Kopi Indonesia

Mandeling Toba, identik dengan kopi Indonesia berkualitas tinggi

2017/08/17

インドネシアの高品質コーヒーの代名詞マンデリン・トバ(Mandailing Toba)のコーヒー

Danau Toba adalah danau kaldera terbesar di dunia (danau yang dibuat dalam depresi besar yang dibuat oleh aktivitas gunung berapi) yang lebarnya 100 km dan panjang 30 km dan memiliki dua kali luas Danau Biwa.

Pulau Sumatra tempat kopi terbanyak di Indonesia diproduksi.

Orang Mandailing dan orang Batak tinggal di sekitar danau Toba di 90 km selatan Medan di Provinsi Sumatera Utara, iklim air yang kaya dan dataran tinggi yang dingin cocok untuk penanaman kopi, dan merek kopi Arabika yang diproduksi di sana bernama Mandailing dan menjadi terkenal di dunia.

Sebagai hasil dari penanaman kopi yang awalnya diperkenalkan pada era kolonial Belanda dan mempopulerkan budidaya kopi jenis Arabica sangat rusak oleh pecahnya penyakit karat pada tahun 1908, jadi diganti dengan jenis robusta yang dapat diproduksi dengan kuat di tempat-tempat rendah dan dapat menahan penyakit karat.

Spesies arabika telah diturunkan oleh orang Mandailing di Toba di Sumatera Utara.

Ada dua jenis merek Mandailing: "Mandailing Toba" yang tumbuh di sekitar Danau Toba dan "Lintong Mandailing" yang dibudidayakan oleh orang Batak di Kabupaten Lintong Nihuta di Toba selatan.

Aroma kopi yang khas dan kekayaan yang dalam

Kopi Mandailing terkenal di Jepang sama dengan Toraja, Kolombia, dan Blue Mountain, yang rasanya sering disebut "seperti dark chocolate", yang dipanggang dalam-dalam untuk memunculkan rasa yang unik.

Sangat cocok untuk pangkalan kopi yang dicampur seperti biji kopi jenis Robusta, atau untuk caffe latte atau cappuccino, istri saya mengatakan bahwa Mandailing Toba adalah yang paling cocok untuk mencicipi rasa kopi dengan kolagen dan creamer.

Indonesia selama setahun panas, tetapi di dalam mal dan gedung perkantoran di kota Jakarta begitu dingin, jadi kombinasi jajanan manis dan Mandailing panggang gelap dalam tubuh dingin saat istirahat saya pikir itu sangat cocok untuk "kopi untuk istrahat jam 3" daripada "kopi setelah makan".

  1. Fragrance ★★★
  2. Bitterness ★★★
  3. Acidity ★
  4. Body(Richness) ★★★
  5. Sweetness ★

Djournal Coffee

Kopi Mandailing ada citra kekayaan, tetapi kecenderungan rasa bergantung fitur menjaga kualitas biji kopi dengan baik dan benar. Jika menggunakan biji kopi tua atau memanggang terlalu dangkal, itu akan menjadi aftertaste di mana rasa unik Mandailing terhapus.

Djournal Coffee di GF West Mall of Grand Indonesia disembahkan oleh kelompok pembuatan konsep Ismaya yang terus menghadirkan seni budaya pemuda Indonesia.

Dipahami dari fakta bahwa nama toko tersebut menggunakan "Djournal" dan huruf lama (ejaan lama) alih-alih "Journal", tetapi menciptakan suasana nada kolonial klasik modern.

© 2021 BAHTERA HISISTEM Powered by STINGER