Production Scheduler

1. Gambaran Keseluruhan

  1. Salam
    • Saya bertanggung jawab untuk menimplementasikan Asprova yang menbuat production schedule dan purchase schedule, dengan kecepatan tinggi untuk banyak variasi item yang memiliki banyak proses dengan kapasitas berbeda, sambil mengintegrasikan manufacturing orders, Sales Orders dan inventory stock.
    • Ini berarti Anda bisa melihat pabrik Anda dari sudut pandang PSI, Produksi, Penjualan dan Inventaris.
    • Hari ini saya jelaskan gambaran Asprova, bagaimana Asprova akan bekerja untuk membuat production scheduler dan purchase schedule.
  2. Arus Operasi
    • Sekarang sudah awal (pertengahan, akhir) Agustus, jadi Anda sudah mendapatkan Sales Order bulan September dan Customer Forecast (perkiraan pelanggan) bulan Oktober, bukan?
    • Berdasarkan informasi ini, Asprova membuat MPS (Master Production Schedule) yang merupakan rencana produksi pada tanggal akhir setelah mengurangi stok F/G.
    • Kemudian jalankan MRP untuk membuat manufacturing orders yang menyarankan jumlah bagian komponen yang sesuai dengan BOM (Bill Of Material), dan juga merekomendasikan tanggal mulai produksi dan tanggal selesai produksi.
    • Asprova selanjutnya memberikan manufacturing orders ke jalur produksi pada setiap proses sambil menjaga keseimbangan beban. Ini akan menjadi production schedule.
    • Sebagai tambahan, hitung jumlah R/M yang dibutuhkan, dan beri tahu tanggal terakhir kapan P/O (Purchase Order) dikeluarkan berdasarkan production schedule. Ini akan menjadi purchase schedule.
  3. Manfaat menggunakan Asprova
    • Seperti yang saya katakan sebelumnya, Asprova secara otomatis membuat production schedule sambil mengoptimalkan sumber daya produksi berdasarkan kapasitas terbatas yang berarti mesin cycle time untuk setiap kombinasi item dan mesin, untuk menetapkan manufacturing orders pada setiap mesin dengan L/T berbeda tergantung pada order qty.
    • Sebagai hasil dari ini kita bisa memperpendek produksi L/T sependek mungkin.
    • Tapi arti optimasi berbeda untuk setiap pabrik. Ada pabrik yang memproduksi produk yang sama sebanyak mungkin sekaligus untuk mengurangi waktu pemasangan mesin. Di sisi lain ada pabrik yang memproduksi produk sesuai tanggal pengiriman untuk mengurangi stok.
    • Apa pengoptimalannya? Pertanyaan ini sama dengan pertanyaannya, makanan apa yang terbaik di dunia. Tentu jawaban ini akan berbeda untuk semua orang.
    • Tapi umumnya semua pabrik cenderung memperpendek L/T produksi, ingin mengurangi persediaan barang, dan berharap bisa meningkatkan profit perusahaan.
    • Jika Anda menggunakan Asprova, Anda bisa membuat simulasi production schedule untuk mencari pengoptimalan khusus untuk pabrik Anda.

2. Membuat Production Schedule

  1. Import master data dan sales order
    • Sampai sekarang saya telah menjelaskan gambaran umum Asprova, tapi ini hanya teori. Jadi sepertinya agak sedikit rumit, tapi sebenarnya berlatih menggunakan Asprova cukup mudah.
    • Pertama saya memerlukan beberapa informasi untuk menyiapkan master master, berkenaan dengan produk, proses, kapasitas mesin. Biarkan saya tahu proses produksi Anda, apa proses pertama? Berapa banyak produk yang bisa Anda hasilkan dalam satu jam? Atau berapa detik yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu produk?
    • Selanjutnya saya import S/O dan hasil stock taking pada akhir bulan sebelumnya.
    • Seperti yang saya katakan sebelumnya, kita bisa mengimpor S/O dan inventory stok ke Asprova dari file csv atau DB.
    • Kita bisa link Asprova dengan beberapa format data menggunakan field mapping tool hanya dengan drag and drop.
  2. JIT?schedule
    • Sekarang saya siap membuat production schedule dengan menggunakan Asprova. Membuat production schedule disebut re-schedule dalam istilah Asprova.
    • Ini adalah production schedule berdasarkan production resources. Di sisi kiri Anda bisa melihat mesin sesuai aliran produksi dari proses pertama hingga pengiriman. Chart ini disebut “resource gantt chart” yang menunjukkan pekerjaan apa yang harus dilakukan hari ini di setiap mesin.
    • Dalam schedule ini lead time produksi dihitung berdasarkan tanggal pengiriman kembali ke proses sebelumnya, sehingga tingkat persediaan stok akan diminimalkan. Metode scheduling ini disebut JIT yang terkenal dengan Toyota Production System.
  3. Forward?schedule
    • Sekarang kita ubah arah scheduling mulai dari sekarang maju ke proses selanjutnya untuk menyelesaikan produksi sesegera mungkin, jadi kita bisa menentukan kapan produksi akan selesai jika mulai sekarang.
    • Metode scheduling ini disebut forward scheduling. Jika terjadi operation mendesak, kita harus menjawab sesegera mungkin saat kita bisa mengantarkan ini.
  4. Tingkatkan hasil scheduling
    • Tapi sebenarnya schedule ini sudah banyak back order. Tentunya beberapa operation terlihat merah yang berarti loading over, dan akan menyebabkan delay pengiriman.
    • Untuk menghindari delay pengiriman kita menambahkan lembur dengan mengubah shift pattern pada resource gantt chart.
    • Jika beberapa mesin bermasalah dalam satu hari, kita terpaksa menggunakan mesin alternatif.
    • Dengan mengubah shift pattern dari ‘working time’ menjadi ‘non-working time’, Asprova secara otomatis mengubah urutan produksi menjadi jalur alternatif berdasarkan integrated master.
    • S/O berubah setiap hari tergantung permintaan dari pelanggan. Saat kami mendapat orders mendesak dari pelanggan, production schedule harus diperbaharui.
    • Asprova secara otomatis menyesuaikan seluruh schedule sesuai dengan dampak order darurat.

3. Pergerakan stok material

  1. Sekarang mari kita lihat pergerakan level stok dalam grafik persediaan untuk mengetahui berapa banyak KG material yang akan digunakan dalam sehari.
  2. Sekarang ukuran lot pembelian 200 KG dalam satu kali. Jumlah ini akan digunakan selama sekitar 3 hari, jadi kita harus mengeluarkan P/O material sekitar 10 kali dalam sebulan, karena 30 hari dibagi 3 hari adalah 10 kali.
  3. Tapi sekarang jika kita mengurangi untuk mengeluarkan P/O material, misalnya dari 10 kali menjadi 2 kali dalam sebulan, berapa KG ukuran lot pembelian yang terbaik ? 200 KG material selama 3 hari, jadi 200 KG dikalikan 5 adalah 1,000 KG selama 15 hari.
  4. Sekarang kita mengeluarkan material P/O setelah stok material habis total. Jika supplier berada dari dekat sini, kita dapat memesan material kapan saja karena waktu tunggu pembelian cukup singkat untuk input material ke proses produksi secara terus menerus.
  5. Tetapi jika supplier berada jauh dari sini, masalah akan terjadi, karena waktu tunggu pembelian terlalu lama. Produksi kami akan berhenti karena kekurangan material. Kami sebaiknya menyimpan stok minimum untuk menghindari kekurangan stok.
  6. Dengan menetapkan tingkat stok minimum untuk material, Asprova secara otomatis membuat order pembelian sesuai dengan peraturan ukuran lot untuk menjaga agar tingkat stok tidak berada di bawah tingkat persediaan minimum.

4. Sesuaikan Production Schedule

  1. Asprova secara otomatis membuat production schedule dengan scheduling parameter yang dipersiapkan terlebih dahulu.
  2. Tapi akhirnya saat kita mengeluarkan production order harian yang akan datang, kita sesuaikan hasil scheduling secara manual di resource gantt chart.
  3. Kita bisa memindahkan production order ke tanggal dan waktu lain, tidak hanya pada mesin yang sama tetapi juga ke mesin lainnya hanya dengan cara drag and drop.
  4. Setelah menyesuaikan hasil scheduling, kami memperbaiki production order dan mengeluarkan work order dalam format excel.
  5. Setelah selesai berproduksi sesuai work order ini, hasil produksi sebenarnya harus di masukan agar jadwal produksi selanjutnya lebih akurat.