Sistem KANBAN dan MRP di Indonesia 【Membuat tanda perintah produksi dengan cara berbeda】

Sistem KANBAN


Pabrik spare parts untuk TMMIN (PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia) atau ADM (PT Astra Daihatsu Motor) biasanya produksinya beroperasi berdasarkan TPS (Toyota Production System), yang paling terkenal adalah KANBAN system.

  • Step1
    Box yang berisi finished goods yang diletakkan di area delivery, akan dipindahkan berdasarkan “e-KANBAN” dari customer lewat email. Waktu itu “In-process KANBAN” yang sudah dipasang di box harus ditinggalkan di area delivery.
  • Step2
    “In-process KANBAN” dikembalikan ke area produksi. Sebelum box yang berisi finished goods dipindahkan ke area delivery, “Instruction KANBAN” yang terpasang di box harus diganti dengan “In-process KANBAN”.
  • Step3
    Jika “Instruction KANBAN” sudah dikumpulkan sampai jumlah tertentu, baru mulai produksi lagi, kemudian sesudah selesai produksi, Instruction KANBAN dipasang di box.
  • Step4
    Kembali ke Step1.
    Supaya KANBAN berjalan secara lancar, setiap bulan harus dihitung ulang jumlah KANBAN yang berjalan di lapangan berdasarkan customer forecast.

Cara hitung jumlah KANBAN.

  • L = Jumlah produksi untuk 1 lot (pcs)
  • R = Jumlah kebutuhan untuk 1 hari (pcs)
  • S = Safety Stock (hari)
  • P = Production Lead Time (hari)
  • K = KANBAN Lead Time (hari)
  • B = Qty dalam 1 Box (pcs)
  • Jumlah KANBAN = { L + R (S + P + K) }/B

MRP (Material Requirement Planning atau Manufacturing Resource Planning)


Untuk MRP, berdasarkan customer forecast disediakan MPS (Master Production Schedule) yaitu production schedule untuk finished goods berdasarkan tanggal selesai produksi. Biasanya MPS ditentukan berdasarkan pembahasan antara departemen produksi dan departemen sales.
Departemen PPIC menjalankan MRP untuk menghitung jumlah kebutuhan material, parts WIP dll berdasarkan hasil breakdown dari BOM (Bill of Material).

Perbandingan dengan KANBAN dan MRP


Sebenarnya tujuan KANBAN sama dengan MRP (Material Requirement Planning) yaitu membuat tanda perintah produksi, tetapi caranya berbeda.

MRP dijalankan oleh departmen PPIC, lalu hasilnya dibagi ke lapangan dalam bentuk SPK (Surat Perintah Kerja), sistem ini disebut “sistem PUSH”.
Sedangkan KANBAN berjalan sendiri di lapangan berdasarkan permintaan dari process berikutnya, sistem ini disebut “sistem PULL”.