{"id":38032,"date":"2018-09-18T22:01:13","date_gmt":"2018-09-18T15:01:13","guid":{"rendered":"https:\/\/bahtera.jp\/asprova-cost\/"},"modified":"2025-03-17T14:07:20","modified_gmt":"2025-03-17T07:07:20","slug":"asprova-cost","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/asprova-cost\/","title":{"rendered":"Perhitungan Biaya Standar dengan Penjadwal Produksi yang Dapat Dilakukan di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Jika Penjadwal Produksi Asprova dapat mengatur harga satuan, tarif upah, dan tingkat alokasi berdasarkan kategori biaya, maka jumlah produksi yang direncanakan dan jam kerja yang direncanakan dapat dihitung. Dengan demikian, anggaran untuk periode mendatang dapat dihitung berdasarkan prakiraan penjualan per produk, kelompok produk, mesin, dan pelanggan.<br \/>\n\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/bahtera.jp\/id\/penjadwal-produksi\/\" class=\"st-cardlink\" aria-label=\"Production Scheduler di Indonesia\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"kanren st-cardbox\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<dl class=\"clearfix\">\r\n\t\t\t\t\t\t<dt class=\"st-card-img\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1-18-150x150.png\" class=\"attachment-st_thumb150 size-st_thumb150 wp-post-image\" alt=\"\u30a4\u30f3\u30c9\u30cd\u30b7\u30a2\u306e\u751f\u7523\u30b9\u30b1\u30b8\u30e5\u30fc\u30e9\u30fc\u307e\u3068\u3081\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1-18-150x150.png 150w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1-18-100x100.png 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dt>\r\n\t\t\t\t\t\t<dd>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"st-cardbox-t\">Production Scheduler di Indonesia<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"st-card-excerpt smanone\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di dalam pekerjaan manajemen produksi di pabrik-pabrik massal berbasis perakitan yang banyak ditemukan dalam industri roda dua dan roda empat di Indonesia, rencana produksi dan rencana beban memiliki hubungan yang saling terkait erat. Karena rencana produksi disusun berdasarkan jumlah, maka ada permintaan kuat untuk melihat rencana beban juga berdasarkan jumlah per mesin. Secara umum, rencana produksi dan rencana beban diharapkan disusun dalam satuan hari atau shift. Di dalam pikiran perencana Indonesia, ada pola pikir seperti: \u201cHari ini (atau dalam shift ini), berapa unit yang akan diproduksi oleh mesin ini? Jika ada kelebihan kapasitas sebanyak sekian unit, kapan unit tersebut akan &#8230; <\/p>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"cardbox-more\">\u7d9a\u304d\u3092\u898b\u308b<\/p>\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/dd>\r\n\t\t\t\t\t<\/dl>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/a>\r\n\t\t\t\t  <\/p>\n<h2>Perhitungan Biaya Standar dengan Penjadwal Produksi Asprova<\/h2>\n<p>Penjadwal Produksi Asprova adalah sistem yang secara otomatis menghasilkan jadwal produksi dan jadwal pembelian berdasarkan informasi berikut:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Pesanan (Prakiraan \u00b7 Pesanan yang Diterima)<\/li>\n<li>Data Master (Struktur Komponen \u00b7 Proses Item \u00b7 Efisiensi Kerja)<\/li>\n<li>Kalender dan Pola Shift<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dengan mengimpor prakiraan atau pesanan yang diterima ke tabel pesanan Asprova dan menjalankan penjadwalan ulang (pemecahan kebutuhan dan penugasan tugas ke peralatan), rencana produksi standar (jumlah produksi produk yang direncanakan) dihasilkan. Berdasarkan perhitungan pemecahan dari rencana ini, berikut dapat dihitung:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Jumlah Produksi yang Direncanakan (Jumlah Input yang Direncanakan)<\/li>\n<li>Jumlah Pembelian yang Direncanakan<\/li>\n<li>Jam Kerja Langsung yang Direncanakan<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam perhitungan biaya standar, biaya standar per unit dihitung berdasarkan kategori biaya menggunakan harga satuan bahan baku, tarif upah, dan tingkat alokasi seperti berikut:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruck\">\n<ul>\n<li>Harga Standar Biaya Bahan Langsung: Harga Satuan \u00d7 Jumlah yang Dibutuhkan<\/li>\n<li>Tarif Upah Biaya Tenaga Kerja Langsung: Tarif Upah \u00d7 Jam Kerja<\/li>\n<li>Tingkat Alokasi Biaya Produksi: Tingkat Alokasi \u00d7 Jam Kerja (jika dibagi berdasarkan waktu kerja) atau Tingkat Alokasi (jika dibagi berdasarkan jumlah produksi)<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Pada tabel item Asprova, harga satuan bahan baku, tarif upah, dan tingkat alokasi diatur berdasarkan rincian item per kategori biaya. Namun, Asprova tidak memiliki fungsi untuk menghitung tarif upah atau tingkat alokasi secara otomatis dari anggaran biaya tetap. Oleh karena itu, hasil perhitungan yang dilakukan di luar Asprova, misalnya menggunakan Excel, diatur ke dalam tabel item.  <\/p>\n<h2>Menghitung Tarif Upah dan Tingkat Alokasi dengan Excel dan Mengaturnya ke Tabel Item<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-38024 size-full\" src=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-111.jpg\" alt=\"\u539f\u4fa1\u8a08\u7b97\u306e\u6d41\u308c\" width=\"1694\" height=\"391\" srcset=\"https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-111.jpg 1694w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-111-300x69.jpg 300w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-111-768x177.jpg 768w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-111-1024x236.jpg 1024w, https:\/\/bahtera.jp\/wp-content\/uploads\/1-111-980x226.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 1694px) 100vw, 1694px\" \/><br \/>\nMetode untuk menghitung tarif upah dan tingkat alokasi yang diatur ke tabel item Asprova dari anggaran biaya tetap (biaya tenaga kerja langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, penyusutan, dll.) adalah sebagai berikut:  <\/p>\n<div class=\"graybox\">\n<div class=\"maruno\">\n<ol>\n<li>Mengumpulkan anggaran biaya tetap berdasarkan akun pembukuan.<\/li>\n<li>Menghitung rasio alokasi primer untuk membagi biaya tetap tidak langsung yang tidak dapat dikaitkan dengan pusat biaya (kelompok produk, departemen langsung, jalur produksi, dll.) ke pusat biaya, berdasarkan pengumpulan jam kerja langsung yang direncanakan atau jumlah produksi yang direncanakan.<\/li>\n<li>Mengalokasikan biaya tetap tidak langsung ke pusat biaya berdasarkan rasio alokasi primer dan mengaitkannya dengan kategori biaya.<\/li>\n<li>Setelah biaya tetap langsung dan tidak langsung dikaitkan dengan kategori biaya, menghitung tarif upah dan tingkat alokasi dengan membagi berdasarkan jam kerja langsung yang direncanakan atau jumlah produksi yang direncanakan.<\/li>\n<li>Mengatur tarif upah dan tingkat alokasi ke tabel item, lalu menghitung anggaran berdasarkan biaya standar.<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika harga satuan, tarif upah, dan tingkat alokasi dapat diatur berdasarkan kategori biaya, Asprova dapat menghitung jumlah produksi yang direncanakan dan jam kerja yang direncanakan. Dengan demikian, anggaran untuk periode mendatang dapat dihitung berdasarkan prakiraan penjualan per produk, kelompok produk, mesin, dan pelanggan.  <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika Anda dapat menetapkan harga unit, tarif tenaga kerja, dan tarif alokasi untuk setiap item biaya di penjadwal produksi Asprova, maka dimungkinkan untuk menghitung volume produksi yang direncanakan dan jam kerja untuk tahun fiskal berikutnya berdasarkan perkiraan penjualan untuk setiap produk, produk grup, mesin dan pelanggan.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81052,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[618],"tags":[],"class_list":["post-38032","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-production-scheduler"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38032"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38032\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bahtera.jp\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}