Lingkungan Bisnis

Penutupan blanja.com yang dioperasikan oleh BUMN Telkom【Strategi pivot untuk mengubah arah kebijakan bisnis】

2020/09/02

国営企業Telkomが運営するblanja.comの閉鎖【事業方針の路線変更を行うピボット戦略】

Pasar online blanja.com, yang dioperasikan oleh perusahaan patungan antara Telkom milik negara dan eBay, ditutup

Dalam perjalanan ke Jakarta lewat Tol Jakarta-Cikampek, saya selalu melihat tanda kilat merah besar blanja.com di sisi kiri jalan sebelum perempatan Semangi, tapi saya tidak tahu pasar online yang dijalankan oleh raksasa telekomunikasi nasional Telkom.

Saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk menggunakannya, dan kemarin, 1 September, diam-diam ditutup (situsnya ada di sana, tetapi Anda tidak dapat memperdagangkannya).

Karena joint venture dengan ebay dan fakta bahwa Telkom adalah BUMN, tidak mampu mempromosikan dirinya secara besar-besaran dan kalah bersaing dengan Shopee, Tokopedia, Blibli dan Bukalapak yang kuat di B2C (konsumen), atau poros untuk mengkhususkan diri dalam B2B (bisnis-ke-konsumen) dan B2G (pemerintah). Adopsi strategi adalah alasan penutupan.
Usaha patungan antara Telkom dan e-Bayblanja.comSaya tidak pernah memiliki kesempatan untuk menggunakannya sama sekali, tetapi itu ditutup pada tanggal 1 September, dan saya berinvestasi di Gojek, yang semakin aneh bagi saya. Jika Pak Mikitani masuk kabinet di Jepang dan NTT berinvestasi di Rakuten, saya kira akan ada bashing besar.

Meskipun blanja.com memiliki pilihan yang bagus untuk makanan rumahan yang dikemas dan barang-barang lainnya, itu jauh kurang terkenal daripada situs-situs besar seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Blibli.

Sebagai perusahaan patungan, mereka kurang memiliki kebebasan dalam strategi periklanan di Indonesia, dan karena mereka adalah perusahaan milik negara.

Telkom tidak dapat mengeluarkan banyak uang untuk periklanan sehingga mereka dapat mengalahkan perusahaan swasta.

Pada tahun 2010, Rakuten dari Jepang juga memasuki pasar e-commerce Indonesia dengan merek Rakuten Belanja Online.

Saat itu, Tokopedia yang bisa dikatakan sebagai pionir bisnis e-commerce Indonesia, dan Lazada, perusahaan Alibaba yang berbasis di Singapura, memiliApalagi ki andil yang luar biasa.

Apalagi pembayaran kartu online tidak disetujui

Sayangnya, pada tahun 2016 kami menarik diri dari bisnis B2C bersama dengan Malaysia dan Singapura.

Strategi pivot untuk menghentikan B2C dan berfokus pada B2B dan B2G

Diumumkan alasan utama penutupan ini karena Telkom akan berkonsentrasi pada bidang usaha yang mengedepankan partisipasi perusahaan dalam negeri atau usaha mikro dalam e-commerce dan berkontribusi pada pengembangan pasar digital Indonesia (Pasar Digital = PaDi) .

Secara khusus, Telecom akan menggunakan infrastruktur jaringan yang ada untuk mengembangkan platform baru untuk membangun ekosistem bisnis yang memecahkan masalah sosial sambil menjalin hubungan lintas batas industri.

Menghadirkan Gaya Hidup Indonesia Secara Online 【Membangun Ekosistem Bisnis untuk Seluruh Grup Perusahaan】

Selain perusahaan swasta, Telkom telah membangun Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Kemendibud) untuk pengadaan peralatan dan perlengkapan sekolah.

Sistem SIPLah ini memiliki fungsi menghubungkan ke online marketplace dalam pelaksanaan perencanaan anggaran sekolah, dan monitor apakah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari negara digunakan dengan benar sebagaimana ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Artinya Telkom akan beralih dari bisnis B2C (business to consumer) ke bisnis B2B (business to business) atau B2G (business to government).

Menyadari perbedaan tersebut dari kebutuhan pasar, mempersempit bidang di mana dapat bertahan hidup, dan mengubah rute disebut strategi pivot (perubahan arah).

Pivot adalah kata bahasa Inggris untuk sumbu rotasi, yaitu, perubahan arah atau perubahan rute, untuk menyelidiki penyebab stagnasi bisnis dan memilih bidang bisnis baru yang mungkin ada di masa mendatang, seperti menggabungkan dan menata ulang data dalam tabel pivot Excel.

Sama seperti tabel pivot Excel yang dapat digunakan untuk menggabungkan kembali dan mengurutkan data dalam pengelompokan data, kami menyelidiki penyebab penurunan bisnis dan memilih area bisnis baru yang potensial untuk pertumbuhan di masa depan.

Sepertinya Telkom sudah memiliki rencana investasi untuk Gojek, sehingga diharapkan pengguna Telkomsel semakin nyaman dengan layanan seperti link dengan aplikasi Gojek.

Pendiri dan CEO Gojek, Nadiem Makarim, adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada pemerintahan Jokowi kedua.

Jika bisnis B2G Telkom dan Gojek menjadi oligopolistik (monopoli oleh segelintir perusahaan), bisa dikritik karena kewajaran peluang bisnis.