penyelesaian adalah keuntungan\/kerugian yang direalisasi dan tidak dicatat dalam C\/F karena tidak terkait kas. Keuntungan\/kerugian dari evaluasi ulang kurs pada akhir bulan adalah keuntungan\/kerugian yang belum direalisasi dan dicatat dalam C\/F jika terkait kas, tetapi tidak dicatat jika terkait A\/R dan A\/P.<\/p>\n<h3>Bagaimana biaya penyusutan mempengaruhi arus kas?<\/h3>\n<p>Biaya penyusutan diakui sebagai biaya yang tidak mengeluarkan kas dan mempengaruhi arus kas. Jika laba sebelum pajak negatif dan pendapatan kena pajak nol, biaya penyusutan tidak dapat digunakan untuk menghemat pajak penghasilan badan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metode langsung menghitung perubahan kas berdasarkan transaksi individu, sedangkan metode tidak langsung menyesuaikan laba bersih akrual dengan perbedaan\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104006,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[687],"tags":[],"class_list":["post-58190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia-accounting-tax-rule"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58190"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":103922,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58190\/revisions\/103922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}